
Setelah berhasil memisahkan kedua orang yang tengah berduel tersebut dengan segera Luka yang lumayan terluka parah langsung di bawa kembali ke kamar para mahasiswa, dan di sana beberapa mahasiswa kedokteran senior yang tadi sempat memisahkan mereka langsung mencoba untuk mengobati di sana.
Sedangkan Zaky langsung mengambil alih Windu. Dengan sigap laki-laki tegap itu menggendong tubuh sang istri dan membawa nya masuk ke dalam mobil, tujuan nya adalah sebuah RS ataupun klinik terdekat yang ada di sana. Namun saat Zaky mulai masuk ke dalam mobilnya, gerakannya langsung di hentikan oleh salah seorang dokter pengawas yang sudah tampak dewasa.
"Maaf pak, apa kah bisa saya di izinkan untuk melihat kondisi mahasiswi saya?"
Zaky yang sudah sangat panik dengan kondisi sang istri sama sekali tidak memperdulikan ucapan salah satu dosen pengawas acara baksos tersebut, ia pun langsung duduk di kursi bagian kemudi.
"Maaf pak, kalau pun anda ingin mencari klinik atau pun puskesmas terdekat di daerah sini, maka akan memerlukan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan. Karena daerah ini lumayan terpencil maka itu kami memutuskan untuk menyelenggarakan baksos di sini, saya harap anda mau mengalah sedikit untuk kesembuhan Windu"
Setelah menghidupkan mesin mobilnya Zaky pun menjalankan mobilnya dan memarkirkan nya tepat di depan kamar para mahasiswi, Zaky kembali membuka pintu mobilnya dan membuka pintu bagian belakang, dengan hati-hati ia kembali menggendong tubuh sang istri kembali masuk ke dalam.
Setelah menidurkan Windu di atas kasur, dengan cekatan sang dokter yang di bantu beberapa mahasiswi senior langsung memeriksa Windu dengan intens, sedangkan Zaky memilih berdiri tepat di samping Windu.
"Maaf apakah saya boleh bertanya? apa Windu sudah menikah?"
"Iya, saya suaminya, memang ada apa dengan istri saya dok?"
"Ehem..pantas dari kemarin hal ini terus menjadi tanda tanya saya saat memeriksa Windu, karena saya merasakan detak jantung Windu terdengar lebih cepat dari normal nya orang sehat biasa"
Dengan kecemasan yang luar biasa membuat Zaky hilang akal, saat mendengar ucapan sang dokter, tanpa berpikir panjang ia pun langsung mengangkat kerah baju sang dokter, yang membuat dosen kedokteran itu langsung berdiri dari kursinya.
"Maksud dokter apa? istri saya gak sakit yang berbahaya kan dok?"
__ADS_1
"Maaf anda tenang dulu," Beberapa mahasiswi yang ada di sana langsung memanggil seorang mahasiswa yang menjaga Luka untuk membantu dosen mereka yang tengah dapat ancaman dari Zaky,
Setelah beberapa mahasiswa berdatangan ke dalam kamar kecil itu, Zaky pun langsung di tarik paksa agar dapat melepaskan pegangannya terhadap sang dokter.
"Anda harus sopan pak! jangan main kasar di sini!"
Mendengar ancaman dari beberapa mahasiswa di sana membuat Zaky mengalah ia pun memilih untuk duduk di samping Windu,
"Maaf saya khilaf, saya hanya sangat mengkhawatirkan kondisi istri saya"
"Tidak papa, saya mengerti kecemasan anda, tapi sebenarnya anda tidak perlu khawatir dengan kondisi Windu saat ini, karena sebenernya ia tidak lah mengalami penyakit yang parah, namun saat ini saya mendiagnosa bahwa istri anda tengah mengandung"
Bak mendapatkan durian runtuh Zaky hanya dapat terpelongo, raut wajah nya yang sedari tadi suram seketika berubah merah merona, ia pun reflek langsung memeluk tubuh dokter setengah baya itu,
"Terima kasih dok, terimakasih--- saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dok"
"Windu sayang, kita akan punya anak. Terima kasih karena sudah memberikan hadiah terindah untuk aku yang"
"Selamat pak, tapi untuk lebih memastikan kehamilan Windu, sebaiknya setelah ini segera lakukan dengan alat tes kehamilan, atau anda bisa membawa Windu untuk segera memeriksakan kehamilannya ke dokter spesialis kandungan di kota P.
"Baik dok, saya akan mendengarkan saran dokter, saya subgguh minta maaf atas sikap saya yang tadi kurang ajar terhadap pak dokter"
"Iya saya mengerti atas kekalutan anda tadi"
__ADS_1
"Terimakasih dok, tapi apa boleh setelah istri saya sadar nanti, saya membawanya kembali ke kota P?"
"Kalau memang dalam kondisi hamil muda seperti ini saya rasa Windu akan lebih aman jika berada di dekat keluarganya, dan istirahat penuh sangat di butuhkan bagi seorang calon ibu hamil muda, jadi menurut saya gak papa kalau Windu tidak mengikuti acara bakti sosial di sini"
"Terimakasih sekali lagi dok