SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Kembali salah


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang dari bandara Zaky yang telah kembali ke mode awal hanya diam seribu bahasa, ia sama sekali tak memperdulikan Windu yang saat ini duduk di sampingnya,


Papa Tama yang duduk di samping sopir hanya bisa diam melihat perubahan drastis dari Zaky setelah kepulangannya dari kota M,


Ia berencana akan membahas perubahan Zaky saat mereka telah Samapi ke rumah mereka, kerena papa Tama tidak ingin menyakiti hati sang menantu apabila nanti nya keluar kata-kata kasar yang keluar dari mulut Zaky seperti di awal perjumpaan Windu dan Zaky di bandara tadi.


Sedangkan Windu sedari tadi mencoba untuk menahan air mata nya yang kembali ingin keluar, dengan menggenggam erat ujung jumpsuit yang ia pakai Windu memalingkan wajah nya ke jendela mobil,


"Kenapa hati aku sakit...aku gak pernah merasa kan hal seperti ini sebelumnya, kamu jahat kak..setelah semua yang kamu lakukan kepada ku, hari ini kamu kembali menjadi orang yang tak ku kenal.."


Setetes demi setetes akhirnya air mata Windu mulai membasahi pipi putihnya.


Dan tak menunggu berapa lama akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di kediaman Zaky, dari dalam mobil Windu dapat melihat motor gede milik Beno telah terparkir di sana, dengan rasa malas akhirnya Windu memutuskan untuk kembali ke rumah tantenya,


"Percuma gue ikut kak Zaky, toh ujung-ujungnya pasti kena marah lagi, mending gue balik ke rumah Tante Via aja"


Setelah mobil terpakir sempurna Zaky dan papa Tama langsung turun dari mobil dan meninggalkan Windu sendiri di dalamnya, dan setelah menghapus jejak air matanya Windu pun ikut turun dari dalam mobil dan berbalik arah menuju rumah sang Tante,


Saat di tengah taman tiba-tiba terdengar suara Zaky yang membuat Windu menghentikan langkahnya,


"Mau kemana??? dasar anak kecil!! suami pulang dari luar kota malah mau melarikan diri!! apa kamu udah bosan hidup!!!"


Windu merasa kaget dengan semua perkataan kasar yang keluar dari mulut Zaky, kata sayang dan cinta yang dulu pernah Zaky ucapakan serasa semua hanya kata-kata bohong untuknya,


"Kenapa masih diam!!! ayo masuk!!"

__ADS_1


Akhirnya Windu memilih masuk kedalam rumah Zaky, ia tidak mau harus bertengkar dan merasakan sakit hati kembali apabila melawan kata-kata suaminya itu,


dengan perlahan ia mulai berjalan mengikuti langkah sang suami,


"Hmmmm...habis manis sepah di buang... kayanya kejadian yang gue alami ini deh yang cocok dengan pelajaran gue waktu SD"


"Hmmm..harus ketemu dengan Beno lagi...amsyong benar kehidupan gue..."


Sambil berjalan Windu terus bermonolog dengan hatinya yang sedang gundah gulana,


Sesampainya di dalam rumah Beno yang sedang menonton tv di ruang tamu langsung melihat kedatangan sahabat sekaligus kakak iparnya itu,


"Hmm...Ndu??? akhirnya Lo mau lihat gue lagi!!"


"Ndu..Lo gak papa kan??"


"Lepasin gue Ben..."


Zaky yang melihat adegan yang terjadi di hadapannya hanya bersikap cuek, ia pun berjalan melewati Windu dan Beno,


"Dasar cowok gak punya hati, udah salah main ninggalin lagi!!"


Zaky yang mendengarkan celotehan Windu sama sekali tidak mengindahkan ucapan istrinya itu, dengan arogan nya ia terus berjalan dan naik ke atas tangga menuju kamarnya,


Beno merasa kaget dengan sikap sang kakak yang kembali ke mode awalnya, dengan hati-hati ia mencoba kembali mengajak sahabatnya itu berbicara,

__ADS_1


"Ndu..gue mohon maafin gue Ndu!! gue tahu ..gue udah kelewatan sama Lo dan kak Zaky, tapi gue gak bisa kalau di benci sama Lo, Lo boleh nampol gue, cekik gue atau apapun itu, tapi jangan diamin gue kaya gini Ndu!"


"Hmm..Lo tahu Ben!! karena perbuatan Lo gue sekarang ngerasain sakit hati Ben!! Lo tahu gue gak pernah ngerasa sakit seperti saat ini Ben!! gue..gak pernah di anggap Ben!! kemarin dia bilang sayang dan cinta sama gue, bahkan gue udah ngasih hati gue buat dia Ben!! tapi sekarang gue gak di anggap!!"


Sambil menunjuk ke arah dadanya Windu pun kembali menangis,


"Di sini sakit Ben!!"


Seketika Beno merasa bersalah kembali kepada Windu, ia merasa kasihan melihat sahabatnya yang jarang menangis, namun sejak menikah dengan sang kakak ia sering melihat air mata keluar dari mata sahabat nya itu,


Dengan erat ia memeluk tubuh Windu yang bergetar akibat menahan tangis sedari tadi,


"Maafin gue!! maafin gue Ndu!! kalau Lo menderita mending Lo pisah sama kak Zaky, gue bakal bantuin Lo Ndu..gue janji bakal bantu elo!!" Tiba-tiba mata Beno berubah merah, ia meneteskan air mata saat merasakan kesedihan yang Windu rasakan,


"Gue...gu-e...udah terlanjur cin-ta Ben..gu-e cin-ta sama kakak Lo!!"


"Whattt?? Shittttt!!!!!!"


Saat mendengar ucapan Windu Beno langsung menarik rambutnya frustasi, ia pun beralih meninju sebuah keramik yang ada di ruang tengah, dan membaut keramik itu pecah berderai, tak sampai di situ, Beno juga menjedotkan kepalanya ke dinding yang ada di sana, hingga darah segar mulai mengalir dari kepalanya,


"Ben...berhenti...Lo apa-apaan Ben!!" Windu langsung menahan tubuh sahabatnya itu, ia pun menarik tubuh Beno ke arah sofa, papa Tama yang mendengarkan keributan dari lantai bawah, langsung keluar dari kamarnya, dan ia terkejut saat melihat wajah Beno yang telah berlumuran darah,


"Beno...kamu kenapa??" dengan sigap papa Tama turun dari lantai atas dan dengan sigap papa Tama yang di temani Windu langsung membawa Beno ke RS terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama,


Bersambung....🤓🤓

__ADS_1


__ADS_2