
Hari ini akhirnya tiba, Sebelum berangkat Zaky menyempatkan untuk menyantap sarapan pagi bersama keluarganya lengkap. Terlihat juga di sana Beno sang adik yang sudah beberapa hari termasuk orang yang di hindari oleh sang istri.
Sambil menyantap sarapan pagi mereka seperti biasa Beno selalu curi-curi pandang ke arah Windu. Dari tatapannya seperti ada sesuatu yang ia sampaikan kepada sahabat sekaligus kakak iparnya itu.
Namun sesuai mandat yang pernah Zaky katakan kepadanya untuk tidak mendekati Windu seperti dulu membuat ia sulit untuk berkomunikasi dengan sahabatnya itu.
"Ehem-ehem, " Mendengar suara Zaky yang seakan memberikan isyarat kepadanya Beno seakan salah tingkah dan kembali melanjutkan sarapannya. Sedangkan Windu langsung mengambilkan segelas air putih dan langsung memberikan kepada suaminya itu.
"Kak Zaky kenapa? keselek makannya?"
Zaky langsung menggeleng sambil menggenggam erat tangan sang istri sembari berbicara lembut dan penuh kasih sayang.
"Jangan khawatir sayang kakak gak papa, cuma tadi kakak lihat tikus yang lagi lihat-lihat makanan kakak."
Seketika Windu, Beno dan papa Zaky tersedak bersamaan saat mendengar mulut Zaky yang terbiasa menciptakan kata-kata kejam dan tegas, tiba-tiba berubah menjadi lemah lembut dan ia juga memperlakukan Windu penuh kasih sayang.
"Kak Zaky baik-baik aja kan?" Windu langsung meletakkan telapak tangan nya pada kening sang suami, namun ia tidak merasakan apa-apa pada saat menyentuh dahi suaminya itu.
"Kakak gak papa yang..kamu ingat ya pesan kakak. Selama kakak pergi kamu jangan dekat-dekat sama laki-laki manapun. Apalagi sama cowok yang diam-diam suka sama kamu."
Zaky mencium punggung tangan Windu dengan mesra. Membuat papa Tama senang karena melihat perubahan besar yang terjadi terhadap putra sulungnya itu. Namun tidak begitu dengan Beno.
__ADS_1
Ia merasa sang kakak sedang menyinggung dirinya yang diam-diam menyukai kakak iparnya itu. Namun saat ini Beno ingin kembali dekat dengan Windu bukan lagi karena rasa cinta yang ia rasakan namun ia ingin meminta bantuan Windu untuk mendekatkan dirinya lagi dengan Mela yang kini telah menjadi mantan kekasihnya sejak pengakuan rasa cinta yang Beno rasakan kepada Windu.
Saat ini Beno sadar bahwa ia tidak boleh menyimpan rasa kepada sahabat yang sekaligus kakak iparnya itu, karena ia sadar bahwa yang ia lakukan itu salah, maka Beno mencoba untuk menghapus rasa cinta nya kepada Windu. Dan kembali memenangkan hati sang mantan yang masih ia cintai.
***
Akhirnya Zaky pun mulai menaiki kendaraanya dengan seorang sopir yang mendampinginya.
Dengan berat hati Windu mencium tangan Zaky melalui jendela mobil Zaky yang masih terbuka. Zaky yang juga merasa kan kesedihan luar biasa langsung mencium kening Windu cukup lama.
"Tunggu kakak pulang ya"
Windu yang tak mampu menahan air matanya hanya mengangangguk kan kepalnya, sembari mengelap hidungnya yang sudah basah.
"Ih--- kak Zaky nyebelin!" Windu langsung memukul pelan lengan tangan Zaky yang sudah basah dengan air matanya.
"Hehehe...ya udah kakak pergi dulu ya! dan jangan lupa! kalau abis ngampus jangan kemana-mana! kakak akan sering vcall kamu!"
"Ehem...kakak juga jaga diri ya di sana!"
Zaky langsung menganggukan kepalanya. Dan tak berapa lama kendaraan milik Zaky pun mulai berjalan meninggalkan kediaman Pratama.
__ADS_1
"Udah jangan nangis lagi! kak Zaky cuma bentar doang kok di sana"
Beno yang sudah sedari tadi berdiri di belakang Windu mencoba menghibur sang sahabat yang tengah di landa kesedihan.
Windu yang mendengar suara Beno langsung menatap ke belakang. Ia melihat Beno masih berdiri di sana. Karena tidak ingin menyakiti hati Zaky dan Mela, Windu pun langsung pergi melewati Beno yang masih menunggunya di sana.Namun Beno yang seakan tahu akan isi pikiran Windu dengan cepat menghentikan pergerakan sahabatnya itu, ia langsung menarik tangan Windu.
"Tunggu...gue gak bakal ngerusak hubungan Lo sama kak Zaky! gue janji bakal buang rasa cinta yang gue rasakan ke elo! please Ndu! saat ini gue butuh bantuan Lo!"
Beno menatap mata Windu sambil mengiba, ia tahu saat ini Windu pasti masih menganggapnya sahabat. Karena Beno dapat melihat di mata Windu tidak ada kebencian untuk nya di sana.
"Lepas dulu Ben!"
Beno pun mengikuti permintaan Windu.
Namun yang Beno harapkan tidak seperti yang dia pikirkan karena, saat Beno melepas genggaman tangannya, Windu Kemabli melangkahkan kakinya meninggalkan Beno.
"Ndu tunggu, gue cuma minta Lo bantu gue dekati Mela lagi!"
"Lo jangan egois Ben! gak semua yang menurut Lo baik. maka itu baik juga untuk orang lain! Mela buka mainan yang bisa Lo mainkan perasaanya."
Windu pun mulai menjauh dari tempat Beno berdiri.
__ADS_1
"AAA--- maafin gue Ndu!! gue menyesal"
Beno berteriak frustasi sambil menarik rambut nya dengan kedua tangannya.