
Tak terasa hari demi hari terlewati, sejak Beno memilki kekasih, Windu mulai merasa sering kesepian Kembali, di tambah Om Tama, saat ini sering berpergian keluar kota, sehingga ia tidak dapat lagi melihat sang kekasih hati dari jendela kamarnya,
"Hmmm...kenapa hidup gue jadi gini amat ya ...kehilangan sahabat, kehilangan Om Tama,.. apa gue harus minta Beno mempercepat Om Tama buat lamar gue ya?? jadi kalau dia keluar kota gini gue bisa ikut,"
Dan seketika Windu akhirnya mendapatkan jawabannya, malam itu juga ia langsung pergi berkunjung ke rumah Beno untuk menemui sahabatnya itu,
"Beno...Beno...Beno...tok...tok..."
beberapa kali Windu mengetuk pintu rumah Beno, hingga akhirnya keluar seseorang yang tidak dia harapkan membuka pintu rumah Beno,
"Udah malam besok aja ketemu Beno nya!!"
Seketika Zaky langsung menutup pintu itu kembali, tanpa berbasa basi.
"Set dah!!! manusia es yang keluar!!"
Dan Windu memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya, baru besok ia akan berbicara ke pada Beno tentang keinginannya itu.
Pagi ini sesuai keputusannya semalam ia langsung menyetop moge Beno yang akan melewatinya,
"Eh...Lo apa-apaan sih Ndu..."
Seketika windu langsung naik ke atas boncengan moge Beno.
"Eh..Ndu...gue udah telat buat jemput Mela!!"
"Lo masih nganggap gue sahabat lo kan??"
"Iya...iya..gue ngerti, "
Beno langsung menghubungi no kekasihnya itu dan meminta Mela untuk berangkat dengan ojol yang akan dia pesan dari hpnya,
Setelahnya tanpa panjang lebar Windu langsung mengutarakan niatnya, ia meminta Beno untuk menikahkan dirinya dengan sang papa secepat mungkin, dia meminta Beno untuk membuat Om Tama melamarnya Minggu depan,
__ADS_1
Beno yang sedang mengendarai motornya langsung ngerem mendadak, ia merasakan bumi akan runtuh saat itu juga, dia ingin langsung mematahkan keinginan sang sahabat, namun ia masih ingat akan janjinya, dia tidak mau membuat Windu melakukan hal bodoh kaya sebelumnya,
Akhirnya hari itu Beno memutuskan untuk bolos sekolah, ia membawa Windu ke hutan lindung yang ada di kota itu,
Sesampainya di sana Beno dan Windu langsung mencari tempat duduk yang dekat dengan tempat mereka memarkirkan motor,
"Ndu lo yakin mau nikah sekarang?? Lo masih 18 tahun, dan kita masih SMA Ndu!!"
"Iya gue yakin 1000 % Ben, gue mohon sama Lo Ben, Jan Lo udah janji sama gue sebelumnya!!"
"Iya..iya..gue tahu..tapi apa Lo yakin?? gimana cita-cita Lo??"
"Ini gue mau menggapai cita-cita gue Ben, Lo kan tahu dari kecil kalau cita-cita gue itu nikah sama Om Tama."
"Hmmm...ya udah gua akan coba tanya sama papa!! tapi gue minta Lo sabar, dan jangan ngelakuin hal yang aneh-aneh!!"
"Heheh...maksih ya Ben, Lo memang best friend terbaik gue"
Windu langsung mencubit kedua pipi sahabatnya itu,
"Apa yang harus gue lakukan!! gak mungkin gue minta papa buat nikahin Windu,!! gue kira dulu itu hanya khayalan bocah semata, tapi sekarang gue baru sadar seharusnya dulu gue gak ngedukung ide gilanya dia!!"
