
"Andai dari awal aku mengetahui alasan kamu, mungkin saat ini kita sudah hidup bahagia Air, tapi sekarang apa kah kita masih bisa bersatu ?? dan bagaimana dengan Windu???"
Malam itu akhirnya Zaky tertidur di dalam ruang kerjanya akibat kelehan dan stres yang berlebih membuat tubuhnya seakan mati rasa, dan kepalanya terasa berat seperti akan pecah.
Dan pada malam itu setelah memikirkan matang-matang maka Zaky memutuskan untuk pergi ke kota M keesokan harinya, dan akan mencari tahu akan kebenaran kisah yang di cerita kan Davin tentang Air.
Keesokan harinya sebelum subuh Zaky kembali masuk ke kamarnya dia membuka pintu dengan perlahan agar tidak mengganggu Windu tidur, dengan sigap dan telaten ia mulai memasukan beberapa baju yang akan dia bawa ke kota M, setelah selesai mengepack beberapa baju yang akan dia bawa,
Zaky memutuskan untuk segera mandi, setelah menyelesaikan mandinya Zaky langsung masuk ke ruang wardrobe lalu memilih sebuah kaos berwarna putih yang di padukan dengan sebuah celana jeans hitam tak lupa sebuah jeket kulit hitam terpasang di tubuh atletisnya,
Setelah bersiap Zaky langsung berjalan keluar kamar sambil menarik koper nya, namun sebelum keluar dari kamar ia berhenti tepat di depan sofa tempat Windu terlelap dengan intens ia terus memandangi wajah sang istri, nya yang masih tertidur nyenyak,
Saat ia melihat wajah Windu yang masih polos tanpa make up, seketika jantung Zaky berdetak ada getaran aneh yang mengusik hatinya,
"Cantik.." Di dalam hati Zaky memuji kecantikan istri kecilnya itu, dia seakan baru sadar bahwa gadis belia yang telah ia nikahi itu memilik wajah cantik yang natural saat tertidur,
"Maaf....!! "
Tanpa sadar satu kata keluar dari mulut Zaky, sebuah ucapan keramat yang tak pernah ia ucapkan sebelumnya, setelahnya ia pun langsung beranjak dari tempatnya dan pergi keluar dari kamar, menuju kamar sang papa untuk berpamitan dengan alasan mengurus kerja sama yang ada di kota M, sehingga untuk sementara ia meminta papa Tama yang mengontrol pekerjaannya yang ada di kota P.
Setelah mendapatkan izin dari papa Tama akhirnya tak menunggu waktu lama Zaky masuk ke dalam mobilnya menuju bandara.
***
Windu yang berpura-pura tertidur langsung bangkit dari tidurnya, dan tak berapa lama air mata mulai keluar deras dari mata hazel nya,
"Kak Zaky, sebegitu tidak berharganya kah aku di mata mu, sehingga tanpa izin dari ku kau pergi meninggalkan aku di sini,....kenapa kemarin kamu menjemput aku kak?? kenapa kamu seolah meberikan harapan kepada ku?? kenapa waktu itu kau membohongi aku dengan cinta bohong mu???"
"Kenapa kak?? yang aku sesali saat ini kenapa aku harus jatuh cinta kepada mu...apa mungkin ini saat nya aku menyerah kak???"
Tangis Windu semakin pecah ketika iya harus mengatakan kata menyerah atas pengejaran cintanya selama ini kepada sang suami.
__ADS_1
"Selamat tinggal kak.."
Windu menumpahkan segala gundah gulana nya di dalam kamar, ia terus meratapi nasib yang tidak sesuai keinginannya,
"Pernahkah kau bicara tapi tak didengar
Tak dianggap sama sekali....
Pernahkah kau tak salah tapi disalahkan
Tak diberi kesempatan......
Kuhidup dengan siapa ku tak tahu kau siapa
Kau kekasih ku tapi orang lain bagiku
Kau dengan dirimu saja kau dengan duniamu saja
Kau tak butuh diriku aku patung bagimu
Cinta bukan kebutuhanmu
Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskanlah teruskanlah
Kau kau begitu
Teruskanlah..."
__ADS_1
(By. Agnes)
***
Tak terasa sebulan waktu telah berlalu sejak kepergian Zaky ke kota M, Hari ini Windu dan Beno tengah menunggu hasil kelulusan mereka, dengan jantung yang berdegub kencang akhirnya mereka memberanikan diri untuk melihat ke papan pengumuman yang mencantumkan nama-nama siswa yang berhasil lulus,
"Yeeeeaaaa ...gue lulus Ndu!!! gue lulus!!"
Suara teriakan Beno dan kawan-kawannya menggema di lapangan sekolah, dan di papan juga tertera nama Windu sebagai siswi yang mendapatkan hasil UN tertinggi di sekolah mereka, akhirnya setelah sekian lama berjibaku dengan buku pelajarannya Windu kembali menjadi siswi yang paling cemerlang di sekolah itu, Seketika sebuah senyum terbit di bibir gadis cantik tomboy itu,
"Gue berhasil Mel...Ben....gue berhasil!!!"
"Lo hebat Ndu...selamat ya"
"Lo memang sohib terpintar gue Ndu!!"
Beno dan Mela langsung memeluk tubuh Windu,
Dan tak berapa lama tampak beberapa orang guru dan teman-teman Windu memberikan selamat kepadanya,
Beno dan Mela pun merasakan kebahagian yang sama seperti yang Windu rasakan, setelah sebulan belakangan ini akhirnya hari ini Beno dapat melihat senyum dari bibir Windu kembali,
"Mulai hari ini Lo gak boleh sedih lagi Ndu!!! Lo harus bersinar Ndu tunjukkin ke semua orang Lo itu sebuah berlian yang memang pantas bersinar" Batin Beno berucap,
Setelah melewati serangkaian acara makan-makan dan coret-coretan di baju akhirnya pada sore hari Windu yang di antar Beno telah sampai di rumahnya,
Sejak kepergian Zaky Windu memilih untuk tidur di rumah sang Tante, ia juga telah membawa sebagian besar baju dan semua perlengkapannya kembali ke rumahnya, dengan tekat yang kuat setelah masa percobaan 1 bulan tanpa kabar dan berita dari Zaky akhirnya Windu memutuskan untuk move on dari suaminya itu,
Yang membuat Windu semakin yakin dengan keputusannya adalah ketika papa Tama meminta Zaky untuk pulang di hari ulang tahun Windu 2 Minggu lalu Zaky dengan alasan pekerjaan tidak bisa menghadiri acara ulang tahun Windu, Bahkan ucapan ulang tahun pun tidak terdengar dari bibir suaminya itu.
"Selamat datang hari baru..semoga kedepannya aku bisa lebih dewasa...welcome 19"
__ADS_1
Bersambung...🤓🤓