
Setelah sampai di kampus Windu yang hampir terlambat langsung beralari menuju kelasnya.
Ia masuk kedalam kelas bersamaan dengan masuk nya seorang dosen killer yang mengajar mata kuliah respiratorius, yaitu pelajaran yang berisikan tentang sistem pernapasan.Salah satunya bagaimana proses oksigen masuk dari rongga hidung sampai ke paru-paru. Lalu apa saja peyakit dan kelainan dalam sistem pernapasan, serta cara pengobatannya.
Dosen dengan tampang sanger itu langsung melihat ke arah Windu dengan pandangan mematikan.
Aduh..mati aku ketemu lagi dengan manusia kutub yang senior..!"
Walau ia tahu bahwa senyum nya tak akan terbalaskan oleh sang dosen namun Windu berusaha tersenyum ramah saat berhadapan dengan salah satu dosen yang lumayan di takuti di jurusan nya itu.
Ketika sang dosen telah berlalu dari hadapannya, dengan gerakan lebih cepat akhirnya Windu langsung masuk ke dalam kelas dan mulai duduk di kursi yang masih kosong sambil menetralisir nafasnya yang masih terengah-engah.
Dari sisi lain tampak senyum sumringah tercipta dari bibir Luka, saat melihat sang pujaan hatinya kembali setelah beberapa hari menghilang.
Sang dosen killer yang di kenal dingin itu pun mulai membuka mata kuliahnya, Dengan fokus dan tenang Windu dan semua mahasiswa di kelas kedokteran itu pun mulai masuk ke dunia Respiratorius.
***
Disebuah gedung pencakar langit, Zaky yang tengah melakukan pertemuan dengan sang papa sedang mendapatkan ceramah panjang kali lebar dari sang papa. Papa Tama yang seorang pekerja keras dan menjujung tinggi sebuah loyalitas dalam bekerja, merasa kecewa dengan tindakan sang putra yang meninggalkan perusahaan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Hal ini membuat beberapa pekerjaan yang berada di bawah kendali Zaky menjadi tertunda, dan tidak berjalan sesuai dengan target perusahaan.
"Papa tidak pernah melarang kamu, kalau kamu butuh waktu untuk rehat..1 hari? 1 Minggu? atau bahkan 1 bulan it's ok! but you have to inform me before you left ur work! papa hanya ingin kamu menjadi orang yang bertanggung jawab. bukan orang yang lari dari tanggung jawab!"
Zaky yang merasa bersalah hanya menundukkan kepalanya sembari mendengarkan semua amarah yang keluar dari mulut sang papa.
"I'm so sorry pa, Zaky janji tidak akan mengulangi kesalahan lagi"
__ADS_1
"Papa akan memaafkan kamu! tapi kamu tetap akan papa mutasi! nanti Ardi akan membawa dokumen yang harus kamu pelajari tentang perusaahan kita yang ada di kabupaten K, mulai Senin depan kamu akan langsung menjabat manager pemasaran di sana. Dan selama kamu di sana pekerjaan kamu papa langsung yang handel."
"Baik pa..maksih pa! sekali lagi maaf karena aku udah ngecewain papa."
Papa Tama langsung memeluk erat tubuh putra sulungnya itu,
"Setelah kamu berhasil nanti, bawa lah Windu untuk segera berbulan madu!"
"Makasih pa!" sambil tersenyum Zaky langsung membalas pelukan dari papanya.
***
Saat pukul menunjuk kan jam 15:00 siang perkuliahan pun akhirnya usai, Windu yang sudah memiliki janji dengan Zaky langsung bersiap-siap untuk pulang ke kosnya. Ia akan menyiapkan beberapa potong pakaian yang akan ia bawa ke rumah sang suami sebelum suami nya itu berangkat ke luar kota.
Setelah mata kuliah dengan sang dosen killer berakhir Windu langsung meminjam buku catatan milik seorang teman yang duduk di samping nya saat itu. Ia pun berencana untuk melanjutkan beberapa catatan dari beberapa mata kuliah nya yang tertinggal beberapa hari yang lalu di rumah.
"Luka? kamu ngagetin aja"
"Hehe..sorry! kamu kemana aja, kok sejak hilang di pesta kamu gak masuk-masuk kuliah!"
"Owh..itu, maaf ya Ka! aku pergi sama sua..."
"Dirt..dirt...dirt..." Saat tengah asik mengobrol dengan Windu tiba-tiba handphone Luka berbunyi, yang membuat ia menghentikan percakapannya dengan Windu dan mengangkat telepon yang ternyata dari sang mama.
Windu pun akhirnya memilih untuk kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti.
"Ndu ini, tas sama Handphone kamu, kemarin aku lihat beberapa kali handphone kamu berbunyi, tapi aku gak berani angkat, jadi aku sengaja matiin hp kamu, karena aku bingung gimana jawabnya kalau hp kamu bunyi lagi."
__ADS_1
"Wah maksih ya Ka! iya gak papa kok, setidaknya kalau kamu non aktifkan saat ini hp aku jadi masih ada batre deh"
Windu pun mulai mengaktifkan handphonenya Kembali, dan terdengar banyak notif pesan masuk di hp nya yang.
"Hehe..iya, Btw kamu bawa motor?"
"Enggak Ka, aku mau pulang naik taksi aja"
"Wah! gimana kalau aku antar kamu pulang aja, dari pada naik taksi. Uangnya juga bisa kamu simpan kan"
Windu merasa tidak enak dengan ajakan sahabatnya itu, namun saat ia mengingat akan janjinya kepada Zaky membuat ia jadi serba salah.
"Hmm..itu...hmm.. kaya nya aku gak bisa deh Ka, coz aku masih ada keperluan lain. terus..."
Saat tengah asik mengobrol tiba-tiba hp Windu kembali berdering yang membuat ia undur diri dari hadapan Luka untuk mengangkat telpon yang ternyata dari sang Tante yang sudah sangat ia rindukan.
"Halo Ndu! kamu di mana? Tante sangat mengkhawatirkan kamu! kemarin Tante datang ke kos kamu tapi kosong. Terus Tante cari kamu ke rumah Zaky, tapi kamu gak ada. Bahkan Zaky juga gak ada kabar."
"Iya Tan. aku lagi di kampus baru aja pulang tan. ini mau tunggu taksi. Ada banyak hal yang mau aku ceritakan sama Tante. Dan Windu kangen banget sama Tante."
"Ya udah kamu tunggu di kampus Tante kebetulan lagi arah pulang!"
"Siap Tante sayang, Windu tunggu di depan."
Setelah mendapatkan telepon dari Tante Via, akhirnya Windu izin pulang duluan kepada Luka. Dengan berat hati akhirnya Luka menyerah untuk mengajak Windu pulang bersama dirinya.
Bersambung...🤗🤗🤗
__ADS_1