
Sepanjang perjalan pulang tak hentinya Windu memaki dan menghujat Zaky suaminya kepada Beno, dia menceritakan semua kejadian yang di alami nya sejak awal pernikahan mereka,
Seketika Beno merasa bersalah atas perbuatannya kepada Windu, padahal awalnya dia berharap Windu dapat menjadi pawang kakak tertuanya itu, namun setelah mendengar curahan isi hati sahabatnya itu, ia merasa kasihan melihat Windu,
Namun apabila dia membantu memisahkan kakaknya dengan Windu, di malah khawatir kalau Windu akan kembali mengharapakan Papanya untuk menjadi suaminya,
Bagaikan makan buah simalakama akhirnya di dalam hati Beno berinisiatif untuk membantu rumah tangga kakaknya dan windu hingga berhasil, dia akan mencoba untuk meluluhkan hati kakak dan sahabatnya itu hingga bisa tumbuh cinta di antara keduanya, walau terdengar sulit, namun ia merasa ini adalah jalan terbaik untuk saat ini,
"Ben, Lo dengar kan omongan gue??"
"Iya Ndu, gue dengar kok!!"
"Pokoknya malam ini gue gak mau balik ke rumah Lo lagi!! apalagi harus tidur di kamar kakak Lo!! bisa-bisa besok pagi gue tinggal nama doang Ben, "
"Ngaco Lo!! kak Zaky gak segitunya kali!! di dalam hatinya dia itu sosok yang penyayang,"
"Prett...Lo jangan belain kakak Lo mulu Ben!!Lo belum tahu aja dia gimana!!"
"Apa lagi kalau Lo tahu tadi pagi apa yang gue buat sama dia.."
Seketika tawa langsung tersembur dari bibir berwarna pink milik windu,
"Hahahh...hahah...Lo tahu Ben!! gue tendang mobil kak Zaky, terus gue Julie lidah gue ke dia...Wkwkwk...puas gue,!!!"
"Hahahaha...hahaha...serius Lo buat itu ke Kaka Zaky??"
"Ya iyalah, abis gue gedek banget sama dia!! makanya gue mau pulang aja ke rumah gue, karena gue yakin pasti di udah nyiapin hukuman yang kejam untuk gue!!"
Beno tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu, "Ndu.. Ndu..gue gak nyangka cewe tomboy kaya Lo udah jadi istri kakak gue aja!!"
Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, Motor yang di kendarai Beno telah sampai tepat di depan rumah Windu,
"Thanks ya Ben, mungkin untuk beberapa waktu ke depan gue gak datang ke rumah Lo dulu,"
"Hhahha...takut Lo sama kakak gue??"
"Ya gak lah!! cuma gue segan aja sama papa,"
"Hmm, papa?"
Windu langsung menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal,
"Ya iya lah, bokap Lo sendiri yang nyuruh gue panggil papa, karena gue udah nikah sama kakak killer Lo!!"
"Hahahaha..hahaha"
__ADS_1
"Huft..akhirnya Lo berhenti juga suka sama bokap gue Ndu, dari mimik wajah Lo gue bisa lihat kalau Lo nyaman sama papa, tapi itu bukan cinta Ndu!!"
"Ya udah Lo masuk gih!! gue mau vicall pacar
gue dulu!!"
"Gaya Lo Kam-pret!! udah pergi sana ..hus..Hus..!!"
"Jangan galak-galak dong kakak ipar, "
"Kakak ipar muka Lo peyang.."
"Wkwkkwwkw...wkwkw..."
"Udah deh Lo cabut sana, gue ngantuk mau lanjut tidur siang dulu!!"
"Ya udah gue balik dulu..kalau Lo rindu kak Zaky, Lo tinggal datang aja"
"Amit..amit..Lo pergi gak!!! atau..."
Seketika Beno langsung memutar stang motornya ke arah rumahnya,
***
Malam harinya Zaky baru saja sampai ke rumahnya, ia memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket,
"Ceklek"
Dia langsung menghidupkan saklar lampu yang ada di kamarnya, Namun saat lampu mulai terang, di sana sama sekali dia tidak melihat keberadaan sang istri di sana,
"Dasar istri durhaka!! suami pulang bukan di sambut malah menghilang, "
Sesaat kemudian Zaky merasa tersadar dengan ucapannya,
"Eppss...aku mikirin apa sih!!!"
Dia pun langsung masuk kedalam kamar mandinya dan mulai membasuh tubuh nya yang sudah sangat lengket, sembari memikirkan hukuman apa yang akan dia berikan untuk Windu atas kesalhan yang dia buat tadi pagi.
