
Sayup-sayup terdengar rintik hujan mulai jatuh membasahi bumi. Hawa dingin mulai menelusup masuk ke pori-pori kulit. Sambil menatap hamparan sawah yang membentang di hadapannya kini Windu tengah menikmati hari-harinya dengan ditemani segelas air rebusan beras dan 2 butir telur rebus.
Di sebuah desa terpencil yang terletak di salah satu pulau kini Windu hidup, dengan di temani oleh sang Tante Windu telah menghabisi hari-harinya menjadi seorang pengangguran. Dengan bujukan dari sang Tante dan perasaan kecewa kepada Zaky akhirnya Windu bersedia untuk cuti kuliah sementara waktu.
Saat ini kandungan Windu sudah memasuki usia 3 bulan. Namun sejak kepergian nya beberapa bulan yang lalu, dan hingga saat ini Windu masih mengalami morning sickness yang lumayan parah hingga sempat membuat kesehatannya sedikit memburuk. Hingga untuk saat ini ia hanya dapat makan beberapa makanan tertentu saja, sebagai pengganjal perut dan sedikit nutrisi untuk sang jabang bayi yang tengah ia kandung.
"Ndu Tante besok rencananya mau kembali ke kota P, karena ada beberapa urusan kantor yang mendesak. Pak Tedy yang Tante minta untuk menghandle pekerjaan beberapa bulan ini, tidak sanggup untuk menyelesaikan permasalahan ini, sehingga Tante di minta untuk kembali ke sana Ndu," Dengan perasaan sedikit bersalah dengan terpaksa Tante Via mulai mengutarakan permintaanya,
Seketika dengan wajah yang tampak murung Windu langsung melihat ke arah sang Tante yang masih berdiri di hadapannya.
"Terus nanti Windu sama siapa Tan?" Air mata mulai menggenang di wajah cantiknya, sejak kehamilannya saat ini Windu memilki perasaan lebih sensitif dari sebelumnya, terlebih ia lebih sering termenung dan tiba-tiba tanpa ada sebab air mata mulai jatuh membasahi pipinya.
"Sayang, jangan nangis dong, kan Tante jadi serba salah kalau kaya gini," Tante Via mulai jalan mendekati keponakanya tersayang, dengan lembut ia langsung memeluk tubuh kurus ponakannya itu,
"Hiks--- Windu gak mau nangis Tan, tapi air matanya jatuh sendiri. Nanti kalau Tante Via di sana terus Windu sama siapa di sini?"
__ADS_1
"Tante akan minta mbok Nah tidur di sini untuk menemani kamu sayang,"
"Tapi kan mbok Nah tinggal sama cucunya Tan, gak mungkin kan malam hari dia ninggalin cucunya yang masih kecil di rumah".
Sambil membersihkan peralatan di dapur mbok Nah hanya dapat menelan Saliva nya, ia dapat mendengar obrolan kedua majikannya itu, tidak mungkin meninggalkan ketiga cucunya yang masih SD di rumah, namun ia juga sangat membutuhkan pekerjaanya saat ini.
Mbok Nah dan sang suami lah yang selama ini telah menjaga rumah peninggalan nenek dan kakek Windu, namun setelah sang suami meninggal maka mbok Nah harus bolak balik untuk membersihkan rumah keluarga Windu, di tambah sang anak yang harus bercerai dan menikah lagi dengan suami baru membuat mbok Nah yang menanggung beban dengan merawat ketiga cucunya yang masih kecil-kecil.
"Sayang Tante sebenarnya juga gak mau ninggalin kamu sendiri di sini, tapi Tante harus pergi. Tante bingung gimana caranya, agar kamu gak kesepian di sini" Dengan terpaksa akhirnya sebuah keputusan berat pun menjadi pilihan tetakhir yang akhirnya Tante Via ambil,
Agar dapat menyembubyika Windu dari Zaky maka untuk sementara waktu mereka akan menyewa sebuah apartment untuk mereka sementara tinggal di kota P sebelum kembali lagi ke desa.
"Apa semua akan baik-baik aja Tan? aku khawatir kalau kak Zaky bisa menemukan aku nantinya"
"Percaya lah sama Tante sayang, karena cuma ini satu-satu nya cara yang bisa kita ambil saat ini, kalau ba**jingan itu bisa menemukan kamu, maka dia akan berhadapan dengan Tante langsung"
__ADS_1
Sambil menatap Windu lebih intens Tante Via kembali menguatkan hati keponakan satu-satunya itu, "Dulu mungkin Tante masih bisa memaafkan dia sayang, tapi untuk saat ini dia sudah keterlaluan. Tante tidak akan memberikan kesempatan lagi untuk pria pengecut itu"
"Hiks---- apa Windu bisa Tan,"
"Peracaya sama Tante sayang, kamu dan calon anak kamu akan hidup damai dan tentram tanpa pria bre**ngsek itu! Tante akan menjaga kalian berdua Ndu, Tante akan membesar kan cucu Tante dengan kasih sayang"
"Tante, hiks--- terimakasih Tan, terimaksih untuk semua yang Tante lakukan untuk aku dari aku kecil hingga saat ini, aku sama sekali belum bisa membahagiakan Tante sama sekali, tapi malah----"
"Sts--- Windu sayang, dulun yang Tante punya hanya mas Fathir dan mbak Siska, sejak mereka gak ada saat ini hanya kamu yang Tante punya sayang, jadi kami jangan bilang seperti itu sama Tante."
"Tante" Dengan erat kedua nya pulang saling berpelukan, Windu pun Kemabli menangis sejadi-jadinya.
Saat ini Tante Via sudah menutup pintu maaf nya untuk Zaky. Bahkan untuk menjauhkan Windu dari Zaky, Tante Via rela meninggalkan kediamannya, dan menyewakan nya kepada orang lain. Baginya kebahagian Windu adalah segalanya, namun bila ada seseorang yang menyakiti hati ponakannya itu. Maka mulai saat itu juga orang itu akan menjadi musuh terbesarnya.
Bersambung...✍️✍️
__ADS_1