Beno mondar mandir di dalam kamarnya, hingga akhirnya hp nya berdering, dan saat ia membuka layar hpnya terlihat nama Mela yang sedang melakukan panggilan,
Beno langsung mengangkat panggilan itu, dan Mela yang merasa khawatir karena ketidak hadiran Beno di sekolah langsung menanyakan keadaan kekasihnya itu,
Akhirnya Beno menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya, mulai dari awal masa kecil hingga windu yang minta di lamar sang papa,
Mendengar kegalauan yang di rasakan sang kekasih akhirnya hari sabtu besok Mela berencana untuk mengunjungi Beno,
dan seketika panggilan itu pun berakhir,
Keesokan harinya, setelah makan siang Mela akhirnya berkunjung untuk pertama kalinya ke rumah Beno, dan ia pun langsung di sambut hangat oleh Beno,
__ADS_1
Di sana Mela juga sempat berkenalan dengan Abang Beno yang terlihat tampan namun sangat dingin, dan terlihat sombong,
Beno pun mulai meminta maaf atas perlakuan abangnya dan ia pun menceritakan sifat buruk abangnya itu yang tidak suka dengan wanita,
Sehingga Mela yang terlihat berfikir mendapatkan sebuah ide cemerlang untuk kebaikan Windu, ia pun mulai membisikan kepada Beno tentang sebuah ide yang menurut nya cemerlang,
Seketika Beno yang terlihat ragu, mulai tertarik dengan ide yang Mela sampaikan,
akhirnya mereka memilih waktu yang tepat untuk menjalankan misi mereka itu,
Dan sejak saat itu Beno dan Mela mulai mempersiapkan misinya, hari demi haripun silih berganti, Windu yang sudah ngotot pingin nikah tak bosan untuk terus mengingatkan sahabatnya itu,
Hal itu membuat Beno Pusing, sehingga ia ingin secepatnya merealisasikan rencana licik nya itu.
Hingga akhirnya hari yang di tunggu tiba, dengan memanfaatkan moment ulang tahun sang papa, tepat di hari ulang itu Beno yang di bantu oleh Mela membuat suprise party untuk papanya, dengan mengundang Windu di sana,
Dan malam itu penuh dengan kegembiraan dan menjadi hari yang bermakna untuk om Tama, tepat jam 11 malam pesta itu berakhir dan Om Tama meminta izin untuk istirahat duluan,
Dan pada saat acara surprise party berakhir, diam-diam Beno membawa minuman untuk mereka, dan diam-diam ia telah memasuki obat tidur ke dalam gelas minuman untuk Windu dan Kak Zaky, dan di sana ia di bantu oleh Mela, yang mengantarkan minuman yang telah bercampur obat tidur itu,
Dan tak menunggu waktu lama karena merasakan haus akhirnya Kak Zaky langsung meminum air yang Mela bawa, namun tiba-tiba ia merasakan kantuk yang amat berat dan akhirnya ia memilih meninggalkan pesta itu, dan langsung masuk kedalam kamarnya dan dalam hitungan detik ia pun tertidur pulas,
Sedangkan Windu yang merasakan kantuk langsung tertidur di atas meja makan,
Untuk melancarkan aksinya, Beno langsung menggendong tubuh Windu,
Dan membawanya masuk ke kamar kak Zaky, dengan pelan ia mulai membuka pintu kamar kakaknya itu, dan meletakan Windu tepat di samping kak Zaky, ia langsung menyelimuti kedua anak manusia itu,
Tak lupa Beno langsung membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuh sang kakak dan hanya meninggalkan under wear nya saja, lalu ia mulai bergantian dengan Mela dan menunggu kekasihnya itu di luar kamar,
Mela pun melakukan hal yang sama terhadap Windu, tak lupa ia memberikan obat merah di bagian luar celana pendek windu dan alas kasur tempat Windu tidur,
Bagaimana reaksi Zaky dan Windu keesokan harinya?? dan apa sebenarnya rencana Mela dan Beno ??
__ADS_1
Bersambung....✍️