SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Hilang kontak


__ADS_3

1 Minggu kemudian..


Hari ini akhirnya setelah mempersiapkan semua perbekalan Windu mulai bersiap untuk mengikuti baksos yang di selenggarakan oleh pihak kampusnya. Hari ini dia telah bersiap dengan membawa beberapa bekal makanan ringan hingga beberapa obat-obatan yang nantinya diperlukan di sana.


Tepat pukul 06:00 Windu pun mulai berangkat menuju kampusnya. Terlihat beberapa orang senior perempuan telah menunggu kehadiran Windu. Ya sejak malam itu Windu sudah sangat jarang berkomunikasi kepada Luka sang sahabat.


"Ndu! cepatan kita udah mau berangkat."


"Iya kak," Windu pun berlari menuju segerombolan mahasiswa lainnya yang sedang melakukan rapat sebelum keberangkatan mereka. Terlihat Luka masih acuh saat melihat kehadiran Windu di sana.


"Kamu udah bawa bekal obat-obatnya kan Ndu?"


"Aman kak, pokonya aku udah nyiapin beberapa obat generik yang harus di bawa ke sana"


"Siip, pokoknya nanti kita bakal satu tim, jadi kakak harap selama di sana gak ada yang pelit ilmu ya guys, bagi setiap senior tolong untuk memberikan bimbingannya terhadap para juniornya,"


"Siap kak" secara serentak satu tim Windu pun kompak menjawab himbauan dari ketua tim mereka.


Dan tak berapa lama bus kampus pun mulai siaga di parkiran dan beberapa mahasiswa pun mulai memasuki bus-bus yang telah tersedia.


Di lain tempat, sudah beberapa kali Zaky mencoba untuk menghubungi nomor kontak sang istri yang sama sekali tak pernah di angkat. Sejak semalam saat Windu meminta izin kepadanya untuk berangkat ke desa K, membuat Zaky galau dan terus mencoba menelpon nomor sang istri pagi ini. " Argh--- kenapa gak di angkat sih Ndu! kamu sedang di mana sih!"


Tak hentinya Zaky terus menekan nomor telpon sang istri hingga puluhan kali, namun hasil nya tetap sama. Tak di sadari oleh Windu hp milik Windu tanpa sengaja terjatuh dari dalam tasnya saat ia tergesa-gesa berangkat dan menuju kampus. Hal ini membuat Zaky merasa frustasi, ia pun langsung membanting hp nya ke lantai hingga pecah berkeping-keping.


Dengan perasaan yang kacau Zaky memilih untuk pulang ke hotel untuk sejenak menenangkan dirinya, Dan ia berencana akan mencoba untuk menghubungi nomor Windu kembali.


"Hei! kenapa sih kok termenung terus?" Shanti salah satu senior Windu yang kini cukup dekat dengannya merasa heran dengan sikap juniornya yang biasanya terlihat ceria dan suka bercerita,hanya termenung sepanjang perjalanan mereka.


"Hmm--, maaf kak, kepala aku agak berat sejak tadi malam. Kaya kurang tidur gitu!"

__ADS_1


"Lho, kenapa begadang sih Ndu, harusnya kalau kita berangkat pagi malamnya kamu harus cukup istirahat. Nanti bisa -bisa kamu mab--"


Belum sempat sang senior bercerita tiba-tiba Windu langsung merasa mual pada perutnya, dan seketika cairan yang berasal dari dalam perutnya mulai menyembur keluar.


"Lah kan baru aja di bilang," Akhirnya Shanti pun langsung memberikan sebuah kantong asoy berwarna hitam untuk tempat Windu menampung isi perutnya yang kembali keluar.


Dengan lembut sang senior dan beberapa rekan satu tim Windu mulai memberikan minyak angin dan beberapa pijitan lembut pada Bagian pundak Windu.


"Ndu, sebaiknya kamu baringan aja dulu, biar kakak pindah duduk sementara"


Windu yang mulai lemas pun hanya mampu menganggukan kepalanya dan mulai menyenderkan kepalanya di atas selimut yang di jadikan alas pengganti bantal.


Hingga hampir 4 jam akhirnya bus kampus pun mulai memasuki gerbang kantor desa tempat mereka akan melakukan baksos selama 1 Minggu kedepan.


Beberapa tim mulai saling bergotong royong membawa segala Perlengkapan dan obat-obatan yang akan mereka butuhkan nantinya.


"Ndu kamu duduk di sini bentar ya, aku mau minta bantuan anak cowok dulu buat turuni barang bawaan kamu,"


Windu yang sudah merasa lemas hanya mampu menganggukan kepalanya. Sungguh mabuknya kali ini membuat ia sedikit kewalahan, di tambah kepalanya yang terasa hampir mau pecah.


Setelah mendapatkan izin dari pihak desa akhirnya Windu dapat beristirahat duluan di dalam kamar yang tersedia di dalam sebuah aula desa yang disulap menjadi tempat menginap para calon dokter muda itu sementara waktu.


Salah seorang sahabatnya dengan sabar membantu Windu untuk memasuki kamar mereka.


Dan tak berapa lama salah seorang dosen pembimbing mereka pun mulai masuk kedalam kamar Windu dengan membawa obat generik pereda pusing untuk salah satu mahasiswanya itu.


"Apa kamu ada riwayat sakit lambung sebelumnya?"


"Gak Dok"

__ADS_1


"Apa kamu udah sarapan tadi pagi?"


"Udah dok, tadi saya udah sarapan. Tapi tadi malam saya begadang dok, saya rasa saya kurang tidur dok, jadi kepala saya terasa pusing"


"Hmm-- masa dokter mau meriksa pasien bisa sakit gini, besok-besok kamu harus memperhatikan tubuh kamu sendiri dulu. kalau tidak kuat begadang sebaiknya jangan dipaksakan untuk bergadang, atau kamu harus mencukupi tidur siang kamu kalau mau begadang. jangan di forsir tubuh nya atuh neng!"


"Iya dok, saya akan lebih memperhatikan kesehatan saya lebih dari sekarang"


"Oke, kalau gitu kamu istirahat aja dulu, setelah ini makan dulu baru minum obatnya. Tapi tunggu tenang dulu perutnya baru makan ya"


"Ia dok, terimaksih banyak dok"


"Ok. get well soon, saya keluar dulu"


"Baik dok"


Windu pun mulai membaringkan tubuhnya sejenak, karena ia masih merasakan pusing pada kepalanya.


Di lain tempat Zaky masih terus mencoba menghubungi nomor hp sang istri menggunakan hp miliknya yang lain. Namun beberapa kali pesan dan panggilan teleponnya masih tidak di angkat oleh sang istri.


"Windu kamu di mana sebenarnya? apa karena terlalu sibuk kamu jadi melupakan aku!"


"ARGH---"


Zaky kembali menarik rambutnya dengan kedua tangannya,


"Aku harap kamu baik-baik aja Ndu! " perasaan Zaky yang campur aduk membuat ia memutuskan untuk kembali ke kota P malam ini dan esok hari ia berniat akan langsung menyusul ke tempat Baksos itu diadakan.


Bersambung.....🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2