
Setelah lelah menangis akhirnya Windu kembali masuk ke dalam rumah dengan di dampingi suaminya Zaky, sesampai di dalam rumah tampak Beno dan sang papa duduk di ruang tengah menunggu kedatangan Windu dan Zaky,
"Ndu..." Beno dengan wajahnya yang sudah babak belur bermaksud ingin segera meminta maaf kepada sahabat terbaiknya itu, namun Windu yang masih merasa terkhianati langsung pergi meninggalkan ayah dan anak itu,
"Ben!! gue harap Lo gak maksa Windu dulu buat bicara, karena gue gak mau kalau sampai Windu sedih lagi kaya tadi!!" Setalah mengucapakan isi hatinya Zaky langsung pergi ke kamar mengikuti sang istri,
"Pa..Beno sangat menyesal pa!! Beno gak berharap Windu marah kaya gini sama Beno!! mending Windu mukul Beno kaya yang kak Zaky buat!! dari pada Windu harus diami Beno kaya gini pa!!"
"Kamu harus sabar Ben!! walau bagaimana pun perbuatan yang sudah kamu lakukan terhadap Windu dan Zaky memang sudah keterlaluan, karena kamu Windu harus menikah dengan kakakmu saat dia masih bersekolah, itu sama saja kamu menghancurkan masa depan Windu, Ben!! bagaimana kalau Tante Via sampai tahu, bisa-bisa dia melaporkan kamu ke polisi!!"
"Beno siap bertanggung jawab atas kesalahan Beno pa!! tapi Beno gak siap kalau Windu memutuskan persahabatan kami pa"
"Suatu saat kamu bisa menyampaikan penyesalan itu kepada Windu Ben!! untuk sekarang biarkan ia tenang dulu"
Akhirnya papa Tama pun pergi meninggalkan Beno yang masih larut dalam penyesalan panjangnya,
"Andai papa tahu alasan Beno melakukan ini pa"
Setelah membereskan pakainnya Windu langsung berniat untuk pergi dari rumah Beno, namun dengan cepat Zaky langsung menghentikan langkah istri kecilnya itu,
"Kamu mau kemana Ndu?? "
"Biarkan Windu pergi kak, Windu gak bisa melihat wajah Beno lagi kak!! Windu benci sama Beno kak!!"
"Tunggu kalau kamu mau pergi kita bisa pergi sama-sama Ndu!! ingat saat ini kamu istri aku,"
"Tapi kak??"
__ADS_1
"Kita akan tinggal di apartment aku Ndu!!"
"Kakak punya apartment??"
"Tentu saja...mungkin saat ini aku belum bisa membeli rumah untuk kita, tapi apartment yang aku beli bisa cukup untuk kita sementara waktu,"
Zaky langsung mengepak baju-baju yang akan ia bawa pindah, tak lupa ia juga mempersiapkan semua kebutuhannya yang lain.
Dan tak menunggu waktu yang lama kedua pasang suami istri itu telah siap di depan pintu kamar sang papa, setelah menyampaikan niatnya kepada papa Tama, akhirnya dengan berat hati papa Tama pun memberikan izin kepada anak dan mantunya itu untuk hidup mandiri,
Tanpa sepengetahuan Beno, akhirnya mobil yang dikendarai Zaky pergi meninggalkan rumah tempat selama ini ia tumbuh.
Dengan perasaan yang campur aduk, Windu hanya terdiam sepanjang perjalanan, dengan di iringi sebuah lagu sedih, kekecewaan yang ia rasakan telah menumbuhkan rasa benci terhadap sahabat terbaiknya itu,
dan tak terasa akhirnya mobil yang Zaky kendarai telah memasuki basement sebuah gedung pencakar langit yang ada di tengah kota P,
Dengan sabar Zaky mulai menurunkan barang-barang mereka dari dalam bagasi mobil, dan mereka mulai membawa barang-barang mereka masuk kedalam apartment mewah itu,
"Ini apartment mewah lho kak?? memang ini kakak beli sendiri??"
Setelah melihat sekeliling apartment akhirnya jiwa kepo Windu memaksa ia untuk mengeluarkan suaranya.
"Akhirnya keluar juga suaranya!!"
"Ih...males dech sama kakak!! dengan langkah lebar Windu mulai berjalan duluan di depan suamainya itu,
"Eh...mau kemana?? ini kamar kita Ndu!!"
__ADS_1
Seketika Windu yang sudah berjalan agak menjauh, langsung membalikan badan nya, dengan wajah masamnya ia mulai mendekat di mana suami nya berada.
"Huft...gak bilang dari tadi!! " gadis tomboy dengan jeans ketat dan kaos oblong kebesaran itu pun mulai masuk kedalam kamar apartment dan melewati suaminya yang masih berdiri di ambang pintu,
"Hehe..memang tadi siapa yang mau pergi duluan!!"
Windu yang baru masuk kedalam kamar langsung terpelongo melihat kamar mereka yang cukup mewah, dengan dekorasi serba gold
"Wahhh..ini kamar bagus banget kak??"
Windu langsung menjatuhkan tas yang ia bawa di lantai tepat di samping kursi,
"Kamu suka??"
"Sangat kak...suka banget...terus kamar aku di mana??"
"Sini...."
Sambil menarik tangan Windu, Zaky langsung membawa istri kecilnya itu masuk ke kamar mereka, dan tanpa aba-aba, Zaky kembali melancarkan aksinya nakalanya, dengan menyentuh beberapa bagian terdalam Windu akhirnya sang sapi jantan itu mulai memperlihatkan tanduknya,
"Kak Zaky...lepasin aku gak!!"
Zaky hanya diam seribu bahasa, namun tangan nya yang sedari tadi beraksi telah berhasil membuka bagian penutup atas milik sang istri,
"Dasarrrrrrr tukang mesuuuumm!!!"
__ADS_1
Malam itu akhirnya kembali menjadi malam panjang untuk sepasang suami istri itu,
Bersambung....✍️✍️