SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Beno dan Mela


__ADS_3

"Wkkkkwwkwk"


"Wkwkwkw".


"Sakit perut gue Ndu!!? sumpah !! jadi Lo tanya-tanya tentang Mela langsung ke nyokap nya??"


"Wkwkkwk"


Tak tahannya rasa nya sepanjang perjalanan pulang mereka, tak habis-habis nya Beno menyemburkan tawa nya saat mengetahui hal memalukan yang baru saja Windu lakukan ,


"Gue malu Ben...untung aja nyokap nya dia baik...kalau galak kaya emaknya Sinchan, bisa abis gue!!"


"Wkwkwk...wkwkwk...Sakit parah perut gue Ndu, gue rasa gue ngompol deh...wkwwkkw!!"


"Ihhhhh...parah jorok Lo!!! pantes Pesing banget ... gue mau turuuunn!!!"


Mendengar teriakan Windu di atas motornya tidak membuat Beno menghentikan moge yang ia bawa, dengan kecepatan tinggi motor itu terus berjalan di jalanan yang tidak begitu macet di sore hari yang cerah itu,


Keesokan harinya, Beno telah menunggu Windu untuk berangkat sekolah bersama-sama, hal ini di sebabkan sang Tante yang akan berangkat keluar kota untuk mengurus beberapa bisnisnya di sana, sehingga untuk beberapa hari ini, ia akan tinggal berdua dengan IRT di rumahnya,


Hari ini adalah hati terakhir mereka masuk sekolah setelah mengikuti ujian kenaikan kelas, dan 3 hari lagi mereka akan mendapatkan nilai raport dari hasil 1 tahun menjadi siswa kelas XI,


Ada rasa tidak sabar di dalam hati Windu, menunggu hasil raportnya, karena setelah ini mereka akan mendapatkan libur panjang sebelum lanjut menjadi siswa kelas XII,


"Ndu!!! cepat Napa...??"


"Iya...sebentar...." Dengan langkah lebar Windu langsung naik ke boncengan motor Beno,


"Lo gak sabaran banget sih Ben??"


"Ya iya lah...pagi ini bakal ada final tanding basket di sekolah, gue harus nyiapin anak-anak buat bikin acara pemberian hadiah, Ndu..".


"Okeh siap..bos, entar gue bantuin deh...!!"


"Gak perlu!!"


"Yee...belagu Lo!! walau gue bukan anggota OSIS gue bisa bantu buat bungkus -bungkus kado!!"

__ADS_1


"Gak perlu Ndu!! Lo bantuin gue aja buat dekatin Mela...gue minta Lo fokus sama misi kita!!"


"Huft..."


"Ingat....katanya Lo mau ikut liburan sama gue dan papa, apa udah gak tertarik lagi??"


"Iya..iya gue bakal bantuin kok!! tenang aja, gue bakal berhasil hari ini!!!"


"Nah....gitu donk, itu baru namanya sohib ter the best gue!!"


"Tapi janji ya, buat ngajak gue liburan sama Om Tama?"


"Siap bos!!"


Tak berapa lama akhirnya mereka telah sampai ke sekolah, dan tak berlama-lama Windu yang sedang bersemangat langsung turun dari boncengan Beno, dan pergi ke kelas nya untuk meletakan tasnya, rencananya hari ini iya ingin mencoba untuk menemui Mela secara langsung,


Saat ia mulai keluar kelasnya, ia mulai mencari keberadaan Mela, di kelas Mela, namun sama sekali Windu tidak menemukan keberadaan gadis manis tersebut.


"Hingga tak berapa lama ia bertemu dengan Gio, yang tak lain adalah ketua kelas dari Mela,


"Yo..Gio..tunggu.."


"Mela yang anak baru masuk gak??"


"Owh Melati? "


"Iya "


"Dia gak masuk hari ini Ndu, karena gue dengar tadi malam adeknya kecelakaan, jadi dia izin gak masuk!!"


"Apa?? serius??"


"Iya..gue dengar sih gitu, soalnya walas nyuruh kita semua buat kumpulin sumbangan buat bantu keluarganya dia,"


"Waduh..kasihan ya...ok deh thanks ya Yo!!"


