SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
My Windu


__ADS_3

Pagi ini kedua pasang suami istri itu sedang menikmati sarapan pagi mereka, Windu yang masih sangat kesal atas kecerobohan yang Zaky lakukan semalam masih tetap mendiamkan suami tampannya itu, sama sekali tidak ada satu katapun yang keluar dari bibir gadis itu.


Pagi ini dengan memakai pakaian yang lumayan terbuka Windu mulai mendudukkan bokongnya di kursi makan yang ada di dalam hotel milik Zaky,


"Owh---my God, kamu se*xy banget yang, aduh bikin tegang aja!"


Sedari tadi Zaky tak dapat memalingkan pandangannya dari milik sang istri, namun Zaky yang masih merasa bersalah atas kelalaian yang dia buat, hanya berani sesekali melirik ke arah sang istri yang terlihat masih menyimpan rasa marahnya.


"Yang---udah dong marahan nya, kakak janji gak akan buat itu lagi! sumpah" Zaky langsung menunjukan kedua jarinya keatas.


Windu yang masih marah kepada Zaky masih bertahan dengan sikapnya yaitu diam seribu bahasa.


"Yang apa yang harus kakak lakukan agar kamu gak marah lagi sama kakak? kakak sanggup kamu diamin kaya gini. Padahal udah kamunya udah di sini, tapi kakak sama sekali gak bisa sentuh kamu! kemarin - kemarin kakak cuma bisa menyentuh kamu di dalam mimpi karena jarak kita. Tapi sekarang saat kamu di sini masa kakak gak bisa sentuh kamu juga yang?"


"Bodo! Windu masih kesal sama kakak!"


"Yang--- kok tega banget sih yang, dosa lho kalau cuekin suami kaya gini"


"Memang kalau suami mendekati maksiat gak dosa apa?"


"Heheh...memang enak kak di kerjain. Rasain tu biar aja pusing sekalian kepala nya!"


"Yah! Ndu itu kan kakak gak sempat buat maksiat!"


"Pokoknya aku gak mau dengar bujuk rayu kakak" Windu langsung berdiri dan mengambil handbag yang ia letakkan di atas nakas Yang ada di dalam kamar hotel itu,

__ADS_1


"Yang kamu mau kemana dengan pakaian seperti itu?"


"Jalan-jalan lah cari suami yang setia,"


Mendengar perkataan sang istri, Zaky langsung beranjak dari kursinya dan menyambar tubuh sang istri yang hampir membuka pintu.


Dengan gaya mengangkat karung beras, Zaky langsung membawa Windu kembali masuk kedalam kamarnya.


Dengan gerakan cepat dan perasaan yang sudah menggebu-gebu, Zaky langsung meletakan tubuh sang istri secara asal di atas kasur ukuran king size itu, sembari membuka kaos oblong yang masih melekat di tubuhnya.


dengan perasaan tak karuan Zaky memulai lebih awal untuk proses pembuatan anak mereka,


bibir kenyal itu mulai me**at bibir sang istri, secara intens Zaky memeluk tubuh sang istri yang tampak tak lagi memberontak,


"Kamu kira--kamu bisa cari suami baru di luar sana! jangan HARAP SEWINDU PUTRI, pagi ini aku akan buat kamu gak akan bisa berjalan lagi"


Dengan satu tarikan baju sexy berbahan satin itu terlepas dari tempatnya.



"Kalau kamu berani pakai baju kaya gini lagi keluar! jangan harap kakak akan biarin sayang! untuk saat ini kamu nikmati hukuman dari suami kamu ini sayang"


Akhirnya perperangan dia atas ranjang panas itu terjadi, Zaky yang sudah hampir 1 bulan menahan api yang membara di dalam hatinya tak dapat menahan puasanya lebih lama lagi.


15:45 🧭

__ADS_1


Sepasang suami istri itu masih betah dalam tidurnya, Windu terlelap di dalam lengan kekar lengan milik suami sedangkan Zaky yang sudah beberapa kali terbangun kembali memejamkan matanya saat melihat sang istri yang masih terlelap.


Pria dingin itu seakan enggan untuk mengusik tidur sang istri yang kini sangat ia cintai, walau perutnya sudah mulai terasa lapar, dan lengan nya sudah terasa pegal namun dia mencoba tetap untuk di posisi yang sama.


Tak berapa lama akhirnya Windu yang juga sudah mulai merasa lapar, mulai gelisah dalam tidurnya, tubuh mungil yang tengah berada di dalam pelukan suaminya itu akhirnya mencoba keluar dari pelukan Zaky dan berguling menjauh, kedua mata hazel itu pun mulai terbuka. Windu mulai melihat ke arah sampingnya di mana sang suami seolah masih terlelap dalam tidurnya.


Dengan rasa penasaran yang tinggi, Windu yang juga sangat masih merindukan suaminya itu kembali menggulingkan tubuh polosnya mendekat ke arah di mana Zaky berada, ia kembali masuk ke dalam 1 satu selimut yang sama dengan milik Zaky, dengan seksama ia menatap intens wajah suami nya masih terlelap, sesekali telunjuknya mulai menyentuh pipi hingga bibir dan mata milik Zaky yang selama ini sulit untuk ia sentuh.


"Tampan kali sih kamu kak, aku gak nyangka kalau sekarang kita udah nikah. Benaran kan kamu ini suami aku? tapi jangan coba aja kamu datang ke club' malam lagi----"


"cup"


Tanpa terduga Zaky yang sudah terbangun sedari tadi langsung mengecup bibir sang istri yang sedang menatap wajah nya.


"Aku janji gak bakal pergi ke club' lagi yang. Aku gak mau berbuat bodoh lagi, aku gak mau kamu tinggalin aku dengan mencari suami lain di luar sana!"


"Hahah...memang kakak percaya aku bakal cari suami baru?"


"Gak sih! karena aku tahu di hati kamu tu cuma ada nama aku? ya kan?"


"Ih--- ge er banget sih kamu kak!"


"Jadi?? maksud kamu yang kamu bilang tadi benaran??"


"Bisa jadi"

__ADS_1


"Awas aja kamu yang yang" Zaky langsung menggelitik tubuh sang istri yang akhirnya membuat Windu tak bisa hentikan tawanya, hari itu menjadi hari yang tak dapat mereka lupakan.


Bersambung....♨️♨️


__ADS_2