SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Kekejaman Tante Via


__ADS_3

"Hiks--- kak Zaky jahat, kenapa kak Zaky tega sama Windu, Windu gak mau kak Zaky kaya gitu lagi" Dengan cukup kuat Windu tak berhenti memukul pundak Zaky, ia terus menumpahkan kekesalan dan amarahnya yang tertahan selama ini,


"Pukul terus Ndu, pukul aku lebih kuat. Kakak ikhlas melakukan apapun untuk kamu, asal kamu janji tidak akan meminta pisah dari kakak Ndu" Mata pria dingin itupun kembali memerah, hidungnya pun mulai basah.


"Hiks---- aku marah sama kak Zaky, aku kecewa sama kamu kak. Tapi aku sadar kalau kamu belum sembuh dari trauma kamu. Tapi entah kenapa hati aku sakit saat kamu bilang---" Dan ucapan Windu pun terputus setalah sesaat kemudian Zaky langsung mengecup lembut bibir sang istri, bahkan ia memeluk Windu dengan erat,


"Tolong jangan ingat lagi perkataan aku tempo lalu Ndu, aku mohon kamu bisa melupakannya, anggap aku tak pernah mengatakan itu"


Windu masih terbuai di dalam pelukan Zaky, ia dapat merasakan kehangatan serta aroma tubuh sang suami yang hampir 4 bulan tak dapat ia rasakan.


"Please maafkan aku Ndu! " Zaky berbicara sambil menatap mata Windu, sesekali jari nya mulai mengusap jejak air mata yang membasahi pipi sang istri.


Windu pun menganggukan kepalanya, kedua tangan mungilnya pun mulai membalas pelukan sang suami lebih erat.


"Halo Ndu! kenapa pintu nya gak----"


Tante Via yang tiba-tiba sudah sampai di hotel merasa sangat kaget, saat melihat pintu kamar Windu yang tidak terkunci, namun keterkejutannya lebih parah saat ia melihat sosok yang ia benci saat ini tengah memeluk ponakannya tersayang.


"Tante?"

__ADS_1


"Lepaskan Windu Zaky! " Tante Via langsung menarik tangan Windu agar menjauh dari Zaky,


"Tante maaf kan saya Tante. Saya mohon sama Tante untuk bisa memaafkan semua kesalahan yang saya buat ke Windu"


"Saya gak mau dengar omongan kamu! apa pun alasan yang kamu katakan kepada saat ini saya tidak akan memberikan maaf saya untuk pria breng**sek kaya kamu"


"Tan, aku tahu aku salah tapi itu semua bukan dari lubuk hati aku Tante, itu semua akibat kebodohan aku yang tanpa berfikir panjang dulu"


"Gak ada" Tante Via berusaha untuk mendorong Zaky dari kamar penginapannya, ia yang sudah merasakan sangat kecewa kepada Zaky sama sekali tidak membutuhkan pembelaan dari suami ponakannya itu, yang ia mau saat ini hanya lah menjauhkan Windu dari Zaky.


"Tante aku mohon dengarkan dulu penjelasan aku Tante, tolong Tante-- aku tidak mau harus berpisah lagi dengan Windu dan calon anak kami Tan"


"Tan, lepaskan Zaky Tan, aku mohon Tante jangan tarik Zaky terlalu kuat" Perasaan yang tiba-tiba melo memaksa Windu untuk lebih berani membela sang suami di hadapan Tante nya itu.


"Windu? kamu sadar kan apa yang sudah Zaky lakukan ke kamu? kamu jangan mau di bodohin lagi sama laki-laki breng*** ini, ingat Windu sudah berapa kali ia membuat kamu bersedih! sudah berapa kali kamu mencoba kabur dari dia?"


Windu dapat mendengar jelas semua perkataan sang Tante yang benar adanya namun hati kecil nya berkata lain. Saat ini Windu sangat yakin kalau kejadian beberapa waktu lalu sedikit banyak di pengaruhi oleh penyakit lama Zaky yang belum sembuh total.


"Tidak Tan, Windu gak mau pisah lagi sama kak Zaky, karena ini semua sedikit banyak juga karena kesalahan Windu Tan. Jadi dalam hal ini Windu memutuskan untuk kembali ke kak Zaky Tan"

__ADS_1


"Gak Windu, Tante gak setuju! kamu jangan menjadi wanita yang lemah Windu! sekarang juga tante minta kamu untuk segera masuk kedalam kamar"


"Tapi tan----"


"Masuk Windu! kalau kamu masih mau jadi ponakan Tante kamu harus mendengarkan semua ucapan Tante"


Windu yang serba salah memutuskan untuk mengikuti perintah sang Tante, karena ia sama sekali tidak ingin menyakiti hati sang Tante yang sudah banyak berkorban untuk dirinya.


"Ndu, jangan tinggalin aku Ndu, ayo kita pulang bersama Ndu" Zaky yang melihat Windu berjalan menuju kamar nya masih terus berusaha untuk meyakinkan sang istri, namun Windu tetap melanjutkan langkah nya tanpa berkomentar satu patah kata pun.


Tante Via akhirnya berhasil menarik tangan Zaky sampai keluar kamar,


"Ingat Zaky, saya harap hari ini menjadi hari terakhir kamu untuk melihat Windu secara langsung karena saat bayi Windu telah lahir maka kami akan secepatnya mengatur perceraian kalian berdua"


"Brak" suara pintu yang di banting Tante Via langsung menggema di sepanjang orong hotel.


"Aku akan datang kembali Ndu! tunggu aku sayang, aku berjanji akan membawa kamu kelak pulang bersama ke rumah kita Ndu, rumah yang di dalamnya hanya ada aku, kamu dan anak-anak kita"


Dengan gontai Zaky berjalan mengitari lorong hotel menuju lift yang tersedia di sana.

__ADS_1


Bersambung....✍️✍️


__ADS_2