
Pagi ini Windu terbangun dari tidurnya lebih awal, karena perutnya yang sudah merasa sangat lapar akibat perbuatan suami nya semalaman sehingga ia melupakan makan malamnya, dengan langkah pelan ia pergi menuju dapur yang ada di apartment itu,
mata gadis itu mencoba mencari-cari letak makanan untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan, namun sama sekali ia tidak melihat apapun di sana,
Dengan langkah pasti akhirnya Windu memutuskan untuk membuat telor ceplok, ia pun pergi menuju sebuah kulkas yang sangat besar yang ada di dapur bersih itu untuk mendapatkan yang ia cari, namun nihil kulkas besar itu terlihat hanya sebuah pajangan di dapur.
"Huft...lapar... masa kulkas sebesar ini gak ada isinya, gimana ya cara nya bisa dapat makanan di pagi buta begini!!"
Akhirnya dengan terpaksa ia mencoba untuk membangunkan suaminya, yang masih betah dengan tidur nyenyaknya,
"Kak...kak Zaky..bangun kak!!"
"Napa...kamu masih mau??? tapi aku capek!!"
"Ihhhh...apaan sih kak...aku tu laper kak...di dapur gak ada makanan..!!"
Seketika Zaky langsung terbangun dari tidurnya, ia melihat ke arah sang istri yang tampak menyedihkan,
"Kamu laper ya...maaf ya kakak lupa kasih kamu makan malam!!"
"It's ok kak, yang penting pagi ini aku mau makan!"
"Ya udah kamu siap-siap, sekalian pergi sekolah kita cari sarapan dulu!!"
"Gak kak, aku pagi ini gak mau pergi sekolah, karena aku gak mau jumpa sama Beno!!"
"Terus kamu mau libur lagi??"
"Kak aku mau pindah kelas aja!!!"
Seketika Zaky melihat raut kesedihan di wajah sang istri, ia tahu betapa terpukulnya sang istri akibat perbuatan adiknya itu,
"Kakak tahu kamu masih kecewa Ndu!! tapi kakak pastiin kamu gak salah menikah dengan kakak, karena kakak akan senantiasa berusaha untuk membuat kamu bahagia terus!!"
"makasih ya kak!! " Windu langsung memeluk tubuh suaminya itu, ia merasa kan kenyamanan yang ia cari selama ini, ia merasa tenang saat berada di dekat Zaky, "
Windu akan datang ke kak Zaky kalau Windu ada masalah?? kalau Windu sedih apa Windu bisa berhenti sedih saat bersama kakak? terus kalau ada yang jahat sama Windu apa Kak Zaky akan terus membela Windu??"
__ADS_1
Semua pertanyaan yang ada di otak Windu selama ini akhir nya keluar bak air dari mulut gadis tomboy itu, ketakutan-ketakutan yang ia rasakan selama ini jauh tersimpan di dalam lubuk hatinya, ia merasa sebagi seorang anak yatim piatu apa kah kelak ada yang bisa membelanya, dan menyayangi nya seperti yang om Tama pernah lakukan kepadanya,
walupun ada Tante Via di sampingnya namun ia merasa tidak selamanya Tante Via bisa ada di sampingnya apalagi saat Tante Via kelak menemukan jodohnya dan hidup berkeluarga dengan anak dan suaminya pasti ia tidak akan ada lagi di dalam lingkup kehidupan Tante Via yang sangat ia sayangi,
"Iya Sewindu..kakak janji ...kakak akan ada selalu untuk kamu!! kakak yang akan ada di depan kami saat ada orang yang mencoba nyakiti kamu!!! ada orang yang ngomong jelek aja tentang kamu pasti akan kakak habisi"
"Hehehe...sepe-rti kakak nge-hajar Beno??" Sambil tertawa kecil tanpa bisa ia tahan air mata pun mulai keluar dari sudut mata indahnya,
"Ehem... bahkan lebih sayang, " Zaky pun menghapus air mata yang jatuh dari mata sang istri yang saat ini ia cintai,
"Tapi Windu takut kak!! sepertinya cinta yang kakak rasain terlalu cepat, ini seakan bukan lah cinta yang sebenarnya.....Windu takut kak kalau ini hanya mimpi sesaat.."
