SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Kesabaran Zaky


__ADS_3

Sesaat Windu merasa frustasi atas keterlambatan Zaky saat kembali ke kamarnya.


Beberapa kali wanita yang tengah hamil muda itu bolak balik untuk melihat kedatangan sang suami dari atas kasurnya.


"Kak Zaky kenapa lama gini? apa kak Zaky pergi lagi" Sejak terkahir kali Tante Via memisahkan dirinya dari Zaky membuat Windu merasa sering merasa ketakutan dan cemas akan kembali terpisah dari suaminya itu.


Hingga dari kejauhan ia dapat mendengar bunyi telapak sepatu Zaky yang tengah mengarah menuju kamar nya, baru lah Windu memulai merasa senang, dan seketika sebuah senyuman terbit di bibirnya.


"ceklek"


Dari balik pintu Zaky merasa heran saat melihat senyum Windu yang terlihat bahagia,


"Wah, kelihatannya istri kak Zaky lagi senang nih"


Zaky mulai berjalan mendekati Windu yang masih terlihat mengambangkan senyumnya.


"Kak Zaky kok lama, aku dari tadi nungguin nya"


Zaky yang berada di samping sang istri, langsung mendekap tubuh Windu, sembari melihat jam yang ada di tangannya.


"Kaya nya cuma 15 menit kurang kak Zaky berada di ruangan dokter, kok udah di bilang lama? gimana kalau kak Zaky pergi ke kantor"


Mendengar kata kantor seketika membuat hati Windu menjadi ketat ketir, dengan reflek kedua tangan nya langsung melingkar di pinggang Zaky.


"Enggak, kak Zaky gak boleh kerja. Aku akan minta izin ke papa agar mengizinkan kak Zaky kerja dari rumah"


"Kok gitu, masa kak Zaky gak boleh berangkat kerja? nanti gimana kakak mau kasih kamu dan ank kita makan? terus gimana kak Zaky bisa kasih pendidikan yang bagus untuk anak kita, kalau kak Zaky gak kerja?"


"Kak Zaky bukan gak boleh kerja, tapi kerja nya jadi pindah ke rumah, itu aja"


"Kaya nya memang benar yang di katakan dokter tadi, kaya nya memang aku harus segara membawa Windu untuk berkonsultasi dengan seorang psikolog, kayanya karena perpisahan kami, menunggalkan trauma yang dalam untuk Windu"


"Iya sayang, pokoknya apapun kak Zaky ikuti" Zaky langsung mengecup dahi sang istri dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Makasih ya kak"


"Maafkan kak Zaky ya Ndu, kak Zaky yang sudah membaut kamu jadi seperti ini"


Zaky menganggukan kepalanya,

__ADS_1


"Bay the way, gimana kalau kita sarapan dulu, karena perut kak Zaky udah laper banget"


"Ok, tapi kita makannya berdua ya?"


"Siap tuan putri" Sambil membuka 1 cup bubur ayam yang telah Zaky pesan dari kantin RS, Windu pun turut membuka tutup bubur yang di berikan oleh pihak RS untuk sarapannya.


Dan acara sarapan pagi itu pun terasa manis, di mana Zaky makan sembari menyuapi sang istri yang makan dengan sangat lahap.


Setelah menghabiskan buburnya Zaky membantu Windu untuk membersihkan sisa sarapan pagi mereka,


"Ndu, boleh kah ngomong sesuatu?"


Sambil mengecek pesan dari smartphone nya Windu pun menganggukan kepalanya, jawaban atas pertanyaan Zaky.


"Hmm--- tapi kamu harus janji dulu?"


"Janji, pokonya Windu bakal khitmat untuk dengarin perkataan kak Zaky, tapi kalau kak Zaky mau bilang untuk pergi ke kantor, aku gak mau dengarin ya"


Sambil cengengesan Windu tersenyum melihat gerak gerik yang mencurigakan dari Zaky.


"Ok, ini bukan tentang kak Zaky, tapi tentang kamu?"


"Ehhmm-- gini sayang, kak Zaky merasa kalau beberapa hari ini kamu terlihat sering ketakutan dan worry jika kak Zaky tinggal walau sebentar. bahkan beberapa kali kamu sering mengigau dan berteriak saat tidur sambil manggil nama kak Zaky, dan lebih parah nya waktu ----"


"Cukup"Tiba-tiba di tengah kalimat, Windu langsung menghentikan perkataan Zaky yang belum selesai.


"Aku tahu maksud dari perkataan kak Zaky"


"Kamu tahu maksud kak Zaky?"


"Kak Zaky marah kan sama aku, karena sifat aku yang kekanak-kanakan kaya gitu, terus kak Zaky bosan kan ngadapin sifat aku yang kaya gini"


Sambil berurai air mata, Windu mengubah posisinya sedikit menjauh dari Zaky.


"Bukan, bukan itu yang kak Zaky maksud Ndu" Zaky kembali membalik posisi sang istri untuk menghadap dirinya, namun Windu tetap bersikeras dengan keinginannya sendiri.


"Sayang, kak Zaky mohon jangan seperti ini, kak Zaky sama sekali tidak pernah bosan berada di dekat istri kak Zaky yang cantik ini"


"Terus kalau gak gitu maksud kak Zaky apa?"

__ADS_1


"Gini yang, kak Zaky mau bawa kamu untuk konsultasi ke psikolog, karena ini semua atas anjuran dokter yang melihat akan berdampak dengan kondisi kandungan kamu nantinya"


"Jadi kak Zaky dan dokter bilang aku gila ? gitu"


"Bukan sayang, bukan itu juga" Beberapa kali terlihat Zaky mencoba untuk tetap berusaha menahan emosinya yang hampir di ubun-ubun, sejak kehamilannya, sifat Windu memang sangat banyak mengalami perubahan, ia yang dulu nya terlihat tenang dan sedikit cuek, berubah menjadi sosok yang sangat sensitif dan sangat manja kepada Zaky.


"Sayang, dengar kak Zaky" Sembari menatap mata Windu dengan penuh kasih sayang Zaky kembali memberi kan pemahaman kepada Windu.


"Ndu, bukannya kamu ingat bahwa kak Zaky dulu pernah Trauma dengan masa lalu kak Zaky, yang mengakibatkan kak Zaky tidak bisa dekat dengan wanita?"


"Iya, aku ingat. Terus apa hubungannya?"


"Tentu aja ada sayang, karena kak Zaky rasa kamu saat ini mengalami hal yang sama dengan kak Zaky dulu, namun dengan trauma yang berbeda"


Mendengar perkataan Zaky yang terlihat sangat serius Windu pun mulai fokus dan mencoba memahami kalimat dari suaminya itu.


"Maksud kak Zaky, aku memilik trauma?"


"Iya trauma, mungkin hal itu di latar belakangi perpisahan kita beberapa waktu lalu. Sehingga saat ini kamu merasa sangat takut jika kak Zaky tidak ada di samping kamu. padahal kak Zaky cuma di WC, tapi kamu sudah berfikir jauh tentang kak Zaky."


"Iya sih kak, bahkan aku sering mimpi kak Zaky pergi tinggalin aku" air mata kembali mengalir di wajah Windu yang terlihat sedikit pucat.


"Jangan nangis lagi yang" Zaky kembali memeluk tubuh sang istri dengan erat sembari menghapus jejak air mata di wajah Windu.


"Lihat mata kak Zaky," Dengan mata sembabnya Windu menatap erat wajah Zaky dengan jarak yang sangat dekat.


"Windu sayang, sampai kapan pun kak Zaky tidak akan pernah ninggalin kamu sampai maut memisahkan" Beberapa kecupan Zaky tinggalkan di seluruh wajah Windu,


"Baik lah, aku setuju dengan saran kak Zaky, tapi janji jangan tinggalin aku"


'


"Tidak, tidak akan sayang, bisa gila kak Zaky kalau sampai terpisah jauh lagi dari kamu"


Windu langsung menutup mulut Zaky dengan kedua jarinya.


"Jangan ngomong gitu kak, aku gak mau kak Zaky gila....hiks---hiksssss" Wanita yang tengah hamil muda itu pun terisak saat mendengar kalimat terkahir dari bibir sang suami, jujur dari dalam lubuk hatinya yang terdalam ia sama sekali tidak ingin melihat sang suami gila karena dirinya.


Bersambung....✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2