SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Bucin


__ADS_3

Tak berapa lama seorang dokter pun mulai masuk ke dalam ruangan Windu untuk memeriksa keadaan Windu dan janin yang ia kandung. Secara fokus dan teliti sang dokter setengah baya itu terus menggerakkan tangannya di atas perut Windu yang sudah mulai tampak menyembul.


Dari sana Windu dan Zaky dapat melihat pergerakan sang bayi di dalam sebuah layar monitor.



"Duk...Duk..Duk..Duk.." Suara degupan jantung yang terekam oleh alat ultrasonografi itu terasa sangat nyata saat terekam oleh Indra pendengaran Zaky dan Wundu, seketika hal itu membuat Windu tak bisa menahan laju air matanya.


"Alhamdulillah kondisi bayi menunjukan peningkatan yang positif, degup jantung nya sudah kembali normal, dan perkembangan bayi terlihat sudah mencapai ukuran normal"


Dengan fokus sang dokter melihat pergerakan janin yang tengah Windu kandung, terlihat beberapa kali sang dokter memindai USG yang tengah ia pegang ke arah yang berbeda-beda.


"Bagaimana dok? apa ada masalah dengan bayi saya?"


Sang dokter yang masih fokus dengan layar di depannya sama sekali belum merespon pertanyaan dari Windu,


"Tolong Dok jangan hanya diam saja, apa ada masalah serius dengan anak kami?"


Zaky yang turut khawatir akan kondisi sang calon bayi berbicara cukup tegas kepada sang dokter yang memeriksa sang istri.


"Saya sudah bilang di awal bahwa semua baik-baik saja, namun maaf saya tidak bisa melihat jenis kelamin calon bayi. Karena beberapa kali saya mencoba mengajaknya untuk berbalik, tampak calon bayi anda tidak ingin memperlihatkannya"


"Huft--- " Seakan merasa lega dengan jawaban sang dokter, kedua pasang suami istri itu langsung mengurut pelan dadanya "gak papa dok kalau bayinya belum mau nunjukin jenis kelaminnya, bagi kami saat ini yang terpenting adalah kondisi anak kami yang baik-baik saja"


Seorang perawat tampak mulai membersihkan gel yang masih menempel di perut Windu, ia pun mulai merapikan baju Windu yang tadi terbuka saat pemeriksaan di lakukan.


"Syukur lah, kalau begitu. Seperti nya bayinya mendengar doa-doa dari mama dan papanya, sehingga ia berusaha untuk kuat di rahim mamanya"


Sang dokter paruh baya itu kembali menguatkan kedua pasang suami istri itu.

__ADS_1


"Syukur lah dok, memang itu harapan besar kami saat ini"


"Mulai hari ini Bu Windu harus terus positif thinking, don't over ok! karena kondisi yang mama rasakan akan berdampak langsung kepada sang calon bayi. Kalau mama nya un happy, dedek juga akan merasakan hal yang sama, kalau mamanya worry maka sang bayi akan lebih merasa worry di dalam sana. Jadi mama harus sering-sering memenangkan hati dan fikirannya,"


"Baik dok, saya akan berusaha untuk terus happy dan positif thinking" sambil menganggukan kepalnya tak henti sebuah senyuman selalu menghiasi wajah cantiknya.


"Baiklah kalau begitu saya undur diri dulu, tapi saya ingin berbicara empat mata dengan bapak Zaky di ruangan saya"


Sambil saling melempar pandangan Zaky dan Windu menganggukan kepalanya secara bersamaan.


Sesaat dokter dan perawat itu keluar dari kamar rawat inap, Windu langsung menarik lengan Zaky yang terlihat mulai mengikuti langkah sang dokter.


"Kak, kenapa dokter gak ngomong di sini? apa ada yang di rahasiakan dari aku?"


