SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Merindukannya


__ADS_3

Sesampainya di sebuah RS yang terdekat dari tempat ditemukannya Windu kini Beno berada. Perasaan was-was dan cemas tengah menyelimuti dirinya kini.


"Ben----, Beno"


"Mela, akhirnya kamu sampai juga"


Mela berjalan mendekat ke arah sang kekasih yang terlihat basa kuyup,


"Kenapa baju kamu basah gini Ben? "


"Aku tadi kehujanan saat menolong Windu Mel, Bahkan tadi baju Windu lebih basah dari aku tapi untung aja pihak RS ada baju ganti untuk pasien jadi Windu udah ganti baju Mel"


"Tapi kamu juga harus ganti baju Ben, nanti malah kamu ikutan sakit lagi"


"Aku gak papa sayang"


"Udah pokonya kamu tunggu di sini"


Mela pun seketika menghilang dari hadapan Beno Beno sama sekali tak dapat menghentikan keinginan kekasihnya itu.


Tak berapa lama, tampak seorang perawat yang sudah berdiri di depan pintu pemeriksaan.


"Keluarga ibu Windu"


Beno yang mendengar panggilan langsung bangkit dari kursi nya,


"Iya sus saya keluarga dari pasien Windu, bagaimana dengan Windu sus"


"Silakan masuk ke dalam pak, dokter akan menjelaskan kondisi ibu Windu"


Dengan pakaian yang basah kuyup Beno mengikuti langkah sang suster,


"Permisi dok, "


"Silakan duduk pak"

__ADS_1


Beno pun mulai duduk berhadapan dengan sang dokter,


Kurang lebih 20 menit sang dokter memberikan penjelasan tentang kondisi Windu terkini. Dari hasil pemeriksaan Windu dinyatakan mengalami kelelahan yang menyebabkan dehidrasi berat, Selain itu setelah dokter melakukan USG terhadap kandungan Windu tampak kandungan Windu terlihat lemah, sehingga rentan keguguran.


Setelah mendengar semua penjelasan dari sang dokter, membuat Beno bertambah galau, Beno yang sudah berganti baju masih terdiam di sebuah sofa tunggu yang terdapat di kamar rawat inap Windu, sesaat setelah meninggalkan ruang pemeriksaan, ia tak menyangka begitu sulitnya kehamilan Windu saat ini,


"Ben, udah dong jangan menung terus, percaya deh Windu pasti bisa melewati semua nya dengan baik"


"Aku kasihan sama Windu Mel, padahal dulu dia jarang banget sakit, sekarang dia sakit harus sampai di obname kaya gini. Gimana dengan kondisi ponakan gue nantinya Mel, sekarang aja kak Zaky udah nyakiti Windu dan calon anaknya sampai kaya gini. Apa mungkin ponakan gue bisa bertahan Mel?"


"Sabar ya Ben, saat ini yang penting kita jangan putus berdoa, dan kita harus dukung kehamilan Windu, jangan buat dia sampai stress kembali,"


"Itu yang mau gue lakuin Mel, gue gak mau sampai Windu kembali stress dan sakit seperti ini. tapi gue juga pingin kak Zaky tu sadar dan percaya sama Windu."


"Hmm---Sorry Ben tapi aku ada ide gimana sementara ini kita sembunyi in Windu dulu, kita buat kak Zaky sadar betapa sakitnya kehilangan seorang istri, gue yakin kalau dia udah kehilangan Windu sama calon anaknya pasti dia bakal nyesal banget"


"Gue setuju, tapi gimana caranya Mel? di mana tempat yang gak akan di temukan oleh kak Zaky Mel"


"Kita harus koordinasi sama Tante Via, gue yakin 100% Tante via pasti bakal bantuin kita"


Cukup lama Beno berpikir tentang saran dari Mela, Namun ia tidak ingin kedepannya Tante Via malah akan berusaha untuk memisahkan sang kakak dengan Windu.


"Deal, " Beno langsung mengajak Mela untuk bersalaman, "makasih ya Mel lo selalu ada buat gue" Seketika Mela memberikan senyum termanisnya kepada Beno,


***


1 Minggu kemudian


Di kediaman Pratama, tak hentinya papa Tama terus marah dan berteriak kepada sang putra sulung. Ia tak menyangka Zaky bisa seceroboh ini, seseorang pria yang biasanya loyal dalam bekerja saat ini bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang manager di Kabupaten K.


