SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Make over


__ADS_3

Windu yang waktu kecil tidak memiliki keinginan untuk lanjut ke bangku kuliah akhirnya berputar haluan dan memilih untuk melanjutkan kuliahnya di bidang kedokteran, ia sengaja memilih kedokteran karena ingin melanjutkan cita-cita Alm papa dan mamanya yang berprofesi sebagai dokter,


Selain itu iya mantap memilih kedokteran karena ia lulus jalur seleksi sebagai siswa undangan di salah satu univ terbaik di kotanya, sedangkan Beno dan Mela, memilih jurusan tehnik di univ yang sama dengan Windu,


Pagi-pagi sekali calon mahasiswa kedokteran itu telah bersiap di depan cermin, ia melihat dirinya di depan cermin dengan beberapa atribut telah melekat di tubuhnya,


Namun tiba-tiba Tante Via datang ke kamarnya dan membuat ia menjadi salah tingkah karena tampilannya saat ini,


"Ndu?? kamu ngapain mesam mesem di depan cermin pagi-pagi buta begini??"


"Hehehe..Tan.... bikin kaget aja....ini aku mau coba atribut untuk ospek besok tan" Sambil malu-malu Windu kembali membuka atribut yang ia pakai,


"Hehe gak sabaran ya pingin jadi mahasiswi?? Tante seneng deh lihat kamu semangat kaya gini...... tapi bukannya kamu masuk 2 Minggu lagi...?"


Tante Via mulai duduk di samping Windu sambil memberikan sebuah amplop kepada Windu,


" Owh ya ini untuk kamu,"


"Hehe iya Tan..masih lama, tapi Windu udah gak sabar Tan.." Windu langsung mengambil sebuah Amplop berwarna biru yang baru saja di berikan sang Tante kepadanya,


"Di buka dong!!"


Windu mulai merobek ujung amplop dan mengeluarkan isi amplop, dengan teliti ia mulai membaca isi dari surat itu,


"Sekolah kepribadian?? ini apa tan??"

__ADS_1


"Tante mau kamu memiliki ilmu yang lebih Ndu, kamu udah Tante anggap seperti anak Tante sendiri, Tante ingin kamu menjadi lebih berkelas dari sebelumnya, saat ini kamu bukan seorang gadis remaja biasa, namun saat ini kamu sudah naik level menjadi seorang wanita yang luar biasa, Tante ingin kamu bersinar Ndu!! genggam lah dunia di tangan mu Ndu!!"


Seketika air mata mulai mengalir dari pipinya, dengan perasaan penuh haru Windu langsung memeluk sang Tante,


"Hmm..apa Windu bisa Tan?? Windu kan enggak pernah ikut kursus ini sebelumnya,...Windu takut ngecewain Tante lagi.."


"Optimis Ndu!!! gak ada hal yang gak bisa kamu lakukan di dunia ini sayang...Tante yakin kamu bisa menerima pelajaran di sana hanya dengan beberapa kali pertemuan...kamu pintar sayang.. rasa nya Tante udah gak sabar melihat perubahan yang menakjubkan dari kamu"


Windu yang sedari tadi mendengarkan semua ucapan sang Tante merasa sangat terharu dengan semua hal yang telah sang Tante berikan untuknya, walau terkadang ia merasa kesepian saat ditinggal sang Tante selama berkerja di kantor namun dari dulu hingga sekarang Tante Via tidak pernah menyia-nyiakan dirinya dalam hal apapun termasuk pendidikan terbaik untuknya.


"Terimakasih Tan, teri-makasih...Tante udah menjaga Windu selama ini...maksih Tante udah sayang sama Windu dan tak bosan merawat dari Windu kecil, .....Win-du ... sa-yang banget sama Tante...." tangisan nya pun pecah saat berada di pelukan sang Tante tersayang.


"Iya Ndu...Tante juga sayang banget sama kamu.. semua Tante lakukan itu karena Tante sayang sama kamu.. jadi jangan nangis lagi ya... mulai hari ini kamu harus tersenyum kaya dulu..gak boleh ada air mata lagi,"


Windu menganggukan kepalanya sambil menyeka air mata dan ingus dari mata dan hidungnya,


Di sana ia di ajarkan karakterĀ mulai dari sikap tubuh, etika berbusana, etika makan, dan etika berkomunikasi.


Dengan fokus Windu mulai mengikuti setiap kelas yang di selenggarakan oleh lembaga kursus kepribadian itu, di sana Windu juga mendapatkan teman-teman baru dan banyak pengalaman baru yang membuat hari demi hari tampilan dan cara berbicara serta attitude nya berubah drastis.


Windu yang dulu selalu berpenampilan tomboy dan memakai baju hampir seperti Beno, perlahan berubah lebih feminim, cara berjalan nya sudah seperti gadis pada umumnya, Beno yang menyaksikan semua perubahan yang terjadi kepada sahabatnya itu membuat ia speechless, dan tak jarang Beno selalu salah tingkah apabila sudah membonceng Windu di motor gedenya,


Dan setiap Windu melintas di mana pun ada banyak mata pria yang tak lepas untuk memandang ke arahnya, ia terlihat semakin cantik dan berkelas,


"Uhuk..uhuk..."

__ADS_1


"Minum Ben...kenapa sih dari tadi kamu batuk terus!!"


Beno kembali meneguk air putih yang di berikan Windu kepadanya, entah sudah berapa kali ia meneguk air putih selama makan di cafe ini,


"Ehem..ehemm..itu..anu..hmmm.. Lo beda banget Ndu...cantikkk..jadi gue gak bisa konsen duduk di depan Lo kaya gini!!"


"Hehehehe...idih gombal!!"


"Serius!!! gue gak terbiasa dengan tampilan lo kaya gini, tapi gue senang lihat nya Ndu!! kalau dari dulu Lo kaya gini mungkin gue yang nikah sama Lo"


"Hmmmm..gak asik deh ...kamu jadi suka gombal sekarang, aku jadi mau kaya dulu aja,"


seketika Windu langsung menunduk kan kepalanya dengan lesu,


"Eh....kok gitu ??? ya jangan lah...gue suka lo yang kaya gini !! Lo jadi seperti wanita yang sesungguhnya"


"Tapi...aku gak suka kamu berubah sama aku Ben, aku gak mau pertemanan kita gak asik karena perubahan aku,"


"Gak..gak..gue bercanda kok...gue janji gak bakal gombalin Lo lagi ..ciyus deh!!" Beno langsung mengangkat tangannya sembari berjanji.


"Janji?? pokoknya aku gak mau membuat Mela salah paham sama aku karena gombalan alay kamu.. aku mau kita berteman sama seperti dulu, jangan ada yang berubah!!"


"Oke..siap gue janjiiii"


"Tapi gue gak yakin Ndu kalau lihat tampilan Lo yang seperti ini apa bisa gue gak ada rasa sama sekali ke elo!! kalau hati sudah bicara apapun bisa terjadi..."

__ADS_1


Akhirnya makan siang kedua sahabat itu kembali berlanjut, walau ada rasa yang tersembunyi namun demi nama persahabatan Beno berusaha menyimpan nya rapat-rapat.


Bersambung....šŸ¤“šŸ¤“


__ADS_2