SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Mulai berusaha..


__ADS_3

Setelah memasukan beberapa koper ke dalam kamar kosnya Windu mulai melihat keadaan di dalam kamar kos itu. Di sana sudah di sediakan sebuah kasur dengan single size, dengan kamar mandi di dalam dan sebuah lemari serta sebuah meja belajar yang telah Windu pesan sebelumnya.


"Huft..akhirnya sampai juga..ayo windu semangat! kamu pasti bisa!"


Windu terus memberikan semangat untuk dirinya sendiri, walau ada rasa sepi dan kesedihan yang melanda namun hati nya merasakan ketenangan yang luar biasa pada saat ini,


Setelah puas melihat-lihat perlengkapan sekitar tempat tinggal barunya Windu memilih untuk mengistirahatkan tubuh nya sejenak. Dan keesokan harinya baru lah menyusun semua pakaiannya ke dalam lemari.


Keesokan harinya saat matahari mulai memeprlihat kan sinarnya Windu sudah selesai dengan aktifitas berberes-beres, tampak keringat mulai mengucur dari dahi gadis cantik itu.


"Huft ..lelah juga ternyata...padahal baju nya cuma sedikit, tapi lelah juga ternyata..." sambil duduk di sebuah kursi kecil, Windu mulai menikmati susu hangat yang tadi sempat ia buat, dengan 2 lembar roti tawar dengan selai stroberi Windu mulai menikmati sarapan paginya sebagi anak kos.


Setelah menghabiskan sarapan paginya, Windu pun pergi mandi dan bersiap untuk menjalankan aktifitasnya sebagai seorang mahasiswa kedokteran, tak memakan waktu lama akhirnya ia telah siap dengan memakai sebuah dress putih di bawah lutut di padu dengan sepatu kets putih.


Sambil membawa kunci di tangan kanannya dan sebuah tas di tangan kiriny Windu mulai menuruni anak tangga menuju parkiran yang ada di kos-kosan itu,


ia mulai membuka stang motor miliknya, karena mulai hari ini Windu yang berkeinginan hidup mandiri mencoba untuk bisa membiyayai kehidupan pribadinya sendiri mulai dari kendaraan, biaya makan dan sebaginya, kecuali uang semester nya yang masih di tanggung sang Tante. Selain itu dengan membawa motor ia berharap bisa mengelabui Beno dan Zaki yang pasti akan mencari keberadaan nya.


Selain itu Windu juga berencana akan membuka sebuah online shop yang menjual pakaian serta pernak pernik wanita, rencana nya sepulang kuliah nanti ia di temani Luka akan mulai hunting pakaian yang akan ia jual di salah satu grosiran milik sepupu Luka.


Pukul 15:30


Siang ini sepulang kuliah Windu yang di temani Luka sedang dalam perjalanan menuju grosiran milik sepupu Luka yang terletak tidak jauh dari kos-kosan Windu, namun tak di sangka tanpa sepengetahuan Windu dari belakang mobil yang sedang di kendarai luka tampak mobil berwarna hitam milik Zaky sedang membuntuti mobil milik Luka,


Dari dalam mobil nya Zaky yang sedang dalam emosi, terus mengumpat dan memukul stir mobilnya dengan keras.


"Dasar laki-laki tak tahu adab, berani-berani nya dia pergi bersama istri orang! kalau dapat gak akan aku biarin dia hidup tenang!"


Namun di tengah perjalanan mengejar Windu hp Zaky tiba-tiba berdering, tertera nama Air yang sedang melakukan panggilan, Zaky yang masih mengejar mobil yang di naiki Windu masih tidak mengindahkan panggilan telpon dari mantan kekasih nya itu, hingga panggilan itu berbunyi lebih dari 3 kali baru lah Zaky mengangkat panggilan dari Air, ia akhirnya mengalah untuk mengejar sang istri, paling tidak esok hari ia berniat ingin kembali menemui istri kecilnya itu.


"Halo Air?"


"Zaky..kamu sibuk ya?"


"Enggak kok..tumben kamu telepon ada apa Air,?


"Hmm..gini Zak..sebenarnya aku minta tolong kamu "

__ADS_1


"Tolong..tolong apa ya? kalau bisa aku pasti bantu kamu"


"Hmm..kamu mau gak Nemani aku datang ke acara ulang tahun kakak sepupu aku malam Minggu besok?"


"H.. malam Minggu ya?"


"Iya malam minggu. Kamu bisa kan Zak? please.."


Setelah berpikir cukup lama Zaky akhirnya menerima ajakan mantan pacar nya itu, karena ia tidak mempunyai alasan untuk menolak ajakan Air,


"Baik lah, besok malam aku akan jemput kamu di rumah."


