SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Salah sangka


__ADS_3

Selama di desa K sama sekali Windu tidak pernah mengikuti kegiatan baksos, sedari awal hingga pagi ini Windu masih terbaring di atas kasurnya.


"Ndu, kami berangkat ke ke kantor desa dulu ya, karena pagi ini pembukaan baksos nya di mulai, nanti jam 10 an aku ke sini lagi untuk ngantar obat untuk kamu, gak papa kan Ndu?" dua orang sahabat Windu berpamitan kepada Windu yang masih terbaring di atas selembar kasur tipis,


"Iya gak papa, aku udah agak baikan kok, kalian gak perlu mengkhawatirkan aku" Windu langsung bangun dari tidurnya dan mulai duduk, sambil menahan rasa pusing yang masih terasa di kepalanya. Namun ia tidak ingin merepotkan orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Baiklah Ndu, kami pergi dulu ya Ndu"


"Ok, good luck ya guys, semoga hari ini menyenangkan"


"Oke, kamu juga baik-baik disini. Kali udah lebih baikan nanti kamu nyusul aja ya Ndu"


"Ehem" Windu langsung mengganggukkan kepalanya.


Setelah kepergian dua sahabatnya Windu mencoba bangkit dari tidurnya, ia pun langsung mencari kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket akibat tidak bisa mandi sejak kemarin. Sambil menempelkan tubuhnya di dinding, Windu berjalan pelan.


Tak butuh waktu lama, Windu telah siap dengan baju kaos berwarna putih yang bertuliskan bakti sosial di desa K lengkap dengan nama universitas tempat ia menuntut ilmu saat ini.


Dengan tertatih Windu pun kembali ke dalam kamarnya, dan mulai mempersiapkan beberapa perlengkapan yang akan ia bawa menuju tempat di selenggarakan nya baksos.


Setelah merasa siap, Windu langsung menyantap nasi goreng yang sudah di siapkan oleh panitia, namun saat ia mulai membuka cup nasi goreng, tiba-tiba perutnya langsung terasa mual, dengan cepat Windu kembali masuk ke dalam kamar mandi dan memuntahkan kembali isi perutnya di sana.


"Aduh, aku kenapa sih? perasaan aku gak punya sakit magh, tapi kenapa perut kan gak stabil kaya gini".


Setelah kembali ke dalam kamar, Windu langsung mengoleskan bagian kepala serta perutnya yang melilit dengan minyak kayu putih.

__ADS_1


Setengah jam kemudian saat ia merasakan tubuhnya sudah merasakan lebih baikan, Windu memilih pergi menyusul rombongan kampusnya di kantor kepala desa.


Dengan perlahan Windu melangkahkan kakinya menuju kantor kepala desa yang berjarak setengah kilo dari tempat kediaman mereka saat ini.


Diam-diam dari kejauhan ada seseorang yang sedari tadi terus mengawasi gerak gerik Windu, ia mengikuti langkah Windu dari jarak jauh.


Dengan terengah-engah Windu menelusuri jalanan setapak di desa yang terkenal dengan keindahan alamnya itu.


Namun saat di tengah perjalanan Windu kembali kehilangan keseimbangan matanya mulai terasa gelap, dan kepalanya terasa berputar,


"Windu-----"


Dari kejauhan Luka reflek meneriaki nama wanita yang tengah mengisi hatinya itu, Luka yang diam-diam mengkhawatirkan Windu berinisiatif untuk mengikuti Windu sedari tadi, Ia pun langsung berlari ke arah Windu,


Windu yang sudah berada di pangkuan Luka tak dapat merespon panggilan dari sahabatnya itu,


Dengan cekatan Luka langsung menggendong tubuh Windu dan membawanya menuju tempat penginapan mereka.


Seketika Luka merasa tercekat, saat merasakan suhu tubuh Windu yang terasa sangat panas, menempel di lengannya.


"Kamu demam Ndu! kenapa masih nekat berjalan sendiri ke sini Windu, untung aku ada di sini"


Luka yang semakin panik langsung mempercepat langkahnya menuju ke penginapan, saat sampai di penginapan Luka langsung membaringkan tubuh Windu di atas sebuah kursi panjang yang ada di ruang tamu yang ada di sana.


"Tunggu di sini Ndu, aku akan ambil air dulu untuk mengompres kamu"

__ADS_1


Luka langsung kembali ke dalam kamarnya yang terletak bersebrangan dengan kamar penginapan milik para mahasiswi.


Luka pun kembali dengan membawa sebuah handuk kecil dan semangkuk air di tangannya,


saat sampai di tempat Windu terbaring, Luka langsung membasuh handuk kecil itu dan memeras airnya hingga kering, ia langsung meletakan handuk lembab itu di atas dahi Windu, dengan telaten Luka merawat Windu di sana, ia pun mulai mulai memberi hidung Windu dengan minyak kayu putih agar Windu dapat kembali sadar dari pingsannya.


Namun saat ia tengah membantu Windu sadar, sembari memanggil-manggil nama Windu,


Sebuah Bogeman pun bersarang di wajahnya, dan tak hanya satu namun beberapa bogeman mendarat di tubuh Luka,


"Breng**sek apa yang kamu lakukan kepada istri saya, "


"BUGH"


Tampak beberapa orang mahasiswi yang mengantar Zaky dan tengah berada di sana mencoba untuk memisahkan kedua pria yang tengah berduel itu, namun tak berhasil.


"Sabar--- sabar bang, gue gak ngapa-ngapain Windu"


Luka yang mulai terlepas dari Zaky mencoba untuk mengajak Zaky berdiskusi, dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya, namun Zaky yang sudah sangat kalap tak dapat menerima semua penjelasan Luka,


"Jangan banyak omong! " Zaky yang sudah di ambang amarah tak dapat menghentikan pukulannya, ia dengan membabi buta terus mengajar tubuh Luka yang sudah mulai tak berdaya,


Hingga beberapa orang mahasiswa pun datang dan berhasil memisahkan kedua orang yang tengah berduel itu.


Bersambung..🥺🥺

__ADS_1


__ADS_2