"Oke"

__ADS_1


"Padahal kemarin siang gue baru ketemu nyokap nya, kalau musibah itu gak tahu kapan datangnya!!"


Windu turut bersedih atas musibah yang dialami oleh Mela, karena bagaimanapun sedikit banyak ia telah mengetahui kondisi keluarga Mela sejak siang itu, Dengan berjalan cepat, ia langsung pergi untuk menemui Beno di ruang OSIS,


Sesampai di sana, ia langsung mengajak Beno untuk berbicara 4 mata, dan ia pun mulai menceritakan musibah yang telah menimpa keluarga Mela, seketika Beno merasa terkejut dengan cerita Windu, hingga akhirnya seusai pertandingan basket, mereka memutuskan untuk pergi menemui Mela dan keluarganya.


Siang ini setelah mencari informasi dari walas nya Mela, sebagai perwakilan kelas dan OSIS akhirnya Windu, Beno, Gio dan di dampingi Bu Risma seabagai walas Mela menjenguk adik Mela yang sedang di rawat di RS,


Setelah sampai di sana, mereka semua merasa sedih melihat adik Mela yang mengalami tabrak lari, anak kelas 5 SD itu terbaring lemah di atas banker RS, dengan kondisi kaki dan tangan yang patah,


Sehingga ia harus melakukan operasi untuk pemasangan pen, yang bernilai puluhan juta,


Namun kerena ketidak mampuan keluarga Mela, akhirnya mereka hanya akan membawa ke tukang urut,


Seketika mendengar itu, Beno memutuskan untuk membantu keluarga Mela, ia berencana akan mengambil tabungannya untuk membantu Mela,


Namun Mela, menolak bantuan Beno itu, hingga akhirnya Windu ikut bersuara, bahwa bantuan dari Beno anggap sebagai pinjaman, dan Mela bisa membayar uang itu dengan menyicilnya,


Mendengar hal itu membuat Mela sedikit tertarik dengan masukan Windu, dia pun berencana akan menari pekerjaan paruh waktu untuk kedepannya kelak, bak gayung bersambut akhirnya keluarga Mela menerima bantuan Beno itu,


Dan hal ini membuat jarak antara Beno dan Mela menjadi semakin dekat, dan akrab.


Beberapa kali Beno dan Windu datang menjenguk adik Mela, hingga operasi di laksanakan Beno dan Windu ikut menemani Mela di RS, namun Windu harus ikhlas untuk mengalah, karena untuk semua itu ia harus rela membatalakan liburannya bersama Beno dan Om Tama,


Tapi sebagai gantinya, Beno mengizinkan Windu untuk tidur di rumahnya, tepatnya tidur di kamar tamu rumah Mereka, sehingga hampir setiap hari Windu dapat melihat Bahkan bercerita dengan Om Tama, lelaki pujaannya,


Saat sedang merenung di lantai atas, tiba-tiba Windu mendapatkan pemandangan yang menyejukkan mata, di mana ia melihat Om Tama, sedang berenang dengan otot kotak-kotak yang masih tercetak jelas di dada bidangnya, walau sudah berumur namun om Tama tetap rajin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuhnya,


"Wahhh... wah...tampan banget.."


Seketika, Windu langsung menghayal dalam lamunannya,


Ia membayangkan telah menjadi istri Om Tama, di sana mereka terlihat sangat mesra, dengan saling duduk berhadapan di depan Empang ikan di kampung Om Tama, sambil mancing mereka meminum segelas es teh yang di hiasi oleh potongan jeruk nipis di ujung gelasnya,


Dan lagi khayalan nakal Windu, membayangkan ia dan om Tama, sedang berada di tepi sawah, di sana Om Tama dan dirinya menaiki dua ekor lembu yang berukuran besar, Windu tersenyum saat mengingat lembu yang ia naiki berjalan lebih cepat di banding lembu yang di naiki oleh Om Tama,


Namun tiba-tiba lamunan nya buyar saat melihat kedatangan Beno dan seorang laki-laki di sampingnya,

__ADS_1


"Itu siapa???"


Bersambung.....🤗🤗


__ADS_2