
Rasa lelah yang di rasakan Windu hari ini membuat ia tertidur pulas seperti tiada beban dengan memakai sebuah dress tidur selutut Windu tertidur sambil melingkarkan tubuhnya,
Sedangkan Zaky malam ini baru sampai rumah, setelah mengantar Air pulang ke rumahnya ia menyempatkan untuk mampir di perusahaannya sebentar, karena sang papa sudah sangat marah atas perilaku putra sulungnya itu,
Zaky yang tidak pernah melawan perkataanya sang papa, beberapa kali tidak mengangkat telepon sang papa selama berada di kota M, bahkan ia tidak memberikan kesempatan untuk sang papa berbicara tentang Windu sang istri yang telah ia tinggalkan lebih kurang 2 bulan lamanya,
Setelah mendapatkan beberapa kali pukulan dari sang papa karena akhirnya Zaky bersujud di kaki papa Tama dan dia mencoba untuk lebih memperhatikan Windu, papa Tama yang merasakan kekecewaannya langsung menyuruh Zaky keluar dari ruangannya dan menyuruhnya untuk introspeksi diri,
Malam ini tak hentinya Zaky merenung di dalam kamarnya yang sepi, dia masih merasa galau akan perasaanya saat ini, setelah menjemput Air dari kota M, ia merasakan kembali sedikit getaran cinta yang dulu pernah ia rasakan karena melihat sikap dan wajah Air yang tak berubah membuat ia merasakan rasa itu kembali,
namun di sisi lain dari dalam lubuk hatinya yang terdalam Zaky juga merindukan istri kecilnya bahkan beberapa kali Windu datang dalam mimpinya, dari mimpi biasa hingga mimpi yang luar biasa yang membuat ia harus mandi wajib keesokan harinya,
"Hmm..di mana gadis kecil itu, udah lama aku tak melihat wajahnya," Zaky akhirnya melihat dirinya di depan kaca, terlihat jelas sebuah jejak lebam biru masih tertinggal di wajahnya, akibat perbuatan papa Tama,
" Ini memang pantas aku dapatkan karena kesalahan kakak kepada mu Ndu!! tapi...kakak bingung dengan perasaan kakak saat ini, kakak gak tahu apa sudah mencintaimu atau tidak!! kakak bingung apa yang harus kakak lakukan saat bertemu kamu besok, ..dan maaf kalau di hati kakak saat ini masih ada untuk Air,"
Zaky akhirnya pergi menuju jendela kamar yang berhadapan langsung dengan rumah Windu, ia mencoba melihat ke arah kamar dimana Windu berada, dan seketika terbit sebuah senyuman di wajahnya, dan akhirnya Zaky pun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan langsung tidur melepas rasa lelah nya hari ini.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Windu telah siap dengan sebuah dress selutut berwarna hitam, serta tas berwarna peach yang senada dengan sepatu flat shoes yang ia pakai,
Dengan elegan gadis cantik itu mulai berjalan keluar sembari menunggu Beno yang pagi ini ingin berangkat bersama Windu menggunakan mobilnya, karena moge kesayangan milik Beno sedang dalam perawatan di bengkel langgana
nya,
Saat tengah asik menunggu sang sahabat tiba-tiba terdengar sebuah pesan masuk di hp nya, dengan segera Windu langsung mengambil hp nya dari dalam tas, tertera nama luka dari sebuah pesan masuk dari sahabat SMP nya itu,
__ADS_1
"Pagi cantik?? udah sampai kampus atau belum?"
Sambil tersenyum Windu mulai membalas pesan yang luka kirim kepadanya,
"Pagi juga tuan...belum nih, lagi nunggu Beno mau berangkat bareng"
"Yah...masa tuan sih!! sayang dong.. ya udah sampai jumpa di kampus ya, ini aku beri 🌹 untuk kamu yang cantik"
"Dasar tuan gombal!!! ok see u"
Saat tengah asik dengan handphone yang ia pegang tiba-tiba seseorang muncul di depannya,
"Permisi..maaf apa Windu nya ada??"
Seketika Windu langsung mengakat kepalanya dan melihat seseorang yang saat ini ada di hadapannya,
Cukup lama Zaky dan Windu hanya saling berpandangan, Seketika rasa emosi dan amarah yang selama ini rindu simpan di dalam hatinya singgah kembali saat ia melihat wajah Zaky di hadapannya,
"Kamu??? Windu???" Zaky merasa terkejut melihat Windu yang seketika berubah menjadi lebih cantik dan menawan, ia pun tak kuasa menahan rasa rindunya dan langsung mencoba untuk memeluk tubuh sang istri kecil nya,
"Stop..kak Zaky gak boleh mendekat..stop di sana!!! "
Zaky langsung menghentikan langkah kakinya, namun matanya tak berhenti untuk terus memandang wajah Windu yang terlihat bak bidadari di hadapannya,
"Mau apa kak Zaky ke sini??"
Zaky yang masih terpesona hanya mampu melihat namun bibir nya sulit untuk berucap,
__ADS_1
"Kalau tidak ada yang penting sebaiknya kakak pulang aja, aku udah gak mau ketemu kak Zaky lagi"
Bak di sambar petir, Zaky yang tadinya menahan rasa rindu yang teramat sangat merasa terpukul saat istri kecilnya itu tidak mengharapkan kehadirannya di sana,
"Kalau kakak gak mau pergi aku akan panggil satpam buat usir kakak!"
"Kenapa kamu ngomong kaya gitu!! ingat aku ini masih suami kamu!! aku bisa memaksa kami untuk ikut bersama ku,"
Zaky mulai menarik tangan Windu dan berusaha untuk membawa nya pulang,
Windu pun mencoba melawan dan berteriak saat Zaky mulai kasar menarik lengannya,
"Kak lepasin aku kak, aku gak mau kakak permainkan lagi"
"Kamu istri aku Ndu!! jadi jangan pernah melawan aku!!"
"istri??? mana ada seorang istri yang tanpa kabar berita di tinggal 2 bulan lamanya!! apa pernah kakak memperlakukan aku sebagai seorang istri??"
"Owh jadi kamu mau aku perlakukan kamu seperti seorang istri,?? baik dengan senang hati,"
Zaky terus memaksa Windu untuk mengikuti langkahnya, namun tak berapa lama, Beno yang mendengar suara Windu dan Zaky langsung datang dan memukul sang kakak dengan sangat kuat, sehingga membuat Zaky terjatuh ke tanah,
"Lepaskan Windu kak,"
Beno langsung membawa Windu masuk kedalam mobil milik Windu dan meninggalkan Zaky yang masih terduduk di tanah.
Ia tahu sang kakak bisa saja melakukan hal yang lebih untuk mendapatkan apa yang dia inginkan maka dari itu Beno yang tidak ingin memperpanjang masalah pagi itu lebih memilih untuk mengamankan Windu dahulu, barulah nanti dia berencana untuk berbicara dengan sang kakak berdua sebagai seorang pria.
__ADS_1
Bersambung.....🌾🌾