SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Pengorbanan cinta


__ADS_3

Setelah sampai di dalam kamar, Zaky langsung meletakan tubuh Windu di atas ranjang, kemudian ia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menghidup keran air panas yang di mix dengan air dingin,


Setelah usai menyiapkan air, Zaky langsung memberikan kan sebuah handuk ke tangan Windu. Tanpa berkata-kata pria dingin itu memilih keluar dari kamar dan memilih duduk di sebuah beranda yang langsung mengarah ke taman hotel.


Windu pun memilih untuk segera mandi, karena setalah mandi ia berencana untuk segera mencari makan malam demi mengisi perut nya yang kosong sedari siang. Hal bodoh yang pertama kali Windu lakukan terhadap dirinya, saat di landa kesedihan yang luar biasa.


Dia rela menyiksa dirinya untuk tidak makan demi menunggu Zaky mengalah dan memaksanya dirinya untuk pulang. Namun saat ini ia sadar hal itu tidak dapat memecahkan permasalahan yang sebagian besar diakibatkan atas perbuatannya sendiri.


Tak butuh waktu yang lama, 15 menit Windu telah siap dengan mandi expressnya. Ia memutuskan untuk memakai baju tidur hangat berlengan panjang yang di padu dengan celana tidur panjang berwarna navy,


Saat tengah asik dengan kegiatannya, tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk oleh seorang room service hotel yang membawa makan malam yang telah Zaky pesan sebelumnya.


Saat makanan telah terhidang, Zaky yang sudah merasa lapar langsung kembali ke dalam kamar. Dan dalam diam mereka berdua pun mulai menyantap makan malam yang terasa sangat nikmat.


Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam Windu ingin sekali untuk membuka pembicaraan kepada sang suami duluan, namun entah kenapa bibirnya terasa berat saat melihat Zaky yang tak pernah melihat ke arahnya.


"Ehem--- kamu bisa pulang besok, dan aku udah boking tiket online untuk penerbangan jam 2 siang, karena tiket keberangkatan pagi udah full semua, dan kalau untuk baksos aku--- kasih kamu izin."


Zaky langsung membereskan piring makannya sendiri, dan memilih untuk pergi ke beranda sambil mengisap beberapa rokok untuk menghilangkan rasa penat di hati dan pikirannya saat ini.


Sedangkan Windu yang tengah makan, tak dapat lagi mengunyah makanannya kembali, ia masih shock setelah mendengar semua ucapan tak terduga keluar dari mulut Zaky.


Tak berapa lama sebuah senyum kebahagian terbit di bibir wanita cantik itu.


Setelah membereskan piring makannya, Windu langsung menemui sang suami yang tengah berada di beranda kamar hotel mereka, dengan perlahan Windu membuka pintu kamar sembari melihat Zaky yang masih duduk di sebuah kursi sambil menutup kedua matanya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih memegang selinting rokok yang menyala.


Dengan perlahan Windu langsung mendekati posisi di mana Zaky duduk. Dengan lembut ia mulai memeluk tubuh Zaky dari belakang, sembari berbisik manja di telinga Zaky "Terimaksih kak, Windu sayang banget sama kak Zaky".

__ADS_1


Dengan liar ia pun mulai mencium setiap inci wajah suaminya itu, yang membuat Zaky merasa senang, dengan lembut Zaky pun mulai membalas semua perlakuan sang istri kepada dirinya saat ini,


"Entah kenapa aku gak bisa lihat kamu sedih Ndu, padahal sejujurnya aku berat mengizinkan kamu untuk pulang, apalagi mengizinkan kamu untuk ikut baksos. Tapi kalau keputusan aku membuat kamu senang, pasti aku akan lakukan Ndu"


Zaky langsung memeluk tubuh Windu lebih erat, dan mengakat tubuh Windu masuk kedalam pangkuannya.


"Ti amo, marito mio" Sebuah kecupan Windu berikan kepada Zaky yang tengah menatap nya dengan dahi yang berkerut.


"Kamu bilang apa tadi?"


"Hehe-- Ti amo,"


"Ti amo?? itu apa artinya Ndu?"


"Ih gak seru deh! masa nanya? kakak harus cari artinya sendiri"


"Hmm--, Ti amo anche ia moglie Mia (Aku juga mencintai mu istri ku)"


"Ih kak Zaky, kura-kura dalam perahu deh"


"Hahaha--- "


Malam itu mereka memilih bergadang sambil menikmati indahnya malam di daerah itu, dan malam itu pun menjadi malam terakhir untuk Windu berada dekat dengan sang suami sebelum esok pagi ia berangkat kembali ke kota P.


***


Keesokan paginya dengan semangat dan senyuman yang cerah, secerah mentari pagi hari ini, Windu mulai membantu Zaky untuk bersiap-siap berangkat ke kantornya, ia mulai menyiapkan pakaian serta sepatu yang akan Zaky pakai pagi ini.

__ADS_1


Namun tiba-tiba senyuman nya mulai menghilang saat ia merasa kan ada sesuatu yang mengganjal di dalam lubuk hatinya, ia sungguh merasa bahagia pagi ini karena bisa kembali ke kota P, dan ia pun juga telah mendapatkan izin Zaky untuk bisa ikut dalam kegiatan kampus yang sudah sangat ia nantikan.


Tapi semua nya terasa hambar, saat ia mengingat bahwa saat ia pulang nanti maka beberapa bulan kedepan barulah ia dapat bertemu dengan sang suami kembali.


Dengan tak bersemangat Windu mencoba untuk membantu Zaky memasang dasi pada leher Zaky, dengan intens ia melihat tatapan Zaky yang terlihat tak bersemangat, masih tampak kantung mata di bawah mata sang suami yang terlihat kurang tidur semalaman.


"Kamu nanti akan kakak jemput jam 12 siang, karena perjalanan ke bandara membutuhkan waktu 1 jam, "


Windu sama sekali tidak menjawab pertnyaan suaminya itu, ia masih sibuk memasang dasi Zaky yang sedari tadi tidak selesai-selesai.


"Ndu, kamu dengar kan ?"


Windu yang masih tampak sibuk dengan kegiatannya, sama sekali tak mengindahkan pertanyaan suaminya itu.


Dan dengan perlahan Zaky mulai mengambil ujung dasi yang sedari tadi di keluar masukan oleh Windu, Zaky dapat merasakan kesedihan yang tengah Windu rasakan saat ini.


"Kamu kenapa? ini dasi kakak udah dari tadi kamu selesaikan tapi kenapa kamu buka lagi? apa ada yang mau kamu sampaikan?"


Windu kembali menarik ujung dasi yang tadi Zaky tarik, ia pun kembali melakukan kegiatan yang sama seperti sebelumnya.


"Ndu, kakak harus berangkat kerja, kalau kamu mainin dasi kakak terus, gimana kakak mau berangkat kerja sayang"


Dengan kedua tangannya, Zaky mulai memegang kedua pipi Windu, dengan intens ia mulai memperhatikan wajah sang istri, dari bibir, hidung hingga kedua matanya yang sudah tampak memerah.


Dan tak berapa lama kedua mata hazelnya pun mulai menganak sungai, dengan terisak ia mulai memeluk tubuh Zaky dengan erat,


"Windu gak mau kak Zaky tinggal, Windu mau kita kembali bersama kak"

__ADS_1


Tanpa bisa menjawab Zaky hanya dapat membalas pelukan Windu lebih erat, tubuh gadis yang ia cintai dengan sepenuh hati itu masih terasa bergetar, sesekali Windu pun terisak di dalam pelukan Zaky.


Bersambung.....💅💅


__ADS_2