Dengan intens Windu memeluk tubuh suaminya,
"Hayuk..kita siap-siap...kakak juga akan ke sekolah kamu untuk mengatur kepindahan kelas kamu!! "
"Benaran?? makasih ya kak"
"Iya sayang..." Zaky membalas senyuman istri kecilnya itu sembari membelai lembut rambut hitam Windu,
Tak berapa lama akhirnya kedua pasang suami istri itu telah bersiap untuk berangkat, pertama yang akan mereka kunjungi adalah sebuah apotik, karena setelah membaca beberapa artikel di dalam hp nya akhirnya Windu memutuskan untuk mengkonsumsi obat penunda kehamilan, karena ia tidak ingin sampai harus putus sekolah di tengah jalan karena kehamilan yang belum mereka rencanakan untuk waktu dekat ini,
Dengan langkah maju mundur cantik, akhirnya tanpa ragu laki-laki berwajah tampan nan tegap itupun mulai masuk kedalam apotik tersebut, di sana ia di sambut oleh beberapa orang penjual yang bertugas,
Tampak wajah-wajah terpesona dari para penjaga toko saat melihat ketampanan lelaki bertampang campuran itu,
"Ada yang bisa kami bantu mas??"
"Ehem..ehem..iya saya.." seketika Zaky yang awalnya terlihat cool, tiba-tiba berubah mode dingin, "Saya mau membeli obat untuk KB??"
"Maaf mas?? maksudnya pil penunda kehamilan?"
"I-ya..itu maksud saya!!"
Salah seorang penjaga toko yang sedari tadi masih terpesona dengan wajah Zaky mencoba untuk mengajak nya berbicara,
"Udah punya anak mas?!"
__ADS_1
"Hmm...belum!!"
"Owhhhh...pengantin baru toh!!! "
Zaky hanya menyunggingkan sedikit senyuman dari bibir nya untuk menjawab sang penjaga toko yang menurut nya bawal,
"Kalau pengantin baru mending jangan pakai tunda mas!! nanti peranakannya kering lho!! terus sulit buat punya anak"
Seketika wajah Zaky menjadi muram, ia seperti tertegun dengan perkataan penjaga toko yang ia pikir sudah banyak pengalaman di bandingkan ia dan Windu,
Seketika ia sadar dari lamunannya saat salah seorang penjaga lainya bertanya kepadanya kembali,
"Biasanya istrinya pakai yang merk apa mas??"
"Hmmm...yang paling bagus apa??"
Dan salah seorang pelayan pun menyebutkan setiap merk pil KB yang ia jual, dengan efek sampingnya masing-masing, akhirnya Zaky yang merasa bingung langsung membeli semua merk yang ada di toko itu, dan setelahnya ia langsung bergegas keluar,
Sesaat ia masuk kembali kedalam mobil, tampak wajah sang istri yang menyambutnya dengan sebuah senyuman,
"Gimana?? kak udah beli??"
"Hmmmm...ini...tapi kamu jangan minum dulu ya??"
Windu pun menyambut kantong kresek yang suaminya bawa, dan melihat ada banyak merk obat KB di dalamnya,
"Lah!!! banyak amat kak?? terus kenapa di beli kalau aku gak boleh minum??"
"Soalnya kata yang jaga toko kalau baru nikah mending jangan di tunda entar rahimnya kering..terus susah buat punya anak!!"
"Masa sih kak??"
Dengan tampang yang masih polos Windu merasa serba salah dengan keputusan yang akan dia lakukan kedepannya,
"Ehemm.. lebih baik kita tanya sama dokter aja Ndu!! kebetulan kakak ada teman yang dokter di negara J nanti kakak hubungi dia buat cari tahu"
Akhirnya Windu mengiyakan perkataan suaminya itu, dan mobil yang mereka tumpangi mulai melaju kembali menuju salah satu tempat makan yang searah dengan sekolah Windu.
__ADS_1
Bersambung....✍️✍️