SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Keegoisan Windu


__ADS_3

Mentari pun mulai meredupkan sinarnya dan berganti dengan sang rembulan yang memancarkan sinar indahnya di dalam gelapnya malam.


Windu yang baru saja menyelesaikan makan malamnya langsung membuka sebuah laptop yang sudah terletak di atas meja belajarnya.


Jari jemarinya mulai berselancar bebas di atas sebuah keypad.


Hingga jam menunjukan pukul 20:30 malam hp nya yang terletak di samping nya pun mulai berdering. Seakan sudah tahu siapa yang akan menghubunginya dengan wajah yang berbunga-bunga Windu langsung mengangkat panggilan yang di lakukan oleh suami mesumnya itu.


Terpampang jelas wajah Zaky memenuhi layar hp nya saat ini. Namun wajah pria yang ia cintai itu terlihat berbeda dari sebelumnya tampak wajah kelelahan dan sama sekali tidak bersemangat.


"Kakak sakit? atau penyakit kakak kambuh?"


Kekhawatiran yang Windu rasakan terhadap dirinya seakan menjadi pengobat untuk Zaky yang tengah pusing dengan beberapa permasalahan yang tengah dihadapinya saat ini.


"Kamu mau datang kalau kakak saki?"


Windu yang melihat gurat keresahan yang Zaky rasakan masakan iba terhadap kondisi suaminya saat ini, namun saat kembali mengingat kewajiban sebagai seorang mahasiswa membuat ia kembali dilema di antara suami dan pendidikannya.


"Iya kak, Windu pasti mendampingi kakak kalau kakak sakit"


Windu akhirnya mencoba untuk melawan rasa egois yang ada di dalam dirinya. Ia tak mau membuat rumah tangganya kembali aut-autan karena keegoisannya.

__ADS_1


"Kalau gitu "iya" kakak sakit Ndu, kamu ke sini ya?" Akibat perlakuan yang sempat dilakukan oleh salah seorang pegawainya siang tadi, membuat Zaky hampir mengalami kambuh. Untungnya sang supir yang sudah ikut bersama nya selama ini mengetahui cepat, sehingga ia membantu Zaky untuk mendapatkan obatnya segera.


Dan saat ini Zaky tengah mengharapkan obat mujarabnya yaitu istri tercintanya.


Dengan tatapan mata bak elang dan hidung bangir serta bibir sexy yang bervolume membuat Windu yang tengah asik menatap layar hp merasa selalu merindukan suami tampannya itu.


"Benaran kakak sakit? kalau gitu aku bakal mohon sama papa supaya mencabut hukuman untuk kak Zaky ya? jadi kakak bisa kerja di sini lagi"


"Gak Ndu, kakak gak bisa pulang sebelum berhasil menjawab tantangan papa"


"Tapi kakak kan sakit, jadi kakak gak usah maksain diri kakak untuk bertahan di sana kak"


Dulu dia hanya berharap ingin mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dengan menikahi seorang pria yang mampu membawa nya kepada kebahagian yaitu papa Tama. Dan tak pernah terbesit di hati nya untuk melanjutkan kuliah saat ia tamat dari bangku SMA.


Namun saat ini setelah bersusah payah dengan segala macam cobaan yang menyertai akhirnya ia telah mendapatkan suami yang ia harapkan selama ini dan itu bukan lah papa Tama, namun Zaky anak dari papa Tama.


Saat kenyamanan itu dapat ia rasakan malah hal yang tak pernah ia harapkan kini mulai menjadi prioritas utama nya selain menjadi seorang istri yaitu menyelesaikan kuliahnya di bidang kedokteran yang sama persis dengan bidang yang dulu di geluti oleh kedua orang tuanya.


Windu ingin saat ia telah berhasil menjadi seorang dokter nanti maka ia ingin membantu orang yang kurang mampu untuk bisa sehat dengan gratis.


"Kak--- Windu sayang sama kakak, tapi ada hal yang sama pentingnya untuk Windu saat ini."

__ADS_1


"Kamu bohong Ndu! kamu sama sekali tidak sayang sama kakak! bulshit!"


Seketika layar hp itu berubah gelap, Zaky yang merasa kecewa langsung mematikan panggilan v call nya secara sepihak. Saat Windu mencoba untuk melakukan panggilan kembali namun hand phone milik Zaky tak dapat lagi di hubungi.


"Arghhh...kenapa jadi gini sih kak! " Windu langsung membanting handphonenya ke lantai. Tangisnya langsung memenuhi kamar yang berukuran 10x 10m itu.


Zaky yang sedang di selimuti amarah langsung pergi meninggalkan kamarnya dan untuk pertama kalinya ia pergi mencari hiburan di luar sana.


Setelah menelpon salah satu anak buah nya yang mengenal jelas tentang seluk beluk daerah itu. Zaky langsung bertanya di mana tempat yang dapat membantunya menghilangkan stres yang saat ini melandanya.


Dengan senang hati sang pegawai pria itu pun menawarkan diri untuk menemani Zaky ke tempat yang Zaky inginkan.


Dengan membawa supir pribadinya mobil Zaky melaju ke sebuah tempat yang sang pegawai yang bernama Damar sebutkan tadi. Di sana tampak Damar pegawai Zaky sudah menunggu nya di atas motornya.


Sebuah club' malam yang cukup terkenal di sana menjadi tempat penghilang stres yang Damar arahkan kepada Zaky.


Zaky yang cukup lama tinggal di negara luar saat menuntut ilmu sudah tidak asing dengan tempat seperti ini. Namun ia tidak pernah menyentuh wanita ataupun minuman keras yang ada di sana.


Bagai mana dengan saat ini, saat hatinya tengah terluka dengan sikap sang istri tunjukan kepadanya.


Bersambung....🤨🤨

__ADS_1


__ADS_2