
Tak terasa 3 hari telah berlalu, pagi ini Windu sudah bersiap-siap akan berangkat ke sekolahnya, seperti biasanya pagi ini ia menunggu sang Tante di kursi panjang yang terletak di taman depan rumahnya,
Namun saat sedang asik melihat langit yang begitu cerah pagi itu tiba-tiba ada seseorang yang datang lalu menggenggam tangannya erat,
"Sewindu Putri!! tidak kah kamu merasa bersalah meninggalkan suami kamu sendirian dirumah??"
Zaky yang tiba-tiba datang langsung menarik tangan istri kecilnya itu, dan menggiring nya masuk ke dalam mobil,
"Kak...kamu apa-apaan?? kenapa narik Windu kaya gini kak?? Pasti nanti Tante Via bingung cariin Windu,"
Seketika Zaky langsung menepikan mobilnya, dan menekan nomor handphone Tante Via di sana dan tak berapa lama kemudian Tante via mengangkat panggilan dari Zaky, tanpa basa basi Zaky pun langsung meminta izin kepada sang Tante untuk menjemput sang istri pulang ke rumah nya hari itu juga
Tak lama Zaky menyampaikan niat baiknya itu akhirnya ia pun mendapatkan izin sang Tante Zaky langsung memasuki handphone nya kedalam kantong celana nya, dan ia pun kembali menjalankan mobilnya,
"Sudah dengarkan!! hari ini dan untuk seterusnya jangan pernah bermimpi untuk pergi dari rumah lagi!! kamu tahu dosa besar kalau seorang istri meninggalkan rumah suaminya lebih dari 3 hari, apa lagi tanpa izin!! kamu mau masuk api neraka??"
Zaky yang tahu akan keluguan sang istri mulai mendoktrin pikiran Windu,
"Haaaa....???ya enggak lah kak, mana mungkin Windu mau masuk neraka!!! kakak serem banget deh!!"
" Kalau gak percaya kamu coba gogled sekarang.... dosa zolimi suami!! "
Windu yang mulai terpengaruh dengan perkataan Zaky mulai takut, nyalinya seketika menciut, bahkan ia tak berani untuk mencari tahu tentang kebenaran perkataan suaminya itu,
"Hmmm..gimana nih!! emang sih gue pernah dengar ceramah di TV-TV dosa ninggalin suami sendiri, tapi gue kan kepaksa, pasti Allah ngerti deh posisi gue,"
Zaky yang melihat perubahan wajah sang istri langsung tersenyum kecil, ia merasa senang melihat kepatuhan istri kecilnya itu, walau terlihat keras di luar namun nyatanya Windu adalah seorang istri yang penurut dan patuh,
Hal itu yang membuat Zaky tak bisa move on dari istri nya itu, namun dengan sikap arogannya ia masih tidak merima kenyataan bahwa ia mulai menyukai istri kecilnya itu,
Dan tak berapa lama mobil yang Zaky kendarai hampir sampai di sekolah Windu, dengan selisih jarak 300 m dari gerbang mobil itu berhenti tepat di emperan toko,
"Ya udah kamu turun!!"
"Hmm ... di sini kak?? kan sekolah Windu masih di depan sana,"
"Aku udah terlambat, jadi sampai di sini aja!!"
akhirnya Windu memilih pasrah dan memutuskan untuk segera turun dari dalam mobil Zaky,
__ADS_1
"Cowok nyebelin!!!! rasanya pengen gue jitak deh otak nya!! mending gue di antar Tante pasti jalan dikit sampai, ini masih jauh..... pasti bakal bau debu nih badan gue menjelang masuk kelas!! Huft..."
"Tunggu!!!nanti siang aku jemput kamu,"
"Huft cobaan apa lagi ini Tuhan!!!" tak hentinya Windu membatin sesaat mendengar ucapan sang suami yang dirasa tak pernah memihak kepadanya,
"Hmm..itu kak..gak usah di jemput, Windu biasanya pulang sama Beno, lagian hari ini pulang nya lebih cepat karena ujian"
Zaky yang mendengar nama sang adik dari mulut Windu langsung tersulut emosi,
"Kamu mau bantah perkataan aku!!! dengar aku akan jemput kamu di sini !!! jam berapa kamu pulang??"
"Hmm..itu..hmm...Windu pulang jam 11 kak, "
Akhirnya nyali Windu menciut saat melihat wajah Zaky yang sudah memerah, ia memilih jalan aman dengan menyetujui ajakan sang suami,
"Ya udah turun!!!"
