SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Keseriusan Zaky


__ADS_3

Akhirnya malam itu pun Zaky memilih untuk menginap di kamar Windu.


Saat pagi menjelang terlihat wanita hamil itu masih setia tertidur di dalam pelukan sang suami,


"Kamu begitu menggemaskan saat tertidur Ndu, semakin hari rasa cinta aku ke kamu semakin bertambah, andai waktu itu aku tidak berbuat kesalahan, mungkin setiap hari aku bisa melihat kamu tertidur di pelukan aku dan menikmati hari-hari bersama kamu"


Zaky terus memandangi wajah menggemaskan milik sang istri,


"Aku akan berusaha untuk mendapatkan maaf dari Tante Via, dan membawa kamu ke istana kota sayang"


Zaky pun langsung mengecup semua bagian wajah sang istri yang selalu membuat ia tergila-gila,


"Hmmm---- kak Zaky, jangan ganggu aku tidur"


Windu yang merasa terganggu akan kelakuan Zaky langsung terbangun dari tidurnya,


"Bangun yang ini udah hampir siang"


"Tapi aku masih ngantuk kak! selama ini aku gak pernah tidur senyenyak ini"


Zaky merasa amat bersalah saat mendengar gumaman Windu,


"Maafkan kak Zaky ya Ndu, maaf karena selama ini kak Zaky udah buat kamu bersedih, maaf karena selama kehamilan kamu kak Zaky gak bisa mendampingi kamu"


Terlihat jelas raut penyesalan dari wajah Zaky saat mengatakan semua isi hatinya,


"Aku udah maafin kak Zaky, kak Zaky juga maafin aku ya, karena selama aku menjadi istri, aku terkadang tidak mengerti perasaan kak Zaky, maafkan aku yang pernah egois "


"Kamu gak salah Ndu, semua ini salah aku"


Zaky langsung mencium bibir sang istri dengan lembut, dan penuh kasih sayang.


"Tok----tok--"


"Windu, ayo sarapan. Ini sudah jam berapa Ndu!"


Zaky langsung menghentikan kegiatannya saat mendengar suara Tante Via dari luar kamarnya,


"Stss, sebaiknya kak Zaky sembunyi dulu di lemari itu. Jangan sampai ketahuan sama Tante Via"


"Tapi Ndu, ini kesempatan aku buat ngejelasin semua nya sama Tante Via"


"Gak, kak ini belum saat nya, karena kalau Tante Via tahu kak Zaky disini maka dia akan kembali memarahi kak Zaky, dan lebih parahnya, dia akan kembali memisahkan kita kak"


"Tapi-----"


"Ndu, ayo cepat di buka pintunya, kamu tidak boleh sampai telat makan. Nanti bisa-bisa malah mabuk lagi"


"Iya Tan, tunggu sebentar. Aku akan segera menyusul Tante"


"Ya sudah, Tante tunggu kamu di meja makan, jangan lama ya Ndu"


"Beres Tan"


"Udah, sekarang kak Zaky lebih baik sembunyi dulu di kamar, biarkan aku mencoba untuk membujuk Tante Via kak, aku akan berbicara dari hati ke hati kepada Tante Via tentang permintaan maaf kak Zaky"


"Baik lah Ndu, tapi kalau Tante Via memarahi kamu, aku akan langsung keluar Ndu"


"Tante Via gak akan mungkin memarahi aku kak, tapi saat ini dia masih sangat marah sama kak Zaky, jadi biarkan aku mencoba membujuknya"


"Apa kamu yakin Ndu?"


"Percaya sama aku kak"


Windu menatap wajah Zaky cukup lama, ia mencoba untuk meyakinkan sang suami yang merasa khawatir akan situasi yang akan terjadi setelah ini.


"Baik lah, kakak akan menunggu kamu di sini, dan kakak percaya sama kamu ndu"


"Muach" Windu mencium pipi Zaky sebelum ia meninggalkan kamarnya.


"Makasih ya kak, semoga Tante Via mengerti "

__ADS_1


Windu berjalan meninggalkan kamar nya menuju ruang makan yang terletak di lantai bawah.


Dari atas tangga Windu dapat melihat Tante Via tengah sibuk mempersiapkan sarapan untuk keponakanya itu.


"Wah..wangi sekali Tan, Tante bikin nasi goreng ya?"


"Beneran wangi Ndu? padahal Tante cuma pakai bahan seadanya, karena Tante belum belanja"


"Tapi dengan melihat nya saja Windu udah ngiler Tan"


"Serius? kalau kamu suka nasi goreng buatan Tante, tiap hari Tante akan masak nasi goreng untuk kamu Ndu" Tante Via merasa senang saat melihat Windu akhirnya tertarik dengan nasi goreng buatannya, karena sejak Windu mengandung Windu sama sekali sulit untuk mengkonsumsi nasi.


"Makasih Tan, tapi apa boleh kalau Windu makan di kamar?"


"Lho kok makan di kamar? kenapa gak makan di sini ?"


Sambil memikirkan alasan yang tepat Windu berdiri sembari menggoyang-goyangkan sebelah kakinya


"Iya Tan-----, soalnya Windu lagi pingin aja makan di kamar"


"Gak boleh di biasakan lho Ndu, apalagi kamu lagi hamil, nanti bayi kamu kebiasaan makan nya di kamar"


"Iya Tan,"


"Tapi untuk kali ini boleh deh kamu makan di kamar, nanti kalau Tante larang kamu malah gak mau makan lagi"


"Hehe---" Windu terpaksa tersenyum untuk menutupi kebohongan nya, sejatinya ia berniat ingin memberikan nasi goreng tersebut untuk sarapan Zaky, sedang kan untuk dirinya sendiri Windu lebih memilih memakan roti yang kemarin Zaky bawa untuk dirinya.


