SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Keusilan Beno membuat Windu kewalahan..


__ADS_3

Hari ini setelah banyak bertukar informasi bersama sang kekasih Beno akhirnya memutuskan untuk mengunjungi seorang ahli hypnoterapi yang dikira dapat membantu penyembuhan sang kakak,


Dengan mengendarai moge nya Beno bersama Melati mulai mengitari jalanan kota yang tidak begitu ramai di siang hari itu, sesekali pemuda tampan itu menghisap rokok yang ada di tangannya,


Dan tak berapa lama mereka berdua akhirnya sampai ketempat tujuan mereka, yaitu sebuah klinik hypnoterapy terbesar yang ada di kotanya,


Setelah memarkirkan motornya Beno mulai masuk ke dalam klinik tersebut bersama Mela di sampingnya, ia pun mulai mendaftar untuk berkonsultasi tentang keadaan sang kakak,


Setelah menunggu kurang lebih 15 menit akhirnya giliran Beno dan Melati pun tiba, dengan penuh keyakinan akhirnya mereka masuk kedalam ruangan seorang hypnoterapy tersebut,


Di sana Beno mengutarakan semua maksud dan tujuan ia datang ke klinik tersebut, dia juga menceritakan semua kejadian yang pernah menimpa sang kakak di masa kecilnya, setelah memahami semua permasalah sang pasien sang hypnoterapist pun menjelaskan kepada Beno tentang pengobatan mental melalui hypnoterapy,


Dan ia juga menjelaskan bahwa pengobatan dengan cara hipnotis tidak lah bertahan hingga seumur hidup, jika ada faktor interen atau eksteren yang dapat membuat memory lamanya kembali lagi, namun jika kedua faktor stabil maka penyakit itu tidak akan kembali kambuh kepada penderitanya,


Setelah mendengar semua penjelasan sang hypnoterapist Beno pun membuat jadwal pertemuan kedua dengan membawa serta sang kakak ke sana, Setelah selesai berkonsultasi Beno dan Mela pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.


Keesokan harinya Beno yang telah siap dengan baju yang rapi sedang menunggu sang kakak di rumah tengah, setelah semalam dia bercerita panjang lebar tentang penyakit yang di derita sang kakak selama ini, Zaky sungguh kaget saat mengetahui bahwa sang adik telah tahu akan penyakit yang selama ini ia derita,


semalam mereka mengobrol dan saling bertukar pikiran, hal yang sebelumnya jarang mereka lakukan karena jarak umur mereka yang lumayan jauh berbeda,


Dan malam itu pun Beno mengajak sang kakak untuk melakukan hypnoterapy untuk mengobati penyakit kakaknya itu, setelah menjelaskan sesuai yang di katakan sang hypnoterapist akhirnya Zaky setuju dengan saran sang adik, maka siang ini mereka berencana untuk mendatangi ahli hypnoterapy itu,


Dengan menaiki mobil Zaky akhirnya mereka berangkat ke klinik yang kemarin ia datangi bersama sang kekasih.


***


Sepulang dari klinik banyak hal yang hampir 180 derajat berubah dari sifat Zaky yang sebelumnya, Sepanjang perjalanan ia jadi lebih banyak tersenyum dan tampak wajahnya yang seperti tanpa ada beban,


Hal itu sungguh membuat Beno merasa puas dengan pengobatan sang hypnoterapy yang telah membantu sang kakak,


Sesampai di rumah mereka, Zaky yang sudah tidak sabar, langsung turun dari mobilnya meninggalkan Beno sendirian, dan ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya, di sana ia melihat sang istri sedang tiduran di sofa sambil sibuk memainkan gawainya, tanpa basa basi laki-laki yang biasanya dingin itu langsung berjalan ke arah Windu dan seketika memeluk tubuh sang istri dengan erat,


"AAAAAA"


Windu yang kaget dengan perlakuan suaminya itu langsung berteriak histeris, namun Zaky mempunyai cara untuk menghentikan teriakan istri kecilnya itu, dengan cepat ia langsung membungkam mulut istrinya itu dengan sebuah ciu-man yang rakus,


Windu yang baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti itu dari seorang pria pun langsung emosi, dengan sekuat tenaga ia pun memasang kuda-kuda untuk menendang milik beharga sang suami,


"Bhug..."


Zaky yang melihat gerak gerik sang istri langsung menghindari tendangan maut itu,

__ADS_1


Dan mulai melepaskan ciu-man untuk menghindar,


"Kamu apa-apaan kak??? kenapa kamu mel-ecehkan aku!!! kamu udah gila kak??" seketika air mata jatuh dari pipi sang gadis tomboy yang masih polos itu,


Sedangkan Zaky sangat merasa iba melihat air mata yang keluar dari mata istri kecilnya itu, ia pun tidak mengerti kenapa tiba-tiba ia sangat menginginkan istri kecilnya itu,


Dengan pelan ia mulai duduk di samping Windu, ."Maafkan kan kakak ya?? kamu jangan marah...kakak melakukan ini karena kakak Sayang sama kamu?? "


Seketika gadis itu pun menghentikan tangisnya ia merasa kaget dengan semua ucapan suami dinginnya itu,


"Ini benaran kak Zaky kan?? kamu sakit kak??"


