
Setelah sampai di sebuah perusahaan pangan yang cukup besar, Zaky mulai melangkah kan kakinya menuju ruangan milik pemilik perusahaan itu yang tak lain Tante Via sendiri.
dengan perasaan cemas dan was-was Zaky mulai mencoba mengetuk pintu ruangan Tante Via.
"Tok---tok"
Beberapa kali Zaky mencoba untuk mengetuk pintu ruangan milik Tante Via namun sama sekali tak ada respon dari dalam ruangan tersebut, sehingga Zaky berencana untuk bertanya kepada salah satu karyawan yang ada di sana,
Ia pun berjalan mencari seseorang yang dapat ia lihat dari kejauhan, namun pada saat ia melewati salah satu pintu sebuah ruangan yang sedikit terbuka, Zaky pun mulai mengehentikan langkahnya, karena ia dapat mendengar dengan jelas suara orang yang tengah ingin temui itu kini berada di dalam ruangan tersebut.
Dengan perasaan lega dan sebuah senyuman yang menghiasi wajah tirusnya membuat Zaky sudah tidak sabar untuk bertanya langsung tentang keberadaan istri tercinta nya itu.
" Besok setelah urusan saya selesai maka saya akan kembali ke kota M Yud!"
"Baik Bu, saya akan mengirimkan langsung hasil laporan harian kepada ibu melalui email,"
"Bagus"
"Tapi Bu, beberapa waktu lalu orang yang bernama Zaky kembali mencari keberadaan ibu di sini"
"Terus kamu bilang apa?"
"Sesuai yang ibu instruksikan sebelumnya, saya menjawab ibu sedang cuti"
__ADS_1
"Bagus, jangan sampai kamu memberitahu dia tentang keberadaan saya, karena saya tidak ingin pria bejat itu sampai menemui Windu lagi. Pokonya setelah bayi Windu lahir, saya mau kamu mencari pengacara yang bagus untuk mengurus perceraian mereka kelak. Dan tolong bilang sama pak Rudi untuk mengantarkan pesanan Windu ke alamat hotel di mana saya menginap"
"Baik Bu"
Di sisi lain Zaky masih setia berdiri dan mendengarkan obrolan keduanya, Bak di sambar petir Zaky merasa kaget mendengar semua perkataan Tante Via kepada assiten pribadinya itu,
"Apa? jadi selama ini Tante Via sengaja ingin memisahkan aku dan Windu!"
Hancur sudah perasaanya, senyum yang tadi sempat mengambang di bibirnya, seketika berubah sendu.
"Tidak---- tidak aku tidak mau berpisah dengan kamu Ndu! aku tidak akan membiarkan kamu meniggalkan aku,"
Sambil terus menggelengkan kepalanya Zaky mulai berjalan menjauh dari pintu di mana ia mendengar semua percakapan Tante Via sebelumnya.
Dengan langkah lebar Zaky berlari meninggalkan kantor milik Tante Via, ia berencana untuk mengikuti Yuda sang assiten yang akan mengantarkan makanan kepada kurir kantor yang di perintahkan oleh Tante Via,
Dengan mengendap-endap Zaky memantau dari jarak yang cukup jauh langkah sang assiten yang mulai masuk ke dalam lift,
Hingga sampai di lantai satu, terlihat seorang pria setengah baya tengah menunggu kedatangan assiten dari Tante Via.
Setelah bungkusan itu berpindah tangan, Zaky pun mulai mengikuti sang kurir dari belakang. Terlihat sang kurir mulai berjalan menuju parkiran, ia pun langsung naik ke atas sepeda motornya, dan langsung menjalankan motor bebek berwarna biru tersebut.
"Kita akan segera bertemu sayang! tunggu aku datang," Sebuah senyuman kembali terlihat di bibirnya, tekat nya sudah sangat bulat untuk tetap mempertahankan pernikahannya. Walau akan banyak rintangan yang akan ia hadapi kedepannya, namun Zaky sama sekali tak putus asa.
__ADS_1
Motor bebek itu mulai mulai memasuki sebuah gerbang hotel yang terletak cukup jauh dari pusat kota. Hotel dengan ukuran yang tidak terlalu besar itu terlihat sangat klasik dan di hiasi dengan tumbuh-tumbuhan beraneka ragam.
Terlihat satu gunung yang menjulang lumayan tinggi menjadi view terbaik dari hotel yang di khususkan untuk para wisatawan di kota P tersebut.
"Aku sudah tidak sabar sayang, aku sangat merindukan kamu Ndu"
Dengan penuh percaya diri, Zaky kembali mengikuti sang kurir dari jarak yang lumayan jauh.
Hingga 5 menit berselang, dari jauh Zaky dapat melihat Windu baru saja keluar dari dalam sebuah lift dan tengah berjalan menuju sang kurir yang menunggunya di loby hotel.
Tanpa Zaky sadari kedua matanya mulai memerah dan berair, setelah hampir 4 bulan melakukan pencarian terhadap Windu, akhirnya pagi ini dia dapat melihat senyum wanita tercintanya tersebut.
Tubuh kurus dengan perut yang sedikit membuncit, dan dengan kedua mata panda nya, Zaky dapat melihat kondisi menyedihkan dari sang istri saat ini, tentunya hal itu tak berbeda jauh dari dirinya yang juga terlihat lebih aut-autan, bahkan hampir di setiap malamnya ia harus mengkonsumsi obat tidur untuk dapat mengistirahatkan matanya sejenak.
"Sayang, aku di sini---di depan kamu yang" Zaky bermonolog sendiri, sambil matanya tak henti memandang ke arah Windu.
Setelah mendapatkan pesananya, terlihat dari jauh Windu berjalan kembali menuju lift di hotel tersebut, dari belakang dengan setengah berlari Zaky mengikuti langkah sang istri dari belakang.
Tak berapa lama, setelah berhasil bersamaan masuk ke sebuah lift Zaky langsung memeluk tubuh sang istri dari belakang.
Seketika Windu hanya dapat mematung, tubuhnya terasa kaku seperti tak bernyawa, jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Namun tanpa harus melihat sosok yang tengah memeluknya itu, Windu dapat mengetahui siapa seseorang yang kini tengah memeluknya dengan erat.
"Jangan tinggalkan aku Ndu! Maaf---maafkan aku"
__ADS_1
Bersambung....ðŸ˜ðŸ˜