SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Rayuan maut ala Windu


__ADS_3

Keesokan harinya Zaky dan Windu akhirnya sampai kembali ke kota P, setelah menempuh jarak kurang lebih 2 jam mereka tiba kekediaman keluarga Pratama.


Zaky yang baru sampai ke rumah harus bergegas ganti baju dengan pakaian kantornya karena hari ini papa Tama sedang menunggunya untuk melakukan meeting sebelum keberangkatannya ke kabupaten K, sebagai manager di perusahaan mereka yang terancam collapse di daerah tersebut.


Saat memasuki rumah tampak rumah besar keluarga Pratama terasa sepi hal itu disebabkan karena beberapa orang penghuni rumah yang sudah beraktivitas di luar rumah lebih pagi. Papa Tama yang seorang work holic sejati pasti sudah berangkat di awal pagi tadi, sedang Beno sudah dipastikan sudah berada di kampusnya, karena motor gede kesayangannya sudah tidak tampak lagi di dalam garasi.


Setelah membantu sang suami untuk bersiap ke kantor rencananya Windu akan langsung pulang kembali ke kos-kosannya, karena ia juga sudah tidak sabar untuk melanjutkan kuliah nya lagi. Rencananya setelah berganti baju di kos ia akan langsung menuju kampus yang telah ia tinggalkan beberapa hari ini.


Sekaligus ia juga ingin mengambil tas dan hp nya yang ia titip di mobil milik Luka tempo lalu.


Dengan sabar Windu mengurus semua pakaian yang akan Zaky pakai pada hari ini, sembari menunggu sang suami mandi. Setelah selesai mandi Zaky langsung mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil.


"Mau aku bantu?"


Zaky langsung menganggukan kepalanya sembari memberikan handuk kecil itu kepada sang istri. Dengan telaten Windu mulai mengeringkan rambut Zaky yang masih tampak basah, terlihat tetesan air jatuh di pundak Zaky dan bagian punggungnya,


"Kamu yakin hari ini langsung kuliah?"


"Yakin donk kak! aku udah rindu untuk masuk kuliah lagi"


"Terus nanti aku antar kamu ke kos! terus langsung siap-siap jangan lama! karena aku janji ketemuan sama papa jam 10 entar papa tambah marah sama aku kalau telat lagi!"


"Ehm..kakak antar aja aku pulang ke kos, terus nanti aku berangkat ke kampus naik motor."


"Apa MOTOR? enggak aku gak ngizinin kamu pergi sendiri apalagi naik motor! "


"Yah.. kak aku tuh udah biasa naik motor! lagian kalau kakak tunggu aku kakak bakal telat! terus aku juga kalau naik mobil di jam segini pasti macet, terus aku bakal telat juga. jadi mending kita ...."

__ADS_1


"Gak ada bantahan! pokonya kamu siap-siap di kos terus aku antar kamu!"


Setelah rambutnya di rasa lebih kering dari sebelumnya, Zaky pun mulai memakai pakaian yang tadi telah Windu siapkan untuk nya.


"Hmm.. kak! please?"


Zaky sama sekali tidak menjawab permintaan sang istri, ia hanya terus fokus dengan aktifitasnya di pagi menjelang siang itu.


Windu yang merasa di abaikan hanya mampu memajukan bibirnya sambil duduk di atas sofa yang ada di kamar mereka.


Dan tak menunggu waktu lama Zaky pun telah siap dengan sebuah koper kecil di tangan kanannya. Ia yang di ikuti Windu langsung masuk kedalam mobilnya kembali.


Saat mobil mereka melewati rumah sang Tante, seketika rasa rindu menyelimuti perasaan gadis cantik itu. Cukup lama matanya terus memandangi rumah sang Tante yang masih terlihat sepi. Karena bisa dipastikan pagi itu pasti sang Tante sudah berada di kantornya.


"Nanti sepulang kuliah kamu langsung kembali ke kos! "Zaky langsung memberikan beberapa lembar duit berwarna merah kepada sang istri,


"Ini duit untuk kamu naik taksi. dan sampai di kos langsung kemas barang-barang kamu kembali. Aku mau hari ini juga kamu kembali tinggal di rumah. Nanti kalau kakak jemput kamu di kos! kamu harus sudah siap!"


