SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Patah hati


__ADS_3

Siang ini sesuai jadwal akhirnya Luby telah tiba di bandara kecil di daerah xxx, tampak Zaky senantiasa menemani sang istri tercinta sebelum keberangkatannya kembali ke kota P.


"Kak Zaky harus sering hubungi Windu, jangan lupa makan ya kak, terus jangan pernah berteman dengan pegawai kak Zaky yang hobi jajan itu"


"Ehem--- " sembari menganggukan kepalanya, Zaky selalu setia memegang erat tangan kekasih hatinya itu,


"Tapi apa kamu gak mau tetap stay di sini Ndu? nanti kakak akan ajak kamu jalan-jalan ke pantai, nanti kita akan pergi ke wisata buah katanya itu adalah salah satu tempat wisata yang bagus disini. Atau kalau kamu memang ingin berbagai kak Zaky akan cari info panti asuhan yang ada di sini, nanti kita akan menyumbang sebagian uang kita di sana, bahkan kita bisa membeli sembako untuk di bagi kan di jalanan"


Untuk tetap membuat sang istri betah di sana, selama di kantor tadi Zaky sengaja bertanya kepada beberapa orang staf nya tentang beberapa tempat wisata yang menarik yang ada di daerah itu ia ingin sekali membuat sang istri senang dengan mengajaknya berjalan-jalan selama ia bertugas di sana, sampai saat ini Zaky berharap Windu akan membatalkan kepulangan nya ke kota P.


"Wah benaran kak? Kak Zaky akan ajak Windu jalan-jalan, terus kita bisa berbagai bersama?"


"Iya pokoknya kita bisa melakukan apapun yang kamu ingin kan di sini Ndu"


"Windu senang dengarnya, pokoknya Windu udah gak sabar untuk balik ke sini lagi, pokoknya setelah acara bakti sosial yang di adakan kampus berkahir. Akhir pekan nya Windu mau datang ke sini"


Zaky hanya dapat tertawa masam, karena bisa di pastikan 3 Minggu lagi baru lah Windu bisa kembali ke daerah itu lagi.


"Kak Zaky gak keberatan kan kalau Windu ke sini lagi?"


"Tentu enggak Ndu, bahkan kakak berharapnya kamu tetap stay di sini sampai kontrak kerja 3 bulan berakhir"


"Kak jangan gitu dong, kan kita sebelumnya udah sepakat. Masa kak Zaky kaya gini lagi, kak Zaky gak ikhlas Windu pulang ke kota P?"

__ADS_1


Cukup lama Zaky terdiam, karena mulut dan hati nya sering tak sejalan beberapa hari ini, karena sejujurnya ia tak iklhas membiarkan Windu pergi meninggalkannya, namun Zaky juga tak ingin membuat sang istri kecewa dan sedih dengan keinginannya itu.


"Kak Zaky kok diam? kak Zaky gak ikhlas Windu pergi!"


"Ikh---las," Windu langsung memeluk tubuh sang suami dan cukup lama ia meletakan kepalanya di dada Zaky, hingga pengumuman akan keberangkatan pesawat menuju kota P pun mulai terdengar. Dengan berat hati itu akhirnya Zaky harus pasrah melihat kepergian sang istri.


Sebuah kecupan di dahi dan lambaian tangan menjadi hari terakhir keberadaan Windu di sana.


***


Zaky yang baru saja sampai di kamar hotelnya merasa uring-uringan sejak kepergian Windu, walau hanya dua hari sang istri di sana, namun hal itu menjadi kebahagian tersendiri untuk dirinya.


Tapi malam ini ia kembali larut dalam kesepian,


bertemankan sabatang rokok dan segelas kopi, Zaky mulai meratapi kesepiannya.


Lukas' calling..


"Halo"


"Hallo Ndu, kamu lagi di mana?"


"Aku di kos kok, ada apa tu?"

__ADS_1


"Kenapa hari ini kamu bolos? kamu sakit Ndu?"


"Owh, aku gak sakit, Cuma kemarin aku ada urusan keluar kota. Memang ada Ka?"


"Aku khawatir aja kalau kamu kenapa-napa Ndu"


"Hehe-- mulai deh gombal nya, gak usah khawatiran aku Ka, karena aku kemarin tu pergi nyusul suami aku ke sana"


"Hahaha--- harus ya, kaya gitu bercandanya Ndu?"


"Aku gak becanda Ka, aku memang udah nikah. Bahkan suami aku tu kakak nya Beno. Sorry Ka, tapi aku gak mau kamu terlalu berharap sama aku"


"Ka---mu serius Ndu? kamu lagi ngerjain aku kan?"


"Maaf Luka"


"Aku sangat kecewa Ndu. Kenapa kamu gak pernah bilang Ndu. Apa kamu tahu? sejak awal kita bertemu aku sudah jatuh cinta sama kamu Windu, dan sebenarnya waktu pesta itu aku ingin mengungkapkan perasaan aku sama kamu. Tapi sekarang -----"


Sebuah senyuman masam yang menyedihkan terukir di bibir calon dokter muda itu, ia tidak menyangka wanita yang ia cintai telah di miliki oleh orang lain. Tanpa berkata Luka yang merasa kecewa langsung mematikan panggilan secara sepihak.


Memang cinta itu sangat menyakitkan di saat cinta harus bertepuk sebelah tangan. Windu yang merasakan kekecewaan Luka kini turut merasa menyesal karena ia tidak berkata jujur sedari awal pertemuan mereka dulu.


"Maaf Ka, aku gak bermaksud untuk nyakiti hati kamu, aku yang salah karena gak bilang sama kamu tentang status aku. Tapi aku harap kamu masih tetap mau berteman sama aku Ka"

__ADS_1


Sambil masih memegang hp nya, Windu pun mulai merenung akan kesalahannya kepada sang sahabat.


Bersambung....


__ADS_2