
"Windu, pagi ini Tante akan berangkat ke kantor, nanti sore kita akan pergi untuk check up kandungan kamu"
"Baik Tan, tapi boleh kah Windu minta tolong sama Tante satu hal?"
"Tentu, kamu mau apa? apa kamu menginginkan makanan tertentu? atau kamu mau Tante belikan mangga muda ? atau---"
Dengan wajah sumringah Tante Via dengan sabar menunggu jawaban dari Windu.
Masih teringat di kepalanya saat sang kakak yang tak lain bunda dari Windu dulu saat tengah mengandung Windu. Beberapa kali sang bunda mengalami ngidam, dan di menginginkan beberapa makanan tertentu, dan beberapa sahabatnya pun mengalami hal yang sama saat tengah mengandung.
Namun Tante Via merasa sedih saat melihat sang ponakan yang tengah mengandung sama sekali tidak pernah meminta yang aneh kepada dirinya bahkan terlihat tidak menginginkan makanan apa pun. Windu yang tengah hamil terlihat lebih kurus dengan wajah tirusnya.
"Tidak Tan, Windu hanya mau minta tolong belikan windu roti dengan isian moka"
"Roti moka? kamu yakin, bukannya kamu tidak suka roti dengan isi moka?"
"Hmm-- iya Tan, tapi saat ini Windu menginginkannya"
"Baiklah, Tante akan pesankan untuk kamu, nanti Tante akan minta kurir kantor yang mengantarkannya untuk kamu"
Untuk pertama kalinya Tante Via merasa senang karena penantian direpotkan oleh seorang bumil dapat ia rasakan untuk pertama kalinya dari Windu.
"Terimakasih Tan"
Windu terus melihat Tante Via yang mulai menjauh menuju mobilnya,
Sambil mengusap perutnya yang sedikit menyembul Windu mulai duduk di atas sofa tepat di pinggir jendela kamar sambil melihat view dari atas apartmentnya.
__ADS_1
"Maafkan bunda yang tidak bisa memberikan kebahagian yang sempurna untuk kamu nak, namun bunda janji akan berusaha menjadi bunda yang sempurna untuk kamu"
Windu langsung beranjak dari kursinya, dan mulai mengambil leptop yang masih tersimpan di dalam tasnya. Dengan fokus Windu mulai membuka beberapa jurnal tentang mata kuliahnya kembali.
"Rindu rasanya ingin kembali ke bangku kuliah"
Windu kembali mengingat masa-masa ia berada di kampus, sibuk dengan segala aktifitasnya sebagai mahasiswa, kumpul bersama teman nya.
Dan wajah Zaky pun kembali melintasi di kepalanya, beberapa kali ia telah mencoba untuk menghapus wajah ayah dari bayi yang tengah ia kandung itu, namun selalu gagal, bahkan makanan yang menjadi kesukaan Zaky pun kini menjadi makanan yang sangat ia inginkan "Roti dengan isian moka".
"Kak Zaky, kenapa kamu selalu masuk di dalam pikiran aku? kenapa begitu sulit untuk menghapus kamu kak. Anak kamu pun seolah ingin dekat dengan kamu kak, ia menyukai makanan yang sama dengan makanan kesukaan kamu kak".
Sejak awal kehamilan ia sudah menginginkan semua makanan yang berasal dari tangan Zaky, namun sejak pertengkaran antara dirinya dan Zaky, membuat ia harus menahan rasa itu, agar ia tidak terus mengingat Zaky, tapi hal itu sangat sulit bagi dirinya.
Sudah lama ia terus bertarung dengan dirinya sendiri, ia terus menahan keinginannya untuk mengingat ataupun menyentuh segala sesuatu yang akan mengingatkan dirinya kepada sang suami, namun ia terus gagal bahkan perlahan pertahanan nya mulai lemah, ngidamnya bahkan terasa semakin parah.
Bahkan Windu yang dulunya sangat menyukai segala tentang K-Pop berubah haluan menjadi menyukai film action, dan semua film yang berisi tentang peperangan.
Windu kembali mengelus perutnya dengan lembut, sebuah senyuman pun terukir di sudut bibirnya,
"Tapi saat ini kamu prioritas bunda sayang, maafkan bunda yang dulu terlalu egois dengan pilihan bunda nak. Tapi saat ini gak ada lagi yang membuat bunda ragu untuk menjadi ibu sekaligus ayah yang sempurna untuk kamu sayang."
Inilah kegiatan Windu setiap hari, selama hampir 4 bulan mengandung sang jabang bayi, ia masih sering membaca artikel ataupun jurnal kedokteran yang menjadi kesukaannya sembari bercerita kepada perutnya yang sedikit menyembul ataupun menonton action movie maupun film kekerasan lainnya.
Di sisi lain Zaky saat ini terlihat fokus dengan layar komputer di hadapannya namun fikirannya melayang tentang keberadaan sang istri tercinta.
" Kamu di mana Ndu, sudah hampir 4 bulan aku terus mencari keberadaan kamu. Harus sama siapa aku bertanya Ndu? Tante Via pun ikut menghilang"
__ADS_1
Zaky yang kembali menutup leptop nya dan berjalan keluar sambil menyambar jas nya yang tergantung di kursi kebesarannya.
"Aku tak akan lelah mencari kamu dan anak kita sayang"
Langkah sang pria dingin itu tampak lesu tak setegap beberapa bulan sebelumnya bahkan tubuhnya pun jauh terlihat kurus dari sebelumnya.
Saat sampai di dalam mobilnya Zaky langsung membuka sedikit jendela mobilnya. Ia pun langsung mengambil sebatang rokok dari dalam saku celana nya.
Dan asap pun mulai mengepul dari dalam mobilnya. Tak lama mobil pun mulai berjalan menjauhi parkiran perusaahan milik keluarga Pratama.
Alunan music pop pun mulai mengiringi perjalanan Zaky siang ini untuk mencari keberadaan sang istri. Segala tempat telah ia lewati bahkan kampung halaman Windu pun telah ia datangi namun ia terlambat satu hari setelah kepergian Windu yang tak tahu entah kemana.
"Gruk--grukk"
Baru setengah jalan Zaky pun merasakan perutnya yang sudah keroncongan ia pun memutuskan untuk mampir membeli beberapa roti moka di gerai terdekat dari posisinya saat ini.
Setalah melihat satu gerai kue yang lumayan besar, Zaky pun mulai memarkirkan mobilnya di parkiran toko, dan ia pun mulai bersiap turun meninggalkan mobilnya, namun tiba-tiba tanpa sengaja dari kejauhan ia dapat melihat seseorang yang sangat familiar bagi dirinya.
"Tante Via? "
Dengan tergesa-gesa Zaky langsung berteriak memanggil nama Tante dari istrinya itu namun mobil Tante Via sudah lebih dulu menjauh dari parkiran, dengan sekuat tenaga Zaky berlari sambil terus berteriak memanggil Tante Via namun mobil yang Tante Via kendarai semakin lama malah semakin menjauh.
"Kamu ada di sini Ndu! aku tidak salah lihat itu tadi Tante Via," Sambil terengah-engah Zaky terus mengatur nafas nya yang mulai tersengal karena kebiasaan buruk nya yang suka merokok.
"Kita akan segera bertemu sayang"
Sebuah senyuman mulai terbit di bibir nya Zaky langsung berlari kembali menuju mobilnya, ia berencana untuk segera mencari keberadaan sang Tante di kantornya.
__ADS_1
Bersambung...🤗🤗