"Lho kak! bukannya kakak mau keluar kota selama 3 bulan? lah terus kenapa aku harus pulang sekarang!"


"Kamu tu lucu! kamu kan istri aku jadi kamu harus tinggal sama aku! dan bukannya kita udah putuskan sebelumnya kalau kamu bakal ikut Kaka ke luar kota? kok jadi kaya gini lagi ngomongnya!"


"Maaf ya kak, tapi aku gak bisa harus ambil cuti kuliah. Karena kan aku baru masuk kuliah masa udah mau cuti aja. Terus aku kan baru tinggal di kos-kosan, kan sayang duit sewanya kalau aku pulang sekarang. So mending selama kita LDR aku bakal tinggal di kos kak?"


"Kenapa sih kamu harus kuliah? toh dengan uang aku, kita gak bakal kelaparan kok! bahkan aku bisa memenuhi semua kebutuhan kamu dan anak-anak kita kelak!"


Suara Zaky mulai meninggi saat merasa sang istri tak mau mengikuti keinginannya. Bahkan wajah nya pun mulai memerah seakan menahan amarah yang sedang bergelora di hatinya. Saat ini keegoisan dan sifat pessesif mulai menguasai dirinya.

__ADS_1


"Kak Zak! tolong mengerti aku, sekali ini saja kakak bisa gak mengabulkan permintaan aku? aku gak minta harta melimpah atau pun kemewahan dari kakak. Aku hanya mau kakak mengizinkan aku untuk kuliah. Kalau kakak mau anak aku bakal setuju, dan insyallah aku berusaha untuk menjadi ibu dan istri yang baik untuk kalian kedepannya. Tapi please izinkan aku menyelesaikan gelar dokter aku! "


Mata Windu mulai berkaca-kaca saat menyampaikan keinginan hatinya. Sambil memegang tangan Zaky yang sedang memegang stir mobil Windu masih berusaha untuk mendapatkan sedikit harapan dari sang suami.


Sedangkan Zaky hanya dapat terdiam. Sama sekali tidak ada jawaban atau pun sanggahan dari mulutnya saat ini.


Windu yang melihat gerak gerik sang suami yang tampak mulai sedikit luluh, langsung mendekat kan wajahnya lebih dekat ka arah wajah Zaky, dengan agresif ia langsung mencium pipi Zaky cukup lama. Tangan kiri gadis itu tak henti berjalan genit di dada bidang Zaky saat ini.


Seketika wajah sang beruang kutub langsung berubah teduh. Terlihat jelas Zaky menjadi lebih salah tingkah saat Windu menjalankan misi rayuan mautnya.


"Hmmm...ehemm..ehem ..OK kalau itu keinginan kamu Tapi?? ada syaratnya"


"Apa?"


Dengan senyum kemenangan Windu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Zaky.


"Setiap Sabtu dan Minggu saat aku pulang kamu harus ada di rumah! aku gak mau kamu di hari libur keluar rumah! dan selama kita LDR aku hanya izinin kamu untuk keluar saat kuliah tapi kalau sudah siap kuliah kamu gak boleh kemana-mana lagi. Dan yang terpenting jangan dekat-dekat sama laki-laki lain! termasuk Beno"


Panjang lebar Zaky mulai menguraikan setiap persyaratan yang ia buat secara lisan kepada Windu, karena tanpa di sadari laki-laki dingin itu sudah mulai bucin kepada sang istri kecil.


Seakan batu es yang ada di dalam diri nya sudah mulai meleleh namun berganti dengan sifat posesif yang lebih mendominasi.


"Siap kakak sayang..Windu bakal setuju apa pun persyaratan yang kakak berikan, tapi..."


"NO! Tapi -tapi Windu! the answer only" yes or no"?


"Alright! yes im agree darl"

__ADS_1


Dengan genit Windu mulai menyosor bibir sang suami yang masih fokus menyetir mobilnya, hal itu membuat Zaky terpaksa harus menepikan mobilnya sementara waktu, untuk membalas setiap perlakuan sang istri kecil.


Dan akhirnya misi sang wanita penggoda pun berhasil Windu bisa mendapat kan kemenangannya.


__ADS_2