
Hentakan demi hentakan yang terjadi di atas kasur ukuran king size itu membuat dua pasang pria dan wanita itu tampak sangat kewalahan. Tangan sang pria dingin itu masih terikat kuat di kedua ujung sandaran kasur yang terbuat dari besi.
Keringat dingin yang sedari tadi membasahi tubuh sang pria, beberapa kali ia terus mencoba untuk melepaskan ikatan pada kaki dan tangannya, namun hal itu selalu gagal akibat ikatan yang terlalu kencang.
Ia juga terus memaki dan mengeluarkan semua sumpah serapah serta ancaman kepada sang wanita agresif itu namun hal itu tak membuat wanita yang kini tengah memegang kendali menghentikan kegiatannya.
"Ini balasan untuk kesalahan kamu sayang"
"HA"
"Ha"
Perempuan Psk itu tampak seperti seorang maniak s*x ia tiada puasnya saat mempermainkan Zaky, dari atas.
Beberapa kali pria tampan itu terpaksa harus keluar, walau hati dan pikirannya tidak menginginkan hal itu, namun tubuhnya tak dapat menolak setiap ransangan dan sentuhan yang di berikan wanita malam yang tadi sempat mengancamnya. Betapa kaget nya seorang Zaky saat sadar kini dirinya tengah berada di bawah kendali seorang perempuan yang tadi sempat ia usir.
"Lepasin tangan saya perempuan ja***ng ! saya tidak Sudi di sentuh oeh wanita seperti kamu! Ingat! jika saya berhasil lepas, maka saya akan bunuh kamu! apa kamu dengar perkataan saya!"
Dengan nafas yang memburu, dan keringat yang terus mengucur deras membuat Zaky beberapa kali mengalami pingsan. Dan saat sadar dari pingsannya maka ia kembali terus melihat wanita psk itu masih bermain-main di atas dirinya.
Tampak jelas saat ini wajah Zaky telah berubah pucat pasi dan pandangan nya mulai kabur kembali.Dengan tingkat kesadaran yang masih sedikit tersisa, sekuat tenaga Zaky memberontak sembari berteriak kencang.
"LEPAS---KAN----JA**NG"
"HA---HA--HA" Dengan nafas yang masih ter engah akhirnya Zaky terbangun dari tidurnya, ia langsung melihat sekelilingnya, dan ia merasa lega karena saat ini ternyata ia telah berada di kamar hotel tempat ia menginap.
__ADS_1
"****! aku tidak akan pernah untuk kembali ke tempat laknat itu! cukup sekali aku membuat kesalahan seperti itu"
Saat Zaky merasa tenang kembali, tiba-tiba dari balik selimut yang ia gunakan ada sebuah tangan yang terasa hangat tengah memeluk bagian pinggangnya.
"What!" secara spontan Zaky yang terkejut langsung mendorong cukup kuat tubuh seorang wanita yang saat ini berada satu kasur dan satu selimut dengan dirinya.
"AWWW" Wanita yang terjungkal ke lantai itu merasakan sakit yang luar biasa pada bagian dahi nya, tercetak jelas sebuah benjolan berwarna merah keunguan sebesar telur puyuh pada dahi wanita misterius itu.
"Kak Zaky apa-apaan sih! hiks---hiks sakit tahu, mending aku gak usah repot-repot ke sini di malam buta"
Sambil menangis Windu terus mengurut dahinya yang terasa sakit luar biasa,
"Sayang itu kamu? itu beneran kamu kan! kakak gak mimpikan?"
Dengan semangat Zaky menampar bagian wajahnya sendiri beberapa kali, "Awww----sakit" hingga ia sadar bahwa saat ini ia tak lagi bermimpi,
"Maafin kakak ya yang, kakak gak sengaja, karena kakak kira kamu itu---"
"Siapa? aku siapa kak? pasti kakak berharap aku wanita swxy yang tadi malam mau membopong tubuh kakak ? kalau aku gak datang tepat waktu pasti kakak sama perempuan itu udah------"
Zaky tak membiarkan Windu untuk bersuara dengan sigap ia langsung ******* bibir sang istri kesayangan yang sudah sangat ia rindukan itu.
Tangan kirinya masih menyanggah bagian kepala sang istri, sedangkan tangan yang lainnya sudah berada di pinggang sintal milik windu. Zaky pun kembali merapatkan pelukannya ke tubuh Windu, dan lebih memperdalam ciuman nya kepada sang istri tercinta,
Dengan nafas yang kian ter engah membuat Windu terpaksa mendorong tubuh Zaky sedikit kuat, dan akhirnya ciuman itu bisa terlepas,
__ADS_1
"H--H--H-- kakak ----mau bunuh aku?"
Zaky yang menyadari akan kesalahannya langsung memeluk tubuh sang istri dengan lebih lembut dan penuh kasih sayang.
"Maaf kan kakak ya Ndu! maaf, tapi kamu jangan pernah berfikir kalau kakak akan berselingkuh dengan wanita lain, kakak gak seperti Damar Ndu! kakak masih waras Ndu. Percayalah kakak sama sekali tidak tahu tentang wanita yang menggotong tubuh kakak semalam "
"Damar? siapa Damar? terus kenapa kakak bisa masuk ke tempat itu semalam? terus ada cewek sexy nya lagi"
Windu Kemabli menangis ia kembali teringat bagaimana wanita sexy tadi malam tengah membopong tubuh sang suami.
"Jangan nangis sayang, kakak janji akan menceritakan kejadian yang sebenarnya, tapi kita obati dulu luka kamu ya."
"Enggak pokoknya kakak harus ceritain sekarang juga!"
"Oke kakak akan cerita, tapi sambil ngobati luka kamu ya"
Sebuah anggukan menjadi jawaban dari Windu, Zaky langsung berdiri dan pergi ke dapur untuk mengambil obat untuk mengobati luka pada dahi sang istri.
Tak berapa lama dengan membawa sebuah baskom yang berisi es batu serta sebuah sapu tangan di tanganya Zaky memulai untuk mengobati luka Windu yang di sebabkan oleh dirinya.
Ia meletakan sepotong es batu berukuran sedang di dalam sapu tangan yang tadi ia bawa, setelah itu ia langsung memelintir Bagain kain secara searah hingga terbentuk sebuah buntalan, setelah jadi dengan pelan Zaky mengarahkan buntalan itu ke dahi Windu yang masih terlihat benjol.
"Cerita nya gimana kak?"
"Oke kakak akan ceritain! tapi nanti kamu juga cerita gimana kamu bisa tiba-tiba di sini tanpa memberi tahu kakak lagi "
__ADS_1
"Deal" Windu langsung menyalami tangan Zaky, seraya berjanji akan sama-sama cerita tentang hal-hal yang telah terjadi kepada diri mereka masing-masing...