"Dasar anak gak tahu di untung, papa sangat kecewa sama kamu Zaky, kamu tinggalkan tanggung jawab kamu, dan sekarang kamu juga menyia-nyiakan istri kamu yang tengah mengandung. Kamu sadar Zaky, Windu itu anak yatim piatu, yang dia miliki hanya Via dan kita, tapi sekarang apa yang udah kamu buat ke Windu!"


Zaky yang sudah terlihat kacau hanya dapat terdiam tanpa bisa menjawab semua pertanyaan sang papa yang terlihat kembali murka kepadanya.


"Lihat penampilan kamu Zaky! bagaimana bawahan kamu mau ngehormati atasannya kalau sama penampilan sendiri saja kamu acuh, lihat ini"

__ADS_1


Papa Tama langsung membuang puntung rokok yang entah sudah berapa batang Zaky hisap.


Dengan kedua mata panda dan baju yang aut-autan kini Zaky hanya dapat menerima amarah sang papa, sungguh kini ia sangat menyesal akan kesalahannya, bahkan Zaky merasakan kesedihan yang luar biasa saat di tinggal sang istri dan calon anak mereka,


"Papa mau tanya bagaimana kamu bisa meragukan anak yang tengah di kandung Windu? jawab? jangan jadi pria pengecut Zaky"


Zaky yang merasa bersalah sama sekali tak membantah semua perkataan sang papa kepadanya. Dengan lesu dan tertunduk Zaky menerima semua kemarahan sang papa.


"Papa kecewa Zak, dari dulu papa udah menganggap Windu seperti anak papa sendiri. Bahkan papa juga berharap Bisa menjadikan Windu mantu papa. Tapi saat kini Windu sudah benar-benar menjadi menantu papa. Malah kini kamu menyakitinya"


Zaky langsung berdiri dari kursinya, dia pun langsung berlutut di kaki sang papa,


"Maafkan Zaky pa, Zaky khilaf pa, Zaky gak pernah berniat untuk menyakiti Windu pa, Zaky kebawa emosi waktu itu. Zaky gak mau ditinggal Windu pa, Zaky sangat mencintai Windu dan calon anak kami pa,"


"Maaf? kamu salah jika harus minta maaf sama papa Zaky, seharusnya kamu minta maaf kepada Windu, bukan papa! Dan kalau benar kamu sangat mencintai istri kamu, gak mungkin sampai dua kali Windu pergi meninggalkan kamu! Seharusnya dari awal Windu pernah pergi dari kamu, saat itu juga kamu belajar akan kesalahan kamu, dan berubah. Tapi saat ini kamu malah buat kesalahan yang lebih fatal"


"Zaky tahu pa, Zaky tahu---- tapi ini sungguh berat untuk Zaky pa. Dan Zaky menyesal bahkan sangat-sangat menyesal, Zaky enggak mau kehilangan Windu pa. Entah kenapa Zaky sangat cemburu jika Windu dekat sama pria lain,---"


"Termasuk Beno? adik kamu sendiri Zak?"


"Iya Zaky tahu Zaky salah karena cemburu akan kedekatan Windu dan Beno, tapi itu semua karena Zaky sangat mencintai Windu pa"


Zaky yang mulai putus asa langsung meninju -ninju lantai beberapa kali hingga membuat tangan menjadi memar dan mengeluarkan darah


"Zaky hentikan, jangan bodoh dengan menyakiti diri sendiri"


"Bantu Zaky pa, Zaky ingin Windu"


Papa Tama hanya dapat terdiam, ia dapat melihat Zaky begitu menyesal saat kehilangan Windu, bahkan Zaky yang paling kuat dan tidak pernah meneteskan air matanya, hari ini memperlihatkan ketidak berdayakan nya terlihat sangat jelas mata pria yang dulunya terkenal dingin itu sedang berkaca-kaca.


"Untuk urusan kantor papa akan minta Yudi yang mengurusnya saat ini. Dan papa beri kamu waktu 1 Minggu untuk membawa menantu dan calon cucu papa kembali ke rumah ini!"


Papa Tama akhirnya pergi meninggalkan Zaky yang masih berlutut di atas lantai, dengan tangan yang berdarah.


"Terimakasih pa, Zaky janji akan berusaha untuk membawa Windu pulang ke sini" setengah berteriak Zaky menjawan pernyataan sang papa

__ADS_1


"Tunggu aku Ndu, aku akan mencari di mana pun kamu berada Ndu,"


Bersambung....✍️✍️


__ADS_2