
Setelah membujuk Windu, akhirnya siang ini Zaky dan Windu kembali ke kota P,
"Dedek sehat-sehat di dalam perut bunda ya nak, pokoknya ayah akan selalu jaga dedek dan bunda," Sejak awal perjalanan mereka tak hentinya Zaky terus mengusap perut sang istri, bahkan ia lebih sering berbicara dengan sang calon buah hati di bandingkan cerita kepada Windu,
"Kak Zak, jadi besok kak Zaky balik ke kantor cabang lagi?"
"Gak besok juga Ndu, mungkin lusa kakak baru balik ke sana, karena badan kakak masih pegal kalau berangkat besok"
"Terus kita LDR lagi dong"
"Makanya kamu ikut aku ya? lagian masa lagi hamil muda gini kamu masih pergi kuliah, nanti kalau tiba-tiba kamu sakit kaya kemrin gimana?"
"Maka nya kak Zaky kembali ke kantor pusat aja, biar nanti aku yang ngomong sama papa,"
"Ya gak bisa gitu juga Ndu, kalau aku balik sebelum berhasil papa pasti akan meremehkan aku, masa hal kecil kaya gitu aku gak mampu,"
"Tapi kak, "
"Sayang, ikut aku ya? nanti kalau anak kita udah lahiran kamu boleh kok balik kuliah lagi, nanti aku akan cari baby sitter untuk jagain anak kita"
Windu yang masih kekeh dengan keinginananya hanya dapat diam, namun ia belum menyetujui keputusan Zaky,
Hingga kurang lebih 4 jam perjalanan mobil yang zaky kendarai mulai memasuki gapura selamat datang kota P, dengan speed yang tidak terlalu ngebut membuat perjalanan mereka kali ini terasa begitu lama.
"Yang, kita makan dulu gimana?"
"Aku maunya makan masakan kak Zaky yang kaya kemarin,"
"Telur gosong?"
"Ya jangan di buat gosong lagi kak," Seketika Windu langsung memonyongkan bibirnya,
"Haha--- kirain kakak kamu memang suka yang gosong,"
__ADS_1
"Ya jangan yang gosong lagi ya kak,"
"Iya, tapi kita mampir di restoran dekat rumah dulu ya, kakak lagi pingin makan sate, kamu mau gak biar sekalian di bungkusin,"
"Enggak deh, Windu mau nya telur dadar sama tempe goreng aja"
Zaky langsung mengusap rambut Windu dengan penuh kasih sayang,
Setelah membeli sate kambing kesukaannya mobil Zaky kembali melaju menuju perumahan mereka,
Rumah keluarga Zaky terlihat begitu sepi, hanya terlihat moge Beno masih terparkir di halaman rumah mereka, sedangkan mobil papa Tama sudah berada di dalam garasi, karena sudah 3 hari papa Tama tengah berada di kota J untuk mengurus anak cabang nya yang ada di sana.
"Windu?"
Saat akan masuk kedalam rumah, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kehadiran Beno di depan pintu, Karena rasa rindu yang lumayan lama, membuat Beno tanpa segan langsung memeluk tubuh sang sahabat yang sudah lama menghilang.
"Gue kangen banget sama Lo Ndu! gue udah balik sama Mela Ndu, Lo jangan pergi lagi"
"BUGH"
"Kak Zaky berhenti kak!"
Windu yang merasa kasihan melihat Beno langsung mencoba untuk memisahkan sang suami dari Beno,
"Lepas Ndu, aku ingin kasih pelajaran untuk orang yang gak tahu sopan santun ini"
"Maaf kak, aku gak ada maksud apa-apa sama Windu, aku ---"
"Tiba-tiba Zaky kembali melayangkan bogeman nya ke perut Beno.
"Kak Zaky berhenti aku mohon kak. Please kontrol emosi kakak"
"Lepas Ndu, dia harus di kasih pelajaran"
__ADS_1
"BUGH"
Zaky kembali melayangkan pukulannya tepat di perut Beno dan membuat darah muncrat dari dalam mulutnya.
"Kak Zaky berhenti, jangan sakiti Beno kak"
"Tapi Ndu dia itu ----"
Windu yang tak tega melihat kondisi Beno, memutuskan untuk menarik lengan Zaky dengan sekuat tenaga, ia pun menarik Zaky hingga ke lantai atas tepat ke kamar mereka.
"Aku gak nyangka kak Zaky tega sama adik kandung Kaka Zaky sendiri, gimana perasaan mama kak Zaky kalau beliau masih hidup dan melihat anak-anaknya bertengkar kaya gini"
"Kamu bela Beno Ndu! kamu tahu kan dia juga suka sama kamu! dan sekarang di depan mata aku dia meluk kama terus aku hanya diam aja gitu? jawab aku Ndu. Atau jangan-jangan kamu senang kalau Beno meluk kamu tadi?"
"Bukan itu maksud aku kak, aku cuma gak tega lihat Beno dipukulin kaya tadi. Aku pikir dia hanya rindu dengan sahabat nya. Ingat kak aku mengenal Beno jauh lebih lama dari aku mengenal kak Zaky. Dan lagi pula aku sama Beno itu temanan dari kecil. Aku bisa rasain saat dia meluk aku tadi itu semua pure karena dia kangen sama sahabatnya, bukan dengan wanita yang ia cintai"
"Alah, kamu munafik. Kamu mengkambing hitamkan persahabatan sebagai tameng kan? bilang aja kalau kamu memang suka sama Beno! atau kamu juga suka sama laki-laki yang jagain kamu waktu di desa kemarin? bilang aja saat ini kamu sudah merasa cantik jadi kamu senang kalau banyak laki-laki suka sama kamu! iya kan?"
"Lho kak Zaky kok ngomong nya jadi kemana-mana gitu, siapa yang kak Zaky maksud? aku gak tahu laki-laki mana yang kak Zaky katakan"
"Alah! jangan sok gak tahu. Aku aja berpikir saat ini kamu gak mau ikut aku karena ada laki-laki itu kan di kampus kamu,"
Windu yang terpancing emosi langsung melayangkan satu tamparan ke wajah Zaky, dan hal itu membuat Zaky semakin marah dan emosi,
"H--- sekarang aku jadi ragu, apa anak yang kamu kandung beneran anak aku Ndu?"
Windu merasa kaget atas pernyataan Zaky, ia pun kembali melayangkan tamparan di wajah Zaky, bahkan ia juga menendang senjata andalan Zaky lumayan kuat.
"Awwwww"
"Aku gak percaya kamu bisa ngomong kaya gitu ke aku kak! kamu memang pria baj**ingan"
Windu yang sudah di ambang kesabaran memutuskan untuk meninggalkan Zaky sendirian di kamarnya, ia berlari keluar sembari menangis,
__ADS_1
Bersambung....ðŸ˜ðŸ˜