SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Gagal


__ADS_3

Dengan di bantu oleh sang Tante, Windu bersiap-siap untuk mengemas beberapa pakaian yang akan dia bawa ke rumah Zaky, sedangkan sang Tante tengah duduk sambil mendengarkan keluh kesah yang Windu rasakan beberapa hari ini.


Tante Via tak menyangka bahwa suami sang ponakan memiliki riwayat penyakit sikis yang lumayan parah.


"Pantes ya Ndu! dari dulu wajah Zaky itu jarang banget tersenyum. Tante masih ingat waktu dia masih SMA beberapa kali Tante berpapasan dengan Zaky, sama sekali dia gak pernah bales sapaan Tante. Bahkan terlihat kaya anak sombong gitu. Makanya waktu kamu nikah kepaksa sama dia, Tante kurang setuju."


"Iya Tan, Windu juga kaget awal dengar ceritanya dari Beno!"


"Lah tapi kenapa waktu itu kamu sama dia bisa tidur bareng?"


Saat Tante Via menanyakan hal itu, membuat Windu terdiam. Ingin rasanya ia menceritakan perihal jebakan yang telah Beno lakukan kepadanya. Namun ia malu jika harus mengatakan alasan Beno yang sebanarnya sampai berbuat seperti itu.


"Aduh..Tante pakai tanya itu lagi! gak mungkin kan aku bilang ke Tante kalau Beno jebak aku agar gak nikah sama papa Tama! bisa-bisa aku di amuk sama Tante lagi"


Sadarkan akan masa lalu nya yang cukup memalukan membuat Windu tetap menutupi masalah yang terjadi kepada dirinya.


Tak terasa waktu silih berganti, senja pun telah berganti malam, Tante Via masih setia di kos sang ponakan hingga sebuah klakson mobil membuyarkan ketenangan mereka.


"Eh Tan, kayanya itu kak Zaky deh! aku lihat dulu ya?


"Udah cepat sana! entar dia ngamuk lagi kalau kamu lama."


Dengan setengah berlari Windu keluar dari kamarnya, di dari atas kamar kos ia dapat melihat, mobil sang suami sudah terparkir di depan pagar kos nya.


Windu pun mulai turun ke bawah untuk menemui Zaky di sana,


Zaky yang melihat kedatangan sang istri langsung membuka kaca mobilnya,


"Kak tunggu sebentar ya aku mau ganti baju dulu,"


"Itu mobil nya Tante Via?"


"Iya kak, Tante Via lagi di dalam."

__ADS_1


" Owh...ya udah cepat gak usah pakai ganti baju Ndu! nanti lama!"


"Lah sebentar kok kak!"


"Ya udah cepat"


Windu kembali masuk ke dalam kosnya, sang Tante yang melihat kehadiran Windu langsung izin untuk kembali ke rumahnya, karena ia tidak mau membuat pasangan suami istri yang sedang bucin itu menjadi terganggu dengan kehadirannya.


"Wah Tante mau ke mana?"


"Yah balik lah! gak mungkin dong Tante jadi nyamuk untuk kalian,"


"Hehehe ya enggak lah Tan, kami juga langsung mau pulang kok! gimana kalau aku pulang nya naik mobil Tante aja, biar Tante gak kesepian."


"No..no..no.. Tante udah biasa kok, kamu pulang sama Zaky aja! udah Ayi cepat siap-siap. Tante pulang duluan ya!"


"Ya udah--- hati-hati ya Tan"


Tante Via hanya mengangguk kan kepalanya sembari mencium pipi ponakannya.


Ia yang awalnya ingin marah dan menyuruh Windu untuk lebih cepat malah di suguhkan dengan pemandangan yang menggetarkan jiwanya kelaki-lakiannya.


"Damn...untung aku yang masuk! gimana kalau orang lain yang masuk! "


Mata Zaky sama sekali tak berpaling dari memandang kemolekan istrinya itu. Walau ia sudah beberapa kali melihat tubuh Windu namun hal itu tak membuatnya bosan.


Seketika love bird yang ia rawat selama ini mulai bangkit dari sarangnya. Tanpa menunggu waktu lama, Zaky yang sudah di ubun-ubun langsung memeluk tubuh sang istri dari belakang, ia pun langsung menggendong Windu di kedua tangan kekarnya.


"Owh---Kak Zaky! aku kaget tahu kak!"


Windu langsung berteriak histeris, saat tiba-tiba Zaky sudah berada di dalam kamarnya dan tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh nya saat ini.


Zaky yang sudah kalap tidak menanggapi omongan istri kecil nya itu. Yang ia mau saat ini hanya lah sarang untuk love bird nya berkembang biak.

__ADS_1


"Kak Zaky stop! "


Zaky sama sekali tidak memperdulikan teriakan Windu, saat ini yang ia inginkan hanyalah bagian terkecil dari istrinya itu.


Zaky mulai mencium setiap inci tubuh sang istri yang sudah menjadi candunya saat ini. Zaky yang sudah di mabuk asmara seakan tak bisa lagi di hentikan.


Bibir nya yang semula bermain di buah cery nan merah sudah berpindah ke bagian tengah milik Windu. Dengan satu tarikan tali yang tadinya berkait langsung terlepas.


Windu yang mulai ter******Ng hanya bisa pasrah terhadap perlakuan sang suami. Karena berkali-kali ia mencoba untuk menghentikan perlakuan suaminya itu, namun sama sekali tak mempengaruhi sang beruang kutub yang tampak sudah sangat kelaparan.


Cukup lama Zaky bermain-main di salah satu tempat favoritnya itu. Setelah di rasa cukup bermain di sana ia pun mulai menjelajahi tempat lainnya, dan yang paling di tunggu Zaky langsung ke bagian inti terpenting milik sang istri.


"Kak Zaky..stop sebelum kamu menyesal kak!"


Zaky tak mendengarkan peringatan sang istri. Karena sudah sangat lapar ia pun langsung mencoba untuk menikmati makan utamanya.


Namun saat tudung makanan itu terbuka seketika Zaky harus menanggung rasa kecewa.


Karena penampakan sesuatu yang mungil itu berwujud sedikit berbeda, karena ada pembungkus lain di dalam pembungkus.


Dengan cepat Windu Kembali memperbaiki posisi pakaian d***am nya yang tadi sempat di buka sang suami.


"Kamu? " Zaky bertanya sembari memicingkan kedua matanya.


"Iya kak! makanya dari tadi tu aku udah peringati kakak, tapi kakak tetap ngeyel."


Wajah Zaky yang tadi penuh semangat langsung berubah sayu,


"Maaf ya kak, soalnya baru tadi siang pulang dari kampus aku dapatnya."


Zaky masih terdiam, ia hanya memandang wajah istri kecilnya itu cukup lama.


"Kamu tega Ndu!"

__ADS_1


Mau tak mau Zaky harus menerima kegagalannya malam ini, dia harus berpuasa sampai keberangkatannya nanti ke kabupaten K.


Bersambung....✍️✍️


__ADS_2