"Sayang ingat kata dokter must be positif, kakak yakin semua akan baik-baik saja, mungkin dokter ingin memastikan kepulangan kamu, " Zaky menggenggam erat kedua tangan Windu, tak lupa ia meninggalkan sebuah kecupan di jari jemari sang istri


"Senyum dong, biar kak Zaky senang lihat nya"


Windu yang masih merasa khawatir akan kondisi kandungannya saat ini mencoba untuk menenangkan hati Zaky yang terlihat mengiba di hadapannya, seketika sebuah senyuman yang terlihat di paksakan terlihat dari bibir Windu.


*


*


Saat ini Zaky sudah berada di dalam ruangan dokter SpOG yang tengah menangani kondisi Windu selama di RS


"Silakan duduk pak"


"Terimakasih dok"

__ADS_1


Zaky pun duduk di sebuah kursi yang berhadapan langsung dengan sang dokter.


"Jadi saya langsung ke intinya saja ya pak, sebelumnya saya mau tahu apa kah ibu Windu sebelumnya punya trauma dengan masa lalu nya?"


"Maksud dokter trauma yang bagaimana ya dok?"


"Apa bapak ada masalah yang besar dengan ibu Windu sebelumnya, karena saya merasa saat ini istri anda sangat gampang sekali stress yang berkaitan dengan bapak. Sejujurnya hal ini sangat mempunyai pengaruh yang besar untuk kehamilan istri anda. Seperti kemarin istri anda mencoba melarikan diri dari RS untuk mencari keberadaan bapak, dan beberapa kali beliau juga tampak histeris saat melihat anda tidak ada di dekatnya.


Karena sewajarnya wanita hamil itu akan sangat bergantung dengan ayah sang bayi tapi saya lihat istri anda sudah dalam taraf yang lebih parah dari sekedar bergantung"


"Hmm-- sebenarnya saya juga sangat khawatir akan hal itu dok, memang sejak kehamilan awal Windu kami sudah terpisah hampir 4 bulan lamanya, dan kami kembali bersama baru beberapa Minggu ini"


"Owh, jadi gini pak, saya sebenarnya tidak ingin masuk terlalu dalam kedalam ranah permasalahan rumah tangga anda, tapi demi kesehatan ibu dan bayi saya menyarankan untuk di lakukan konsultasi kepada dokter bagian sikis, di sana nanti dokter akan membantu ibu untuk mengembalikan memori positif istri anda, jadi kejadian seperti kemarin tidak lagi terulang. Dan ketakutan-ketakutan yang istri anda rasakan selama ini saat ia tidak melihat anda setidaknya akan berkurang, atau bahkan ia tidak merasakan kecemasan yang parah seperti sekarang"


Dengan intens Zaky mendengar kan saran sang dokter, beberapa waktu ini dia juga merasakan keganjilan-keganjilan tersebut, sejujurnya dia juga merasa worry saat melihat reaksi Windu yang sangat berlebihan saat ia tidak ada di dekat sang istri.


"Baik lah dok, saya menerima saran dari dokter, saya akan mencari psikolog terbaik untuk memeriksa kondisi istri saya"


"Baik pak, maaf sebelumnya karena saya terkesan ikut campur dalam urusan rumah tangga anda,"


"Gak papa dok, saya malah sangat berterimakasih karena dokter sudah memperhatikan kondisi istri saya." Tak berapa lama hp Zaky kembali berbunyi dan saat ia melihat layar hp miliknya terpampang nama my love di dalamnya.


"Maaf dok, seperti nya saya harus segera undur diri, sekali lagi terimakasih atas bantuannya"


Dokter itu pun membalas perkataan Zaky dengan sebuah senyuman, Dan setelah itu Zaky pun langsung menjabat tangan sang dokter dan segera pergi dari ruangan itu menuju kamar rawat milik Windu.


"Sayang, baru aja kakak kasih kamu hp itu, tapi sudah dua kali kamu pakai hp itu untuk menelpon kakak" Sambil menggelengkan kepala nya Zaky berlari untuk mempercepat langkahnya.


Bersambung...✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2