Dan Windu pun langsung memeriksa suhu tubuh suaminya dengan meletakan tangannya di dahi Zaky,


"Tidak sayang..kakak baik-baik aja"


"Uhuk...uhukkkk..uhuk ...."


"Ap-a...A-pa tadi kakak bilang??? Sa-yang???"


Windu langsung mencongkel Bagian telinganya, karena ia merasa bahwa ada yang salah dengan telinganya, setelah mendengar sang suami dinginnya memanggil nya dengan sayang,


"Kamu kenapa sih yang?? kok kaya aneh gitu lihat kakak?? "


Windu yang masih merasa asing langsung menyelidiki suami tampannya itu, "…Pasti dia nge prank gue..."


"Hmm tadi aku habis pergi sama Beno,"


"Apa Beno??"


"Ehem..."


Mendengar kata Beno, Windu mulai beranjak dari sofa dan berniat ingin menemui sahabatnya itu untuk mencari tahu apa yang sedang direncanakan kedua kakak beradik itu terhadap dirinya,


Namun sangat di sayangkan hal itu tak dapat terealisasi secepat itu, karena tiba-tiba Zaky menempel kepadanya dan tidak mengizinkan nya keluar,


"Kamu di sini aja yang!! dari tadi kakak udah gak sabar buat ketemu sama kamu!! masa kamu tega ninggalin suami sendiri."


("What!!!! sayang!!!! suami????")


Berkali-kali Windu menelan ludahnya, ia yang awalnya sedikit risih dengan perlakuan Zaky akhirnya pasrah menerima semuanya,

__ADS_1


Setelah melihat istri nya kembali duduk, dengan perlahan Zaky mulai meletakan kepalanya di atas pangkuan istri tomboy nya itu,


tak lupa ia mengarahkan tangan Windu untuk membelai-belai rambutnya dari atas, dan ia pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang langsing sang istri,


Windu yang merasa aneh dengan kelakuan sang suami memutuskan untuk mengirim pesan kepada Beno untuk menanyakan apa yang sedang terjadi kepada Zaky,


"Ben...apa yang terjadi sama kakak Lo?? dia bilang abis pulang sama Lo??"


Beberapa kali Windu mencoba me miscall nomor Beno agar membalas pesannya namun hasilnya nihil, Beno sama sekali tidak mengangkat apalagi membalas pesannya,


("Ihh...bre-ngsek Lo Ben!!! lagi apa sih Lo!! kok gak balas pesan gue??")


Zaky yang sedari tadi masih betah dengan posisinya mulai menghirup dalam-dalam aroma tubuh sang istri yang masih terasa sangat harum di hidungnya, lama kelamaan tangan kekar itu mulai menyusuri tempat- tempat yang belum ter-jamah sebelumnya,


Seketika Windu shock dengan perlakuan yang ia anggap sudah kelewatan dari suaminya itu,


Dan dengan penuh emosi Windu langsung memukul wajah sang suami yang hampir melu-mat sesuautu yang dulu pernah di sentuh suaminya itu,


"Phak"


"AAAWWW"


Setelahnya Zaky bangkit dari sofa dan mulai memegang bibirnya yang sedikit mengeluarkan luka,


"Sayang...kok kamu mukul suami kaya gitu!!"


"Huft...kak...kakak kenapa sih?? kok jadi genit gini??"


"Kamu yang kenapa??? aku ini suami kamu!! wajar aku genit sama istri aku sendiri, kamu tahu kan yang dosa kalau menolak suami??"


Seketika Zaky langsung meninggalkan Windu dan masuk kedalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya,


"Lah...kok jadi gini sih??? kenapa kak Zaky jadi orang yang genit gini!!!"


Windu merasa jadi serba salah, sejujurnya ia sama sekali tidak mau memukul wajah suaminya kembali, namun ia merasa belum siap atas perlakuan Zaky terhadapnya,


Dengan rasa bersalah yang besar, ia langsung mengambil salep yang pernah ia beli untuk mengobati luka Zaky yang belum sempat ia berikan sebelumnya,


Di sisi lain Beno yang telah memanipulasi semuanya merasa tidak sabar dengan kabar yang akan ia terima besok dari Windu, sahabatnya itu.


Tercetak senyum merekah dari wajah Beno yang masih setia duduk di atas pohon jambu yang berhadapan langsung dengan jendela kamar sahabat dan kakak sulungnya itu,

__ADS_1


Bersambung.....✍️✍️


__ADS_2