Dengan wajah datar dan perkataan yang sedikit kasar Zaky menyuruh istrinya untuk segera turun dari mobilnya,
"Hehe...iya kak...Windu turun"
Belum sempat Windu berterimakasih kepada Zaky, namun mobil pemuda arogan itu telah melaju meninggalkan Windu di emperan toko,
"Dasarrrrrt...cowok kejam!!! dari gue kecil sampai besar gini gak pernah gue nemuin orang yang kaya elo Zakyyyy...suatu saat gue pasti balas semua perlakuan elo ke gue!!! Lo tunggu aja pembalasan Sewindu Putri!!!"
Windu berucap sedikit keras, ia mencoba untuk mengeluarkan unek-unek yang mengganjal di dalam hati nya saat ini, ia berharap dengan mengeluarkan sedikit emosi maka mood nya yang memburuk akan kembali membaik,
Ia pun mulai berjalan menuju gerbang sekolahnya,
"Aduh....gue lupa lagi minta uang saku ... kalau pergi sama Tante Via pasti gue udah dapat jajan, ihhhhh....nyebelinnn...."
Mood nya kembali memburuk sesaat mengingat uang jajan yang tak di dapat dari suaminya yang pelit.
Two hours later...
Hari ini secara mendadak Davin sang rekan kerja nya yang dari Kota M meminta untuk segera bertemu dengan Zaky karena ada beberapa hal mengenai kerja sama mereka yang di rasa tidak sesuai perjalan awal yang telah mereka sepakati,
Dengan terpaksa akhirnya Zaky menyetujui pertemuan itu, walau dari lubuk hatinya ia masih dendam atas perbuatan Davin dan sang mantan namun ia bertekad untuk bersikap profesional, dan mencoba untuk melupakan masa lalunya itu,
__ADS_1
Setelah mempersiapkan proposal dan berkas-berkas penting yang akan ia butuh kan nantinya, Zaky dan beberapa orang dari tim nya mulai berjalan menuju tempat pertemuan yang telah mereka sepakati,
Sesampainya di sebuah hotel berbintang 5, Zaky dan tim langsung pergi menuju restoran yang ada di hotel tersebut,
Dia sana tampak Davin dan seorang asistennya sudah menunggu kedatangan Zaky dan timnya,
"Selamat siang pak Zaky??"
Davin langsung menyambut kedatangan rekan kerjanya itu,
"Selamat siang pak" Zaky langsung menyambut salam dari rekan bisnisnya itu, hari itu ia mengesampingkan urusan pribadinya,
Setelah 1,5 jam lamanya membahas seputar pekerjaan mereka akhirnya kedua pimpinan dari dua perusahaan itu mendapatkan jalan keluar terbaik atas permasalahan dalam surat perjanjian sebelumnya,
Dan Zaky memutuskan untuk sesegera mungkin kembali ke perusahaannya, namun hal itu langsung di tolak oleh Davin, ia meminta sedikit waktu kepada Zaky untuk berbicara hal penting tentang permasalahan pribadi antara ia dan Airin sang mantan,
Seketika Zaky tampak emosi saat Davin membahas tentang masa lalu yang terjadi kepadanya, akhirnya ia mulai tak terkendali dan langsung memukul wajah Davin dengan kuat,
"Lo boleh mukul gue Zak!!! silakan!! tapi gue minta Lo mau mendengar apa kebenarannya,
karena semua yang dulu pernah Lo lihat gak seperti yang terlihat!!"
"Diam!!!!"
"Gue gak bakal diam Zak...karena gue mau Lo tahu hari ini tentang kebenaran yang sebenarnya!! please Lo dengar omongan gue dulu, kalau nanti Lo gak puas ..Lo bisa pukul gue lagi!!"
Seketika Zaky langsung terdiam, ia sebenarnya tidak mau mendengar kenangan buruk yang masih membekas di dalam hatinya nya, namun ia mencoba memberikan kesempatan untuk Davin berbicara,
"Oke...gue setuju tapi gak lebih dari 10 menit!!! apapun yang Lo bilang ke gue gak bakal ngerubah pikiran gue!!!"
"Ok...thanks sebelumnya!!!"
Akhirnya kedua pemuda itu mulai duduk kembali, sedang kan para tim dan asisten mereka di minta kembali kepekerjaannya masing-masing,
Di sisi lain Windu yang sudah keluar kelas sejak 1 jam lalu masih tidak melihat tanda-tanda kedatangan sang suami, namun gadis itu masih setia menunggu kedatangan Zaky di depan pintu gerbang sekolah yang sudah sepi,
"Kamu di mana sih kak?? "
"gruk..gruk..." terdengar suara cacing di perutnya sudah mulai berdemo minta makan, namun Windu tak dapat berbuat apa-apa selain menunggu.
__ADS_1
Bersambung....✍️✍️