
Di sore hari menjelang senja, Zaky membawa Windu berjalan-jalan di area sekita perkebunan teh tempat mereka tinggal, dengan memakai sebuah kaos berlengan panjang dan celana jeans yang Zaky siap kan untuk nya, Windu tampak seperti seorang adik dari pada seorang istri.
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, Hingga mereka berjalan sampai ke sebuah rumah yang terletak tidak jauh dari rumah milik mereka.
Dari sana terlihat sepasang suami istri yang berusia lanjut sedang duduk berselonjor di sebuah saung yang di bangun tepat di halaman rumah.
Windu yang menggandeng tangan Zaky hanya mengikuti kemana langkah sang suami pergi, hingga Zaky mulai mendatangi gubuk kedua pasang suami istri itu.
"Eh tuan Zaky, ini teh istri nya?"
"Iya bi, ini istri saya,"
Windu langsung menyalami kedua orang yang sudah sepuh itu.
"Saya bik Ros neng ini suami saya mang Iip,"
"kenalin Saya Windu bi..mang"
"Eleh-eleh maneh gelis pisan istrinya.."
"Makasih bi... Owh jadi bibi ya yang selalu masak makanan untuk kami?"
"Iya atuh neng, itu memang tugas bibi, sama yang beres-beres rumah tuan Zaky mah bibi, sama mamang yang ngerjain"
"Owh...Windu baru tahu bi, tapi bubur ayam nya enak banget bi, benar deh.."
"Aduh itu mah bubur ayam kampung biasa neng. Kalau mau mah bibi bisa ajarin eneng cara buat nya"
"Wah..benaran bi? nanti deh kalau saya di bawa kak Zaky lagi ke sini, saya bakal tagih janji bibi buat ajarin saya bikin bubur ayam special."
"Hehe ....pasti atuh neng"
Sebuah senyuman terbit di bibir manisnya.
"Tumben tuan Zaky sore-sore jalan sampai sini?"
"Iya tuan..apa mau jemput makan malam nya yak?"
"Bukan..saya cuma mau sampaikan bahwa besok saya akan kembali ke kota P, jadi saya mau nitip rumah saya kembali,"
"Owh..begitu, iya tuan pasti kami jaga rumah tuan Zaky baik-baik, tapi nanti sering-sering atuh main ke sini bawa si Eneng"
"Ia Bi, saya sebenarnya mau lebih lama tinggal di sini tapi ada pekerjaan yang harus saya siap kan di kota"
"Memang kita mau pulang ya kak?" Windu yang belum mengetahui tentang kepulangan mereka dan sanksi yang diberikan oleh papa Tama kepada Zaky seketika merasa kaget mendengar ucapan Zaky barusan.
"Iya rencana nya nanti malam kakak nerencana bilang sama kamu, "
"Hmmm..ya gak papa kak, "
__ADS_1
"Orang kota mah sibuk terus, jadi gak bisa lama kalau tinggal di kampung"
"Hahaha...bibi biasa aja bi, kebetulan memang ada yang pekerjaan mendesak"
"Ya udah bi ..mang saya cuma mau sampaikan itu, kalau gitu kami permisi mau lanjut jalan lagi"
"Owh gak mampir dulu tuan Zaky? sambil ngopi"
"Gak usah mang, lain waktu aja, saya mau ajak Windu jalan-jalan sekitar sini sebelum pulang."
"Owh..sok atuh.."
Zaky dan Windu pun langsung melanjutkan perjalanannya, dan mulai meninggalkan rumah kedua orang tua paruh baya itu.
"Sekarang kamu sudah tahu kan dari mana aku dapat bubur ayam dan makanan untuk kita selama tinggal di sini"
"Ehem..." Windu menganggukan kepalanya tanda mengerti,
"Terus obat kusuk itu kakak dapat dari Bi Ros juga?"
Sambil tertawa dan menggaruk rambut nya tak gatal Zaky menganggukan kepalanya.
"Maaf ya, karena kakak gak bisa mengerti kamu selama ini! dan untuk Air. Besok saat sampai di kota P, kakak akan membawa kamu untuk berkenalan dengan nya. Jadi kamu jangan pernah cemburu lagi sama Air, "
"Benaran? tapi boleh gak aku minta sesuatu sama kak Zaky?"
"Apa?"
