
Setelah menghabiskan sarapan pagi mereka, Windu mulai menghabiskan air putih yang ia bawa untuk Zaky, namun seakan tersadar Windu mulai ngeh saat melihat wajah Zaky yang tersenyum melihat ke arahnya.
"Ya ampun maaf kak, aku lupa memberikan air putih untuk kak Zaky"
Dengan lembut Zaky mengusap rambut sang istri
"Gak papa yang, kakak senang melihat kamu minum sampai habis gitu, lagian kakak gak haus " Zaky yang sedari tadi merasakan haus hanya bisa tersenyum sambil menahan rasa dahaganya,
"Ya udah Windu mau antar piring kotor nya ke dapur sambil mengambil air putih untuk kak Zaky"
"Hati-hati yang, kakak gak tega lihat kamu naik turun dengan keadaan hamil gini"
"Gak papa kak, Windu kuat kok" Zaky terus melihat ke arah Windu yang mulai melangkahkan kakinya menuju pintu. Melihat sikap Windu membuat Zaky merasa kembali menyesal akan tindakannya kepada Windu beberapa bulan yang lalu.
Saat Windu mulai membuka ganggang pintu kamar nya tiba-tiba pintu itu langsung terbuka dan terlihat Tante Via telah berdiri di hadapan Windu saat ini.
"H--- tan-te?"
Dengan wajah yang sedikit shok Windu terus memperhatikan wajah Tante Via yang terlihat tidak bersahabat, tengah memandang dirinya dan Zaky yang masih berdiri di belakangnya.
"Tega kamu sama Tante Ndu! setelah semua yang Tante lakukan untuk kamu, diam-diam kamu membawa pria bren**gsek ini sembunyi di kamar kamu!"
Windu tak dapat menyangkal semua perkataan sang Tante, karena rasa kaget nya yang begitu besar membuat mulut nya tak dapat berucap sepatah kata pun.
Sedang kan Tante Via yang terlanjur kecewa langsung pergi meninggalkan Windu yang masih mematung di posisinya.
Dan tiba-tiba tubuh Windu tak dapat lagi seimbang, melihat sang istri yang tampak lemah dengan cepat Zaky langsung menangkap tubuh Windu yang akhirnya terjatuh tepat di pelukan Zaky.
"Hiks-----Hiiiii-----" Dan air mata itu seketika tumpah ruah membasahi pipi Windu,
Beberapa kali Zaky mencium dahi sang istri sembari mengusap rambut panjang Windu. Ia dapat merasakan tubuh sang istri bergetar hebat di dalam pelukannya.
"Tenang yang, kakak akan memohon maaf sama Tante Via, bahkan kalau perlu kakak akan bersujud di kaki Tante Via Ndu,"
Zaky mengusap punggung Windu dengan penuh kelembutan, ia berusaha untuk menenangkan tubuh Windu yang masih tampak belum stabil.
__ADS_1
"Tapi kakak mohon kamu jangan seperti ini Ndu, jangan menangis seperti ini Ndu, kakak gak bisa melihat kamu seperti ini lagi"
"Kak, zaky--- Maafkan aku kak! gak seharusnya waktu itu aku mengadu kepada Tante Via akan permasalahan yang terjadi didalam rumah tangga kita. Karena aku saat ini Tante Via begitu benci terhadap kak Zaky!"
"Jangan menangis Ndu! kamu sama sekali gak salah, semua memang hukuman yang pantas untuk kakak karena kesalahan yang sering kakak lakukan ke kamu, kakak janji akan memperbaiki hubungan kamu sama Tante Via, kakak janji Ndu----kamu sekarang tenang ya"
Zaky langsung mengangkat tubuh Windu dan membawanya ke atas ranjang.
"Kamu tunggu di sini sebentar, kak Zaky ingin berbicara kepada Tante Via dulu"
Zaky mulai melangkahkan kaki nya agar bisa segera meminra maaf kepada Tante dari istrinya itu,
"Tapi kak?" Windu langsung menarik tangan Zaky saat itu juga,
"Kenapa Ndu? kamu jangan khawatir, percaya sama kakak."
"Baik lah, tapi kak Zaky harus janji, tidak akan menyakiti Tante Via"
Windu menatap lekat ke arah di mana Zaky berdiri saat ini,
Zaky tersenyum melihat kekhawatiran sang istri ia paham akan ketakutan istrinya itu,
"Percaya sama kakak Ndu, kakak pastiin penyakit itu gak akan kambuh lagi. Sejak kakak kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya membuat kak Zaky sadar bahwa kakak tidak boleh lagi di kalah kan oleh penyakit ini"
Setelah berhasil meyakinkan Windu Zaky beralih mencari keberadaan Tante Via, ia mulai melangkahkan kakinya menuju lantai bawah, di sana ia melihat Tante Via telah bersiap pergi dengan membawa sebuah koper dia tangannya.
"Tante, Tante Via tunggu sebentar Tan, jangan pergi dulu. Aku mohon dengar kan penjelasan aku dulu" Zaky berjalan ke arah Tante Via dan menarik koper yang tengah Tante Via pegang,
"Lepaskan Zaky! saya tidak mau lagi mendengar alasan apapun dari mulut kamu! cukup tahu saja saya tidak akan mengganggu kehidupan kalian berdua, mungkin memang saya bukan orang yang penting untuk Windu,"
"Tante salah, Tante adalah orang yang sangat penting untuk Windu. Windu akan hancur jika harus berpisah dari Tante. Bagi Windu Tante bukan hanya seorang adik dari papanya, namun Windu telah menganggap Tante itu pengganti bundanya, apa Tante tega meninggalkan putri Tante yang tengah mengandung?"
"Mungkin ini benar kesalahan aku Tan, tapi aku mohon tolong maafkan aku, aku mohon Tante kembali ke sisi Windu, jangan biarkan dia sendiri tan"
Dengan mata yang mulai memerah Zaky akhirnya bersimpuh di kaki Tante istri nya itu, dia rela menjatuhkan harga dirinya di hadapan sang Tante demi mendapatkan maafnya.
__ADS_1
Saat ini di dalam pikirannya apapun keputusan yang akan Tante Via lakukan kepada dirinya akan ia terima dengan ikhlas semua itu ia lakukan untuk membuat Tante Via terus stay di samping sang istri tercinta.
"Baiklah, jika kamu benar-benar ingin mendapatkan maaf dari saya, tolong tinggalkan Windu sekarang juga. Maka saya akan memaafkan kebohongan yang Windu buat karena kamu"
Dengan berat hati Zaky terpaksa menerima hukuman dari Tante Via, ia sadar begitu besar kesalahan yang telah ia buat sehingga sangat membekas di hati dari Tante istirnya itu.
"Baik saya akan pergi" Air mata pun mulai keluar berlinang diantara hidung Bangir sang pria dingin nan arogan itu.
"Terimakasih Tante, aku harap suatu saat Tante bisa menerima aku kembali. Tolong sampaikan kepada Windu betapa Zaky mencintai Windu Tan, tolong jaga Windu Tan"
Tante Via sama sekali tak menanggapi semua perkataan Zaky, ia pun terlihat enggan untuk melihat wajah menantunya itu.
Dengan lunglai Zaky mulai melangkahkan
kakinya menuju pintu keluar.
Selamat jalan kekasih
Kaulah cinta dalam hidupku
Aku kehilanganmu
Untuk selama-lamanya
Aku cinta padamu
Aku masih menyayangimu
Walau hanya di hati saja
Untuk selama-lamanya
.....
Bersambung...✍️✍️✍️
__ADS_1