"Makasih ya Zak..aku akan menunggu kamu di rumah."


"Ok"


Akhirnya Zaky menutup panggilan telepon dari Air, dan ia memutuskan untuk kembali ke kantor nya,


"Ndu...sebenarnya di mana sekarang kamu tinggal? kenapa kamu harus pergi ninggalin aku Ndu"


Dengan perasaan kecewa Zaky mulai menjalankan mobilnya kembali.


Windu merasa sangat bingung harus memilih pakaian serta pernak-pernik apa yang harus ia beli karena semua barang-barang di sana terlihat bagus dan elegant, walau harganya murah meriah untuk kantong anak sekolah sampai kuliahan,


"Aduh Luka..ini semua keren banget..aku sampai bingung dari tadi mau pilih yang mana dulu"


"Heheh..ya kamu ambil semua nya aja Ndu, kenapa harus bingung"


"Yeee...mana cukup uang aku kalau harus ambil semua Ka! lagian aku belum tahu juga nanti bakal bisa jualan apa enggak!"


"Kalau Masalah pembayaran mah gampang, biar aku yang bantu kamu..kalau Masalah jual menjual kaya nya kamu bisa belajar sama kakak Farah langsung deh!"


"Makasih karena kamu udah mau bantuin aku! tapi aku gak mau ngerepotin kamu. Lagian ini usaha aku bakal rintis dengan uang aku sendiri. biar untungnya besar..hahahaha"


"Hahah...ya...aku gak minta bagian kok! aku ikhlas bantu kamu! gak kamu balikin juga gak papa"


"Manis banget sih senyum kamu Ndu!! bikin jantung aku tambah ketar ketir aja!" lirih Luka di dalam hati.

__ADS_1


"Hahah enggak kok! aku bercanda Ka, lagian aku baru mau coba-coba sedikit dulu, makanya cari beberapa aja yang paling menarik. Btw apa kak Sarah mau share ilmu nya untuk aku?"


"Ayo sini!"


Luka langsung menarik tangan Windu lembut menuju ke sebuah ruangan yang terletak di lantai dua grosiran tersebut.


"Tok...Tok..."


"Masuk aja ka"


Kak Farah sepupu Luka sudah melihat gerak


gerik adik sepupunya itu melalui sisi tv yang terpasang di setiap sudut toko grosiran itu, sehingga ia tak heran Luka yang sudah berada di depan pintu kantornya,


"Hy ..kak"


"Apa kabar kamu! udah lama gak kesini, terus siapa ni gadis cantik yang di samping kamu?"


Kak Farah langsung memburu Luka dengan banyak pertanyaan yang membuat Luka kelimpungan untuk menjawabnya,


"Hehehe...ini kenalin Windu, sahabat aku waktu SMP, sekarang kita ketemu lagi di kampus!"


Windu langsung mengangkat tangannya dan langsung di sambut baik oleh kak Farah kakak sepupu Luka,


"Hehehe..sahabat atau sahabat? sama kakak sendiri aja gak mau jujur"


Dengan wajah yang memerah Luka hanya tersenyum menanggapi pertanyaan kakak sepupunya itu.


Melihat tingkah adik sepupunya itu Farah langsung mengambil kesimpulan sendiri tentang kedua orang yang sedang berada di hadapannya saat ini.


Dan tak berapa lama Luka pun menceritakan niat kedatangan nya ke toko sang kakak bersama Windu saat itu kurang lebih 15 menit ia menjelaskan tentang alasannya di sana dan tak di sangka setelah mendengar semua cerita Luka akhirnya kak Farah pun dengan senang hati ingin membantu Windu untuk membuka usaha onlinenya itu.


Acara obrolan antara Windu dan kak Farah berjalan cukup lama, terlihat banyak kecocokan di antara kedua wanita itu, hingga percakapan itu di akhiri saat sore sudah menjelang.


Sebelum mereka berpamitan untuk pulang, kak Farah juga memberikan sebuah undangan pesta ulang tahun sang suami kepada Luka dan Windu, yang akan diadakan 3 hari lagi. Acara ulang tahun itu juga berbarengan dengan syukuran untuk pembukaan toko grosir baru mereka yang ke 65 dan acaranya akan di selenggarakan di sebuah hotel berbintang lima yang ada di kota P.


Dengan senang hati Windu menyambut baik undangan dari calon rekan usahanya itu, Windu merasa tersanjung dengan sambutan hangat yang kak Farah tunjukan kepadanya, dan hari itu menjadi hari yang berarti untuk titik awal Windu mulai berkarier di bidang usaha online.

__ADS_1


Bersambung.....🤗🤗


__ADS_2