"Ok, kalau itu permintaan kamu aku bakal turuti, tapi please jangan minta pisah lagi ya!"
"Iya..tapi kakak janji ya! gak bakal ketemu sama Air lagi di belakang aku?
"Hehehe..iya, aku gak bakal jumpa Air lagi. Tapi aku kok jadi senang ya, kalau lihat kamu cemburu kaya tadi sama Air!"
"Ya iya lah kan kak Zaky suami aku, jadi wajar aku cemburu. memang kak Zaky gak cemburu kalau aku jalan sama Luka?"
"Ya cemburu lah! kamu sebut namanya aja aku gak suka,"
"Nah itu yang aku rasakan kalau kakak dekat sama Air. Gini deh kalau aku bilang aku masih sayang sama Luka kakak marah gak?"
"Ya marah lah! kamu kan istri aku hanya milik aku!"
"Nah itu yang aku rasakan waktu kak Zaky bilang masih sayang sama Air!"
Zaky yang mendengar ucapan Windu langsung mengeluarkan handphone yang ada di dalam kantung jaketnya, dan mencari nama Air di sana, dengan sekali tekan Zaky akhirnya menekan tombol blokir pada kontak atas nama Air sang mantan kekasih.
Windu merasakan kemenangan di dalam hatinya, ia langsung lebih mempererat genggaman tangannya kepada Zaky.
"Bantu aku untuk sembuh! aku ingin menjadi orang normal dan bisa mengerti perasaan kamu lebih dalam"
__ADS_1
"Ehem...mulai saat ini kak Zaky jangan mudah emosi lagi ya? terus kalau aku tanya kak Zaky harus jawab. Karena dengan komunikasi yang baik akan lebih mempererat hubungan kita."
"Abis terkadang kamu tu cerewet..banyak yang ditanya!"
"Kak...baru juga kita baikan..jangan mulai lagi! kan aku tanya nya yang wajar-wajar aja,"
"Oke..aku usahain lebih baik sesuai keinginan kamu"
"Nah gitu dong"
Akhirnya mereka tertawa bersama, sambil terus melanjutkan perjalanan mereka menuju sebuah tempat untuk melihat matahari tenggelam.
***
Sesaat telah sampai di rumah Zaky mengajak Windu duduk di teras depan yang menghadap kebun teh yang sudah gelap, namun cahaya lampu taman dan rembulan yang menyinari halaman mereka membuat suasana malam itu menjadi romantis.
"Ndu duduk sini deh"
Zaky menepuk-nepuk paha nya dan menyuruh Windu duduk di sana.
"H. aku berat kak, takut gak kuat!"
Seketika Zaky bangkit dari kursinya dan langsung menggendong tubuh Windu dan membawanya ke pangkuannya.
"Ih..kak Zaky Malu tahu kalau ada yang lihat"
"Siapa yang mau lihat, udah deh kamu anteng aja di sini."
Sambil mengelus perut rata milik Windu, Zaky mulai menceritakan kepindahannya untuk 3 bulan kedepan.
"Jadi kak Zaky bakal pindah?"
"Iya..tapi aku mau kamu ikut aku! karena aku gak tenang kalau ninggalin kamu sendiri"
"Tapi mana bisa aku ikut kak! aku kan harus kuliah kak. Ini aja aku udah banyak ketinggalan pelajaran, "
"Cuti dulu kuliahnya terus ikut aku!"
"Kak Zaky, mana bisa gitu, mau gak mau kita LDR an dulu selama 3 bulan, lagian kalau kakak mau kakak bisa pulang 1 Minggu sekali."
"Gimana aku bisa buat kamu hamil kalau kita jumpa nya 1 Minggu sekali?"
"H..hamil..kakak mau aku hamil?"
Zaky langsung menganggukan kepalanya,
"Aku mau punya anak dari kamu Ndu!"
Windu tak mampu berucap ia hanya terdiam di pangkuan Zaky. Namun ia sudah bertekad di dalam hati untuk tetep melanjutkan kuliahnya setelah pulang ke kota P.
__ADS_1
Melihat sang istri yang tak menolak keinginannya untuk memiliki anak, Zaky pun langsung menggendong tubuh sang istri, dan membawa nya masuk kedalam kamar mereka, dan Zaky kembali memproses pembuatan anak sesuai harapannya.
Bersambung...😎😎