SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Senyummu mengalihkan dunia ku


__ADS_3

Tak berapa lama akhirnya Air telah sampai di apartment milik Zaky, ia pun langsung memarkirkan mobilnya dekat pos satpam.


Air pun masuk ke dalam apartment mewah itu,dengan perasaan senang karena berharap akan segera mengetahui kabar dari mantan kekasihnya itu. Setelah menaiki sebuah lift, Air langsung mencari nomor apartment yang tadi Beno berikan kepadanya .


Sesampai di depan pintu apartment milik Zaky, Air langsung mengetuk pintu apartment tersebut, namun beberapa kali ia mengetuk pintu apart milik Zaky. Sama sekali Air tak merasakan keberadaan Zaky di sana.


Dengan berat hati Air pun memilih untuk pergi meninggalkan apartment milik Zaky, terlihat raut kekecewaan dari wajah cantiknya.


"Kamu di mana sih Zak?? aku jadi khawatir tentang keadaan kamu saat ini"


Dengan langkah gontai Air kembali berjalan menuju mobilnya, ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya, dan esok hari ia berniat untuk datang ke perusahaan tempat Zaky bekerja.


Di sebuah kamar berukuran 5x5 tampak seorang pria masih terlelap dalam tidurnya, terdengar suara alunan dengkuran yang tercipta dari mulutnya yang setengah terbuka.


Sedangkan sang wanita di samping nya mulai terganggu dalam tidurnya saat cacing di dalam perut mulai bertalu.


Windu kembali mengucek kedua matanya yang belum terbuka sempurna, namun saat ia mencoba bangkit dari kasur Tiba-tiba ia merasakan sedikit pusing pada bagian kepalanya. Akhirnya Windu duduk kembali di tepi ranjang sembari memijit pelan kepalanya yang terasa berdenyut.


"Awww..shshh..kepala aku kok pusing banget ya!"


Dengan sisa tenaga nya Windu langsung memungut baju yang tadi ia pakai, dan memakai nya kembali.


Windu pun merasakan berat pada kepalanya, akhirnya ia pun memutuskan untuk membangunkan Zaky yang masih tertidur.


"Kak..kak..Zaky...bangun kak"

__ADS_1


Sambil menggoyang-goyangkan tubuh Zaky Windu mencoba membangunkan suaminya itu.


Dan tak berapa lama Zaky pun terbangun, dan langsung menatap Windu yang saat ini duduk di hadapannya.


"Kenapa? "


"Kak kepala aku pusing banget, aku rasanya...."


Belum sempat Windu menyelesaikan perkataanya Zaky tampak langsung cemas, dan ia langsung berdiri dari tidurnya, dengan tergesa-gesa pria dingin itu langsung memakai kembali pakainya asal, dan tanpa aba-aba ia pun membopong tubuh sang istri ala bridal style,


"Kamu jangan tinggalin aku! kamu pasti akan baik-baik aja Ndu! aku akan ..." Windu yang masih berada di gendongan Zaky langsung menutup mulut Zaky dengan kedua jarinya,


"Kak! turun kan aku, aku gak perlu ke RS! aku cuma butuh makan dan istirahat. Please kakak harus rileks..jangan terlalu serius kak!"


Dengan lengkah lebar Zaky masih yang masih menggendong Windu berniat akan tetap membawa istri nya itu ke RS. Karena bayang-bayang sang mama yang pergi meninggalkannya untuk selamanya tiba-tiba terlintas kembali di kepalanya.


Windu pun mengerti kenapa suaminya itu tiba-tiba tampak sangat cemas dengan keadaannya seperti ini.


Dengan lembut akhirnya Windu mencoba untuk lebih memberi pengertian kepada Zaky. Dengan melihat kedua mata Zaky intens sembari mengusap kedua pipi Zaky, Windu mencoba berbicara dari hati ke hati.


"Kak Zaky lihat aku! kakak jangan khawatir I'm ok, aku cuma lapar dan pingin baringan aja di samping kak Zaky. Kalau boleh aku hanya butuh pijitan dari tangan kak Zaky. Aku gak butuh yang lainnya."


Zaky yang hampir masuk kedalam mobil langsung menghentikan langkahnya. Wajahnya nya yang tadi terlihat gusar dan panik tiba-tiba berubah lebih tenang. Ia pun kembali melihat manik mata sang istri yang terasa menyejukkan baginya.


"Benar kamu mau aku pijit?"

__ADS_1


Windu langsung mengangguk-anggukan kepalanya. "Tapi aku mau makan dulu kak! lapar"


Zaky langsung tersenyum ia pun berbalik masuk ke dalam rumahnya kembali,


"Owh my God! kamu lebih tampan saat tersenyum kak"


Windu yang tak pernah melihat senyuman dari bibir Zaky sebelumnya merasa terpesona dengan senyum pepssadnt milik suaminya itu.


Tanpa sadar ia langsung mencium pipi Zaky yang tengah tersenyum. Dan hal itu membuat Zaky menjadi salah tingkah.


"Kamu ganteng banget kalau tersenyum kak"


"Ehem...Ehemm..!"


Zaky yang tersadar akan kelakukannya langsung kembali ke mode awal, yaitu wajah datar. Ia juga mengatur posisi tubuh nya lebih tegap dari sebelumnya.


Setelah sampai di dalam kamar kembali, Zaky langsung meminta Windu untuk menunggu nya sebentar. Setelah nya Ia pun langsung meninggal kan Windu sendiri di dalam kamar.


"Hmm..untung berhasil ngebujuknya, kayanya aku harus merubah cara bicara aku sama kak Zaky. Dan yang paling penting kaya nya aku harus banyak bersabar menghadapi kak Zaky, kedepannya."


"Dan secepatnya aku harus membawa kak Zaky untuk berobat dengan dokter saraf terbaik. aku gak boleh ngebiarin kak Zaky terus menerus tergantung dengan obat-obatan nya."


" Kasihan kamu kak, penyakit itu udah membuat kamu menjadi orang yang labil dan terus di hantui ketakutan."


Sambil menunggu kedatangan Zaky, Windu terus berbicara sendiri di dalam kamar. Sembari memijit kepalanya yang masih terasa berat.

__ADS_1


Bersambung...✍️✍️


__ADS_2