
Saat malam menjelang Zaky yang baru saja sampai di hotel langsung memutuskan untuk segera mandi, karena ia merasakan gerah yang luar biasa harus memakai pakaiannya sedari pagi.
Selesai mandi Zaky mengganti pakainnya dengan sebuah kaos oblong putih yang bertuliskan chantel dan sebuah celana pendek di atas lutut dengan merk yang sama.
Sesaat setelah selesai berpakaian hal pertama yang terbayang adalah wajah sang istri yang masih terus mengganggu pikirannya, dengan cepat ia pun langsung mengambil handphone yang terletak di atas nakas, tanpa menunggu waktu lama ia langsung menekan nomor sang istri yang telah sangat ia rindukan itu.
Di dalam handphone nya tertulis nama
"A love " , ia menulis huruf "A" pada bagian awal "love" hal itu ia lakukan agar nomor telepon milik sang istri berada di urutan pertama di list kontak di dalam handphone nya.
"Dirt"
"Dirt"
Beberapa kali panggilan telah Zaky lakukan, namun Windu belum juga menjawab panggilan telepon darinya. Hal ini tentu saja membuat laki-laki yang baru belajar romantis itu merasa marah dan kesal.
Zaky langsung membanting handphonenya ke atas kasur miliknya.
"Argh..." Zaky berteriak frustasi sambil membaringkan tubuhnya di kasur hotel tempatnya menginap.
Sedang kan di balik kamar lainnya. Sambil berjalan menuju meja rias yang ada di dalam kamar kosnya,Windu yang baru selesai mandi masih asik mengeringkan rambut panjangnya dengan sebuah handuk kecil di tangannya.
"dance monkey dance monkey dance monkey ooo..." sambil menyanyikan sebuah lagu dari tones and I Windu berjalan sambil menggoyangkan badannya mengikuti irama lagu.
"I’ve never seen anybody do the things you do before" langkah nya tiba-tiba terhenti saat ia mulai melihat isi di dalam hp nya. Tampak ada 12 panggilan tak terjawab dari layar hp miliknya.
__ADS_1
" kok gak dengar ya?" Windu mulai membaringkan tubuhnya yang masih berbalut handuk di atas kasur ukuran single size yang ada di kamar kos nya.
Ia pun merasa kaget saat melihat ternyata ada 12 panggilan tak terjawab dari sang
"Handsome bear".
"Kak Zaky?" Sebuah senyuman langsung terbit di bibir berwarna Cherry milik Windu. Ia sengaja membuat "handsome bear" pada nomor kontak milik sang suami, sebelum ia dan Zaky berbaikan
dengan perasaan yang sudah tidak sabar windu kembali melakukan panggilan ke nomor Zaky. Namun beberapa kali ia mencoba untuk menghubungi nomor milik Zaky, tak satu pun panggilan itu di angkat oleh alumni beruang kutub itu.
"kemana sih kak Zaky. Kok gak di angkat!" jari jemari nya mulai menari di atas touchscreen hp miliknya. Sesaat kemudian pesan yang ia kirim ke nomor Zaky langsung terkirim.
Di sana ia menjelaskan alasan sebenarnya kepada Zaky, dan sesaat kemudian tampak centang berwarna biru, yang menandakan bahwa pesan tersebut telah di baca oleh sang penerima pesan. Namun saat sepersekian detik berlalu pesan tersebut tak kunjung di balas oleh Zaky.
Sambil menelentang kan tubuhnya di kasur pikiran Windu mulai menerawang jauh di awang-awang. Hingga suatu ide jahil mulai masuk di dalam pikirannya.
Dengan memposisikan tubuhnya kembali menelungkup. Windu langsung berpose di depan kamera hp nya, ia mengambil beberapa foto sensualnya, yang memperlihatkan dua gunung kembarnya yang sedikit menyembul di balik selembar handuk yang membalut tubuh sintalnya.
