SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Selamat tinggal Zaky


__ADS_3

Di bawah rintik hujan Windu berlari tanpa arah, air matanya tak berhenti jatuh membasahi pipi nya. Sesak itu yang ia rasakan saat ini, bagaimana sang suami tega menuduh nya menyukai pria lain, bahkan yang paling ia sesali dengan mudahnya Zaky meragukan bayi yang tengah ia kandung.


"Hiks--- AAAAAAAAAAA" Windu berteriak di bawah guyuran hujan yang semakin lebat, di sebuah taman yang biasanya di padati oleh orang-orang yang mencari hiburan kini tampak sepi karena guyuran hujan, namun Windu kini berdiri di sini. Ia terus menangis mengeluarkan rasa sesak yang ada di dada.


"Kamu tega kak, kamu jahat sama aku! kenapa kamu bisa berkata seperti itu kepada aku kak, apa sebegitu kecilnya kepercayaan kamu terhadap aku? saat kamu berbuat salah aku masih mau maafkan kamu kak, bahkan saat kesepakatan kita tentang anak kamu langgar, aku masih setia di sisi kamu, aku bahkan sudah menerima kehamilan aku. Tapi sekarang apa yang aku dapat??"


"Hiks--- Ayah, bunda bawa Windu pergi, Windu gak mau lihat kak Zaky lagi, Windu mau ikut ayah sama bunda aja, "


Windu yang merasa putus asa memutus kan untuk terus berjalan menapaki kakinya di jalanan aspal. Cuaca dingin sama sekali tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berjalan, setiap tetes air mata Windu tampak telah menyatu dengan deras nya guyuran hujan di malam ini.


***


Di dalam sebuah mobil kini Zaky tengah mengendarai mobilnya mengitari jalanan perumahan, ia tampak menyesali semua kesalahannya kepada Windu, karena perasaan cemburu yang berlebihan membuat ia tanpa sadar telah menyakiti hati sang istri tercinta yang tengah mengandung darah dagingnya.


"Kamu di mana Ndu? maaf kan kak Zaky Ndu! tolong jangan tinggalkan kakak Ndu."


Tanpa sadar untuk pertama kalinya air mata Zaky pun keluar dari pelupuk matanya, pria keras dan tegas itu tampak Melo saat kedua kalinya di tinggal pergi oleh Windu,


"Jangan pergi Ndu. please kembali ke sini, kakak janji tidak akan membuat kesalahan lagi Ndu. Kalau bisa milih lebih baik kamu tusuk aku pakai pisau, dari pada kamu pergi ninggalin aku kaya gini"


"BUGH" beberapa kali Zaky terus memukul bagian stir mobilnya,

__ADS_1


"Maaf kan kak Zaky Ndu, maaf karena harus jadi pria bodoh, pria idiot, maaf kan aku yang breng***sek ini" sepanjang jalan Zaky tak hentinya terus menuelahkan dirinya sendiri.


Sedang kan di lain tempat Beno yang mengetahui kepergian Windu juga ikut mencari keberadaan sang sahabat menggunakan moge kesayangannya,


Saat dari kejauhan Beno melihat Zaky memutar mobilnya ke arah kiri, maka Beno pun memutar mogenya ke sebelah kanan, dengan perlahan ia melihat-lihat ka arah taman yang ada di dekat perumahannya, Ia begitu menyesali semua ulah sang kakak, yang kekanak-Kanakan.


Apalagi dia begitu shok saat mengetahui Windu kini tengah mengandung buah hatinya bersama Zaky. Dan kini di dalam lebat nya hujan Windu harus berjalan sendirian hanya karena membela dirinya yang tak pantas di bela.


Saat mogenya mulai memasuki jalan raya dengan sabar Beno mengitari jalanan aspal yang tampak sudah sangat basah dengan hujan masih mengguyur kota P.


Tak berapa lama akhirnya keberuntungan tengah berpihak kepada Beno, dari jarak 300 m ia dapat melihat seorang wanita yang ia yakini adalah Windu tengah berjalan tanpa alas kaki.


Beno pun mulai mempercepat laju kendaraannya, hingga ia mulai menyalip Windu yang akhirnya mulai menghentikan langkah kaki nya, Beno dapat melihat kondisi Windu yang sangat menyedihkan, tampak kini wajah sang sahabat yang sekaligus kakak iparnya sudah pucat dengan bibir yang membiru.


"Beno" Windu yang sudah menyerah langsung memeluk tubuh sang sahabat dengan erat, hingga kaki nya tak mampu lagi menopang tubuhnya, Windu pun terjatuh di dalam pelukan Beno,


"Ndu, Ndu, sadar Ndu" dengan cekatan Beno langsung mengangkat tubuh Windu ke dalam pangkuannya, ia pun langsung menghentikan sebuah mobil yang lewat di jalanan itu, setelah salah satu mobil berhenti, Beno pun meminta bantuan kepada sang sopir untuk dapat menumpangi dirinya dan Windu ke RS terdekat,


Tak di sangka sang sopir baik hati itu yang ternyata seorang wanita dengan senang hati langsung setuju untuk mengantar Windu ke RS terdekat.


"Makasih mbak karena sudah mau menolong kami"

__ADS_1


"Iya mas, jangan khawatir, biar motor mas nanti di antar sama orang bengkel langganan saya"


"Gak, papa mbak, besok pagi biar saya ngambil motornya"


"Udah gak papa mas, kebetulan bengkelnya dekat kok dari sini"


"Wah kalau gitu sekali lagi saya ucapkan termakasih banyak ya mbak" Beno sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang baik dalam situasi urgen seperti saat ini.


"Sama-sama mas, semoga pacarnya baik-baik aja ya mas,"


"Hmm-- kami hanya sahabat mbak"


"Owh begitu ya"


Beno yang masih tampak khawatir dengan keadaan Windu tak dapat menjelaskan lebih tentang hubungan mereka yang sebenarnya, yang paling penting baginya saat ini adalah bisa membawa Windu ke RS untuk mendapatkan pertolongan pertama.


"Aku akan membuat kak Zaky menyesal Ndu, aku akan membuat ia sadar betapa penting nya kamu."


Tak berapa lama Beno langsung menghubungi nomor Mela sang kekasih, Beno pun memberikan penjelasan singkat tentang kejadian yang telah menimpa Windu saat ini.


Ia pun meminta Mela untuk menemaninya menjaga Windu selama di RS, Beno tidak mau membuat kesalah pahaman kembali antara dirinya dan Mela, tak lupa Beno memesan mobil online untuk menjemput sang kekasih yang sampai kini masih bisa memahami dirinya.

__ADS_1


Bersambung....✍️✍️


__ADS_2