
Hari ini akhirnya tiba, Luka yang sudah rapi dengan sebuah setelan jas berwarna navy sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang gadis pujaan hati dengan sabar Luka masih menunggu Windu di lantai bawah kos-kosan.
Malam ini rencananya Ia dan Windu akan pergi untuk memenuhi undangan ulang tahun dari suami kakak sepupunya. Dengan membawa sebuah kado ukuran sedang yang telah ia siapkan sebelumnya.
Di dalam kamar Windu yang masih sibuk memilah-milah pakaian yang akan ia pakai untuk malam ini akhirnya memutuskan untuk memakai sebuah gaun di atas lutut pemberian dari sang Tante.
Setelah baju nan indah terpasang di tubuh sintalnya. Windu mulai menyemprot kan sedikit parfum pada kedua lengan tangannya dan mengusapnya ke bagian lengan serta bagian lehernya, Setelahnya ia pun melihat pantulan wajahnya di depan kaca dan akhirnya Windu mulai bersiap untuk berangkat.
Sambil membawa sebuah tas kecil berwarna hitam Windu mulai menuruni setiap anak tangga menuju lantai dasar.
Seketika Luka terpesona saat melihat Windu yang sedang melangkah menuruni anak tangga, mulutnya terbuka lebar saat melihat Windu yang berpenampilan bak seorang putri.
"Ehemm... awas entar ada lalat lho!"
"Eh!" seketika Luka langsung menutup mulutnya sambil tersenyum salah tingkah karena ketahuan sedang memandangi wajah Windu sedari tadi.
Luka yang awalnya malu-malu mulai berdiri dari bangkunya dan berjalan mendekat menuju Windu, bak seorang prince dari negri dongeng ia pun mulai membungkukkan sedikit tubuhnya sembari memegang tangan Windu dan meninggalkan sebuah ciuman di sana.
"You are beautiful !... are you ready to go Princes?"
"Hahahaha...lebay deh tuan! yuk entar kita telat lagi!"
Windu langsung melepaskan genggaman tangan Luka, dan berjalan duluan di depan Luka. Windu tidak ingin Luka berharap lebih darinya, karena ia masih ingat akan posisinya saat ini, sebagai seorang istri dari Zaky.
__ADS_1
Walau ia sudah meminta Zaky untuk mentalaknya, namun laki-laki itu masih bersikukuh untuk tidak menceraikan Windu.
Sedang kan Luka merasakan kekecewaan yang luar biasa saat Windu melepaskan genggaman tangannya, di dalam hatinya yang terdalam Luka sudah sangat jatuh cinta kepada teman SMP nya itu. Sejak awal bertemu dengan Windu, Luka sudah mempertaruhkan hatinya untuk Windu.
Namun saat ini kesabarannya harus diuji untuk mendapatkan hati Windu. Sebenarnya Luka termasuk pria yang cuek dan kutu buku, walau wajahnya yang tampan serta terlahir dari keluarga yang mapan namun dia sama sekali tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita.
"Masih harus bersabar Luka! but i trust.. dia pasti akan menjadi ratu di hatimu!"
Luka menyimpan rasa kecewanya dalam-dalam, sebenarnya malam ini ia berencana untuk menyatakan perasaannya kepada Windu, tapi akhirnya ia menunda hal itu sampai pesta malam ini berakhir.
Sepanjang perjalanan tak hentinya Luka mencuri-curi pandang ke arah Windu melalui sebuah kaca spion yang terpasang di depan.
Sedangkan Windu sedari tadi asik termenung memikirkan nasib pernikahannya dengan Zaky.
Tak berapa lama, akhirnya mereka telah sampai ke sebuah hotel mewah yang terletak di tengah kota P, tampak parkiran hotel telah penuh dengan deretan mobil-mobil, mulai dari mobil kelas standar hinggal mobil mewah telah terparkir rapi di sana.
Windu pun akhirnya mulai turun dari dalam mobil milik Luka, dan tanpa sepengetahuan Windu hal itu kembali membuat Luka kecewa, karena sedari tadi Luka sudah berniat dari awal untuk membantu Windu turun dari dalam mobilnya, sehingga ia tampak seperti pasangan kekasih di mata orang-orang yang melihatnya.
Namun kini hal itu hanyalah angan belaka karena faktanya Windu sudah berada di luar mobil tanpa bantuannya.
Saat mulai memasuki pintu utama hotel Luka pun mulai memberanikan diri untuk kembali meraih tangan Windu dengan perlahan pria berkaca mata itu mulai menggenggam tangan Windu dengan lembut.
Namun tak di sangka hal itu malah membuat Windu risih. Ia sangat merasa kaget dengan perlakuan luka saat ini dan sama sekali tidak menyangka Luka akan kembali menggenggam tangannya.
Dengan perlahan Windu memberikan sebuah senyuman kepada Luka, sembari melepaskan tangannya dari genggaman Luka, ia pun memilih jalan sedikit menjauh dari Luka,
__ADS_1
"Maaf ya Ka! tapi aku gak mau kamu berharap lebih dari aku! kamu pasti bisa mendapatkan seorang wanita yang lebih dari aku Ka!"
Windu bermonolog di dalam hatinya sembari berjalan beriringan dengan Luka namun dengan jarak yang lumayan jauh.
Sesampainya di tepi sebuah kolam renang yang telah dihiasi lampu-lampu yang indah Windu yang baru pertama kali menghadiri sebuah party dengan latar kolam merasa kagum akan indahnya pesta malam hari ini.
Lain hal nya dengan Luka. Pria itu malah merasa cemburu saat melihat mata para lelaki yang menghadiri pesta mulai curi-curi pandang kepada wanita pujaan hatinya.
Dengan sikap posesifnya Luka mulai berjalan mendekat di samping Windu, walau tak bisa memegang tangan Windu, namun ia sudah merasa puas dengan hanya berjalan beriringan dengan sang bidadari tanpa sayapnya itu.
Tanpa di sangka dari sebuah kursi tamu ada sepasang mata elang yang sedang memancar kan api kecemburuan saat melihat kedatangan Windu bersama seorang pria di sampingnya.
Ia adalah Zaky, dengan tatapan penuh amarah Zaky terus melihat ke arah sang istri yang terlihat sangat cantik pada malam hari ini.
Dari kursinya ia dapat melihat banyak pria yang tertarik akan kecantikan istri kecilnya itu.
Dengan rasa cemburu yang besar akhirnya Zaky langsung bangkit dari kursinya tanpa pamit ia meninggalkan Air duduk sendirian di kursi itu.
"Damn...berani nya dia datang dengan seorang pria! lihat apa yang akan aku lakukan kepadamu sayang!"
Dengan langkah lebar Zaky berjalan mendekat menuju Windu dan Luka.
Bersambung...🤗🤗
__ADS_1