"Hahah...mana mungkin si beruang kutub gak tertarik dengan daging segar" tawa Windu memenuhi seisi kamar nya, ia pun mulai memilih sebuah foto paling se---xy dari beberapa yang telah berhasil ia ambil barusan.
Dan satu foto akhirnya terpilih, gerakan tangannya kembali mencari nomor Zaky dan sebuah foto nan se---xy pun langsung terkirim ke nomor sang handsome bear.
Dan setelah gambar itu bercentang biru tanpa menunggu lama sebuah vcall pun langsung masuk ke hp milik Windu.
Ia memilih untuk bangkit dari kasur dan berpindah duduk ke sebuah sofa yang ada di kamar kos yang memiliki standard hampir sekelas hotel bintang 4 itu.
__ADS_1
Saat Windu mengangkat vcall itu, tampak wajah Zaky memenuhi layar hp milik nya, wajah sang tuan mesum itu sudah berubah sedikit berwarna dari pada sebelumnya.
Sedangkan Windu yang tak dapat menahan tawanya langsung tergelak saat tahu suami dinginnya kembali menelpon dirinya menggunakan video calling. Sedari awal Windu sudah yakin akan berhasil dengan jebakan yang ia buat untuk Zaky.
"Kenapa tertawa! senang lihat kakak yang dari tadi khawatir di sini!" melihat amarah mulai merasuki sang suami, Windu kembali bangkit dari sofa dan berpindah naik ke atas kasur single size itu, tak lupa ia tidur secara menelungkup di atas kasur. Dengan menonjolkan bagian dadanya, Windu kembali mencari jalan aman untuk dirinya.
"Ih-- kakak kok sensintif sih, Windu kan tadi lagi mandi pas kak Zaky telpon, ini aja masih pakai handuk." Dua buah bergantung itu mulai menarik perhatian sang lawan bicara, dengan nafas yang mulai naik turun beberapa kali Zaky mencoba untuk menelan Saliva nya.
"Hmmm---- iya kakak tahu. Tapi kakak kan rindu banget sama sayang! I need you this night!" tanpa basa basi, sang beruang kutub yang sudah terpancing langsung menunjukan cakarnya. Zaky menatap Windu dengan pandangan ingin memangsa. Sedangkan Windu yang berada ribuan kilo jaraknya dari Zaky, tak hentinya menunjukan hal-hal sen--sual kepada suami mesumnya itu.
"Sama kak, Windu juga kangen sama kakak."
Bibir merahnya mulai berkata lembut nan manja kepada suami yang sudah terpancing hingga di ubun-ubun.
"Hmmm...itu nya boleh di buka semua gak yang?" otak Zaky tak dapat lagi berpikiran jernih, has--srat nya yang membuncah memaksanya untuk keluar, dan yang terbayang di kepalanya kini hanya dua botol susu size jumbo dan tempe goreng nan sempit milik sang istri.
"Memang kak Zaky mau apa? kok minta di buka!" Sambil menahan tawanya, Windu kembali melancarkan aksinya untuk menjahili sang suami yang terlihat sedang menahan sesuatu dari dalam dirinya.
"Hmmm---- yang kakak mau itu! kakak kangen yang!" suara yang sering terdengar tegas keluar dari mulut Zaky telah berubah parau, mata nya pun mulai mengitari seluruh bagian sang istri yang dapat ia lihat dari depan layar ponselnya.
"Kakak mau? sini dong!" dengan mengedipkan sebelah matanya Windu mencoba untuk kembali mengerjai suami mesumnya itu. Di dalam hatinya Windu tengah tertawa senang saat melihat keusilannya berhasil. Ia mampu membuat suaminya itu mengiba kepada dirinya saat ini.
Hy para readers Ter love mau lanjut gak ceritanya ?? kalau ia jangan lupa buat tinggalin like, vote n coment nya ya..makasih...🤗🤗🤗😘
Bersambung...😂😃
__ADS_1