Di lain tempat Windu yang sedang menikmati makan malamnya tak ada sedikit pun memikirkan tentang keberadaan suaminya, Bahkan ia merasakan makan malam yang ia rasakan malam ini adalah makan malam terenak yang pernah ia makan,
Hingga sang Tante yang baru pulang dari kantor merasa terkejut dengan keberadaan ponakannya di meja makan,
"Ndu??? kok kamu makan disini??"
"Eh!!! tan?!! baru pulang!! ayo makan Tan, bibi masak enak banget ...Aku udan nambah dua kali Tan," Windu langsung menyiapkan satu piring lagi untuk sang Tante,
__ADS_1
"Ndu kamu ngapain di sini?? apa kamu ada masalah dengan Zaky??"
Seketika mulut nya yang sejak tadi tak berhenti mengunyah langsung berhenti, perut nya yang tadi lapar seketika terasa kenyang, dengan lesu tangannya langsung menggeser piringnya yang masih tersisa sedikit makanan, menjauh.
"Ndu!! apa Zaky menyakiti kamu!! owh tidak bisa di biarin Tante akan pergi membuat perhitungan dengan Zaky,"
Tante Via langsung pergi meninggalkan ruang makan menuju rumah Beno,
Dari belakang Windu langsung mengikuti langkah tantenya,
"Tan!! tunggu...!!"
Tante Via langsung menghentikan langkahnya dan menatap Windu dengan penuh selidik,
"Sebenarnya Windu yang mau pulang sendiri, dan kak Zaky, walau killer, tapi gak ada berbuat apa-apa sama Windu, cuma Windu udah jahilin dia tadi pagi, Windu takut kalau dia marah Tan"
Seketika Tante Via tak bisa menahan tawanya, melihat Windu sang gadis lugu namun tomboy itu takut karena tindakannya yang menjahili suaminya sendiri,
"Windu..Windu...mungkin Tante tidak mempunyai pengalaman yang banyak tentang hidup berumah tangga, namun saat ini Tante sebagai wali kamu ingin mengingatkan kamu Ndu, bahwa sebuah pernikahan itu bukan lah sebuah permainan, sehingga jika kamu bosan kamu bisa meninggalkan nya sesuka kamu, itu salah Ndu!!"
"Pernikahan itu sebuah ikatan yang suci, kamu dan Zaky telah berjanji di depan Allah,
untuk selalu setia dalam susah dan senang, jadi kamu tidak bisa mempermainkan sebuah pernikahan, "
"Apalagi hanya karena kamu jahilin Zaky duluan, terus kamu sembunyi karena takut Zaky marah sama kamu!!! itu terlihat seperti permainan anak-anak Ndu!! sekarang Windu Tante sudah tumbuh menjadi lebih dewasa, bahkan sudah menjadi seorang istri, jadi Windu harus bersikap selayaknya orang dewasa berfikir, semua perbuatan yang Windu buat itu harus Windu pertanggung jawabkan, kalau Windu takut ya jangan di buat!!'
"Apa sekarang Windu sudah mengerti?"
Windu hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, "Kalau gitu sekarang Windu pulang ke rumah Zaky ya" Tante Via langsung melihat ke arah jam tangannya,
"Nah saat ini masih jam makan malam, ini saat nya kamu belajar untuk menjadi istri yang baik, pulang dan siapkan makan malam untuk Zaky, kalau dia mandi kamu harus siapkan baju bersih untuknya, dan setiap pagi Windu harus bangun lebih awal dari Zaky, dan cobalah untuk mempersiapkan semua keperluannya di mulai dari sarapan dan keperluan Zaky lainya, "
"Iya Tan...Windu mengerti..tapi memang harus kaya gitu banget ya Tan??"
"Iya..bahkan yang paling penting, Windu harus melayani Zaky jasmani dan Rohani, "
"Apaan tuh Tan...?? Itu...itu lho urusan ranjang suami istri"
"Hmmmm..." Windu terlihat asing dengan bahasa sang Tante, namun ia mencoba untuk mengiyakan,
"Ya udah kalau gitu kamu pulang ya...dan tante harap kamu bisa buat Tante bangga, walau Tante masih sendiri, namun kamu buktikan bahwa Tante tidak gagal dalam mendidik kamu"
Seketika Windu menjadi tersentuh saat mendengar harapan sang Tante di dalamnya,
"Windu akan berusaha menjadi seorang istri seperti yang Tante harapkan"
__ADS_1
Tante Via langsung memeluk tubuh sintal sang ponakan, ia merasa bangga dengan ponakannya, yang dari kecil ia rawat tak pernah membantah perkataanya.
"Bersambung.....🤗🤗