Setelah mendapatkan nasi gorengnya Windu pun kembali masuk ke dalam kamarnya kembali,


"Makasih Tan, emang Tante orang yang paling baik sedunia"


"Alah gak usah lebay deh! nanti Tante terbang gimana?"


"Ya bakal aku tangkep lagi dong"


"Emang nyamuk bisa di tangkep"


"Ya udah pergi sana, tapi jangan lupa piring bekasnya di bawa kebawah lagi"


"Siap Tan"


Windu mulai melangkahkan kaki nya menuju lantai atas,


"Hati-hati naik tangganya ya Ndu"


Tante Via dengan serius terus memperhatikan langkah Windu yang tengah mengandung, ia sangat khawatir jika terjadi sesuatu terhadap ponakannya itu.


"Iya Tan, aku gak bakal ceroboh kok"


Hingga Windu sampai di tangga terakhir, barulah Tante Via kembali berjalan ke dapur.


Tak berapa lama Windu telah masuk kembali ke dalam kamarnya,


"kriet"


Saat sesampai di dalam kamar, ia tidak melihat sosok Zaky di sana. Sehingga Windu memutuskan untuk mencari ke dalam kamar mandi,


"Kak---kak Zaky, kamu di mana kak?"


Namun hasilnya tetap nihil Windu masih tidak menemukan Zaky di sana,


"Kak Zaky kemana sih! kok gak ada di kamar?"


Tiba-tiba Windu mulai mencemaskan keadaan sang suami, ia khawatir kalau sampai Zaky langsung pergi untuk menemui sang Tante, Karena ia sangat paham akan karakter Tante Via, sedari dulu sang Tante sudah menahan rasa amarah nya terhadap Zaky, ia tidak mau kalau secara tiba-tiba Zaky datang kembali menemuinya maka ia takut kalau Tante Via bisa berbuat yang lebih extrim untuk memisahkan dirinya dan Zaky.


"Bruk"


Saat tengah mencari keberadaan Zaky, tiba-tiba dari jendela kamarnya ia melihat Zaky yang terjatuh di atas lantai tepat di depan jendela kamarnya,


"Ya Allah kak Zaky?"

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa Windu melangkahkan kakinya menuju Zaky,


"AWWW--- don't worry yang kakak baik-baik aja"


"Kakak kenapa bisa jatuh sih kak?"


"Hehe-- abis kakak lupa bawa ini semalam, makanya kakak keluar ambil ini Ndu, tapi pas mau masuk tadi kaki kakak nyangkut di pohon"


"Wkwkwjwk-- kak Zaky ada-ada aja, hati-hati dong kak"


"Chup" Zaky langsung mencium dahi sang istri yang terlihat sedikit mengkilap karena keringat


"Kakak senang lihat kamu tersenyum kaya gini, kalau kakak harus jatuh dulu untuk buat kamu tersenyum kakak mau Ndu"


"Huh---- kak Zaky alay deh"


"Beneran! apa kamu mau kakak naik ke pohon itu lagi"


Zaky terlihat bersiap untuk kembali meraih dahan pohon yang sedikit berjarak dari jendela kamarnya,


"Jangan kak, aku gak siap jadi janda muda"


Zaky merasa kaget saat mendengar ucapan terakhir dari mulut sang istri,


"What? jangan ngomong gitu dong yang, masa kamu mau jadi janda?"


"Aku gak mau, makanya aku larang kak Zaky untuk manjat lagi"


"Kalau gitu aku gak mau manjat-manjat lagi, aku juga gak mau kalau kamu ucapin kata-kata kaya tadi lagi"


Dengan wajah yang merungut Zaky berjalan menuju sofa yang ada di sana


"Kak Zaky, ini benaran?" Windu yang sudah memegang sebuah amplop besar di tangannya merasa kaget saat membaca isi dari dalam amplop berwarna coklat tersebut.


"Kakak sampai lupa, ia itu punya kita Ndu"


Tak terasa air mata mulai mengalir membasahi pipinya, dengan tangan yang bergetar Windu langsung memeluk kedua surat nikah dirinya bersama Zaky,


"Maaf ya, karena kak Zaky telat ngurus surat nikah kita. Sebulan yang lalu kakak udah ngurus surat nikah kita secara hukum yang. Kakak harap hal ini dapat membuktikan betapa kakak tidak ingin berpisah dari kamu"


Windu merasa terharu dengan perbuatan suaminya itu ia pun langsung memeluk erat tubuh sang suami,


"Makasih kak, aku juga gak mau berpisah sama kak Zaky,"


"I love my Windu"


"I love you to kak"


Zaky mulai mendekat kan bibir nya ke Windu, namun saat ia berencana untuk mencium sang istri, tiba-tiba terdengar suara kecil dari perut sang istri,


"gruk--grukk"


"Hahah---- kamu lapar yang?"


Dengan malu-malu Windu hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum masam.


"Ya udah kita sarapan dulu, makan gih nasi gorengnya biar kak Zaky makan roti itu"


Zaky menunjuk kantong plastik yang berisi beberapa roti yang ia beli untuk Windu,


"Enggak aku gak mau makan nasi kak, aku cuma mau makan roti, nasi nya aku sengaja bawa untuk kak Zaky"


"Pantas kamu kurus gitu yang, pokonya mulai hari ini kamu harus rajin makan nasi! kasihan anak kita kalau mamanya malas makan nasi kaya gini"


"Tapi kak?---"


"Gak ada tapi-tapian yang, kak Zaky akan suapi kamu biar mau makan"


Windu pun pasrah dan menuruti keinginan Zaky, akhirnya pagi itu mereka sarapan sepiring berdua, bak sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara.


Bersambung.....✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2