SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
all is well


__ADS_3

Keesokan pagi nya Windu yang ditemani Zaky memutuskan untuk segera pergi ke praktek psikolog yang akan membantu penyembuhan Windu.


Dengan kecepatan rata-rata Zaky mulai mengemudikan kendaraannya di jalan raya. Beberapa kali Zaky tampak menoleh ke arah sang istri yang terlihat tengah termenung sembari terus menggenggam tangan kanan Zaky cukup erat.


"Sayang? kok diam aja? yang semangat dong, kata nya tadi gak takut lagi"


"Tadi sih aku gak takut kak, tapi sekarang kok mulai gugup gini ya? kaya nya aku tu takut kalau diagnosa nya serem"


"Serem gimana Ndu, kak Zaky yakin kok penyakit kamu cuma karena trauma, dan tidak ada penyakit parah lainnya"


"Nanti kalau ada gimana?"


"Kak Zaky akan selalu di samping kamu. Dan kamu harus berfikiran positif, buang jauh-jauh fikiran-fikiran jelek yang bisa mempengaruhi mood kamu Ndu"


"Ehem--- aku gak akan berfikiran yang jelek lagi, tapi nanti kalau dokternya nyuruh aku buat terapi gimana ya kak?"


"Ya kalau terapi itu berdampak positif untuk penyembuhan kamu, kita akan lakukan Ndu, pokoknya saat ini kita konsultasi terlebih dahulu, apapun hasil kedepannya akan kita ikuti selagi itu bersifat baik"


"Iya kak, maksih karena sudah ada selalu buat aku"


"Apapun untuk kamu sayang"


Zaky langsung mengecup tangan kanan Windu cukup lama.


Sesampainya di klinik psikolog, Windu pun mulai turun dari mobil setelah Zaky membuka pintu untuk nya.


Dengan langkah perlahan Windu mengikuti Zaky yang berada sedikit di depannya,


Tepat di loby klinik tersebut terlihat seorang wanita dengan blazer lengkap langsung menyambut kedatangan kedua pasang suami dan istri itu.


"Selamat pagi bapak-ibu ada yang bisa saya bantu?"


Dengan ramah sang pegawai klinik tersebut menyapa Windu dan Zaky,


"Begini mbak, saya dan istri saya ingin bertemu dengan dr. Taufan"


"Owh, apakah bapak dan ibu sudah mendaftar sebelumnya!"


"Sudah mbak, saya tadi malam sudah kontak ke sini, saya di rekomendasikan oleh dokter Suryo"


"Owh, ini ibu Windu?"


"benar mbak, saya Windu"


"Silakan masuk saja Bu, karena dokter sudah menunggu anda di dalam"


Mendengar jawaban asisten sang dokter, Windu yang di temani oleh Zaky pun mulai beranjak menuju ruang dr Taufan, dan di depan pintu dokter Taufan, tampak seorang perawat yang telah membuka pintu ruang tersebut.


Sesampainya di dalam, Windu merasa takjub akan keadaan ruangan yang terlihat sedikit berbeda dengan rumah dokter lainnya, terlihat sebuah taman kecil yang memiliki air terjun miny di atasnya, serta kolam ikan yang di kelilingi oleh dinding yang terbuat dari batu-batu karang. Nuansa air terjun dengan dedaunan hijau membuat seketika rasa gugup yang Windu rasakan perlahan mulai memudar.


Dan di sana pun mereka di sambut hangat oleh seorang pria paruh baya dengan kepala pelontos,


"Selamat pagi"

__ADS_1


"Selamat pagi dokter"


Windu dan Zaky pun mulai duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan sang dokter.


Dan akhirnya di dalam ruangan itu sang dokter, banyak memberikan pertanyaan terhadap Windu, dan dari semua pertanyaan yang di ajukan oleh sang dokter maka didapatkan sebuah kesimpulan bahwa Sanya Windu mendapatkan trauma yang di sebut Fear of abandonment merupakan kondisi yang terjadi akibat pengalaman buruk atau trauma di masa lalu.


Rasa takut kehilangan bukan terjadi dalam intensitas yang biasa saja, pengidap kondisi ini bahkan dapat mengalami rasa takut yang luar biasa jika ditinggal pergi oleh orang terdekatnya.


Beruntungnya penyakit yang Windu idap tidak terlalu berat, sehingga proses penyembuhan tidak perlu melakukan terapi, namun Windu di haruskan banyak interaksi dengan orang lain, dan menyibukkan diri dengan hobi yang Windu sukai, sehingga ia tidak lagi fokus akan kehilangan Zaky, dan disini peran Zaky sangat di butuhkan sebagai pendamping Windu selama proses penyembuhan.


Setelah mendengar semua penjelasan dari sang dokter psikolog akhirnya Windu dan Zaky pun memutuskan untuk segera berpamitan.


Sepanjang perjalanan wajah Windu sudah tampak lebih ceria, beberapa kali ia mulai ikut menyanyikan sebuah lagu yang sedang diputar di dalam mobil milik Zaky.


"Kamu kelihatannya senang banget yang?"


"Masa sih kak? kayanya biasa aja"


"Biasa aja gimana? dari tadi kak Zaky lihat kamu gak berganti tersenyum"


"Windu bersyukur kak, karena ternyata penyakit nya tidak terlalu parah"


"Syukur lah Ndu, kak Zaky senang lihat kamu seperti ini, pokoknya mulai hari ini jangan adalagi kesedihan di mata kamu sayang"


Windu pun mulai menganggukan kepalanya tanda setuju.


Dan setelah menempuh waktu kurang lebih 45 menit akhirnya mobil yang Zaky kendarai telah sampai dikediaman keluarga Zaky, sambil menggandeng tangan sang istri Zaky berjalan menuju kamar mereka,


"Sayang, apa boleh nanti kak Zaky pergi ke kantor?"


"Kok cum H-- yang?"


Saat sesampai di dalam kamar mereka Windu masih bungkam seribu bahasa, sejujurnya ia ingin menjawab "ia" namun bibir nya seakan sulit untuk berucap.


"Ndu? kalau kamu belum mengizinkan kak Zaky tidak akan memaksa"


Windu pun tersenyum setelah mendengar kalimat yang keluar dari bibir Zaky, namun Windu dapat melihat kekecewaan dari raut Zaky, karena Windu tahu bahwa suami nya itu adalah sosok seorang pekerja keras. Dan demi dirinya sudah beberapa Minggu terkahir Zaky tetap berada di sampingnya.


"Maaf kan Windu kak, tapi saat ini Windu belum siap di tinggal, sabar sebentar lagi ya kak"


Windu berucap dalam hati sembari melihat ke arah Zaky yang sudah selesai mengganti baju nya dengan baju rumahan.


Tak berapa lama Windu pun mulai mengganti bajunya dengan sebuah daster selutut tanpa lengan. Dari jarak yang tidak begitu jauh ia dapat melihat Zaky tengah sibuk dengan smart phone di tangannya. Kening berkerut dan wajah yang terlihat letih membuat Windu memutuskan untuk memberikan sebuah kejutan untuk Zaky.


Dengan reflek Windu yang telah berada di samping Zaky langsung memeluk erat tubuh suaminya itu, ia pun mulai mengkusal wajahnya di pundak sang suami, tangan mungilnya mulai berjalan pelan di sekitar pundak hingga ke punggung Zaky, dan setelah Zaky menghentikan pekerjaan nya dan fokus kepada sang istri, tiba-tiba Windu mulai memperlihat kan minyak gosok yang ia pegang ditangannya.


"Tara--- kejutan, kak Zaky lelah kan? sini biar aku kasih pijitan ala Windu, biar nanti badannya enakan lagi"


Dengan cekatan istri kecil Zaky itu langsung membuka kaos yang tengah Zaky pakai, dan ia pun langsung mengarhkan tubuh Zaky untuk menelungkup.


Namun Zaky sama sekali tidak mengikuti instruksi dari Windu. Sang macan yang sudah lama tertidur itu pun meminta hal lain dari sang istri, karena tanpa Windu sadari perlakuan yang tadi Windu lakukan terhadap tubuh Zaky malah membangunkan cobra liar yang tersimpan di balik topeng Zaky selama ini.


Dengan sekali tarikan Zaky berhasil menjatuhkan Windu ke dalam pangkuannya.

__ADS_1


"Loh kak? kok jadi gini? gimana aku mau kusuk---"


Zaky pun langsung membungkam bibir sang istri dengan bibirnya, secara perlahan ia mulai mengecup bibi Windu lumayan lama, hingga ia pun mulai memperdalam Lum***tanya, terhadap bibir Windu.


"Sayang? apa kak Zaky boleh buka puasa?"


Windu yang sudah kepalang basah hanya bisa menganggukan kepalanya, dan tanpa basa-basi Zaky pun langsung membuka semua kain yang menempel di tubuh sang istri,


Dia pun dengan ganasnya mulai mengabsen setiap sudut sensitif sang Windu yang selama ini telah memabukan dirinya.


"Hmm---, pelan ya kak, karena Windu takut kak"


Zaky yang sudah hilang kendali akhirnya mulai memperlambat kegiatannya, sembari melihat wajah Windu Zaky mencoba untuk meyakinkan istrinya itu.


"Kak Zaky janji tidak akan menyakiti kamu dan


little yang, "


Setelah berucap kepada Windu Zaky pun mulai membuka pakaian yang masih menempel di tubuhnya, dengan perlahan dan sangat lembut Zaky mulai menjebol gawang Windu yang terlihat lebih mengg**"ahkan dari sebelumnya.


Dan siang itu pun menjadi hari yang tak terlupakan untuk sepasang suami istri yang sudah terpisah 4 bulan lamanya.


*


*


5 months later


Hari ini tepat nya di sebuah RS bersalin Windu tengah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan seorang putra ke dunia.


Dengan di temani oleh Zaky beberapa kali Windu mencoba untuk terus mengedan panjang sambil di bimbing oleh seorang dokter dan beberapa bidan dan perawat di sekitarnya.


"Ayo Bu terus"


"Eghh---eghhh"


"Sakittttt--- kak Zaky sakit----"


Zaky yang baru pertama kali mengahadapi hal seperti ini tidak dapat berucap apa-apa, dengan wajah datar yang pucat Zaky sama sekali tidak merespon rengekan Windu.


Aesungguhnya ia tidak kuat jika harus melihat Windu yang kesakitan seperti ini, namun demi Windu dan bayinya ia mencoba untuk kuat mendampingin kelahiran sang putra pertama.


"Kak ini sakit!!! kok kak Zaky diam aja!!"


Namun Zaky masih diam seribu bahasa, akhirnya dengan sekuat tenaga Windu yang terlihat kecewa dengan Zaky mulai mengejan untuk yang ketiga kalinya sambil menggenggam erat lengan Zaky akhirnya terdengar suara bayi yang memenuhi ruang bersalin itu.


"Owekk---owekk"


Dan tak berapa lama terdengar suara dentuman yang cukup keras di samping Windu,


"Kak Zakyyy??"


Seketika teriakan Windu mulai menggema di dalam ruang bersalin tersebut. Dan di lantai yang dingin akhirnya Zaky terjatuh dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


Bersambung ....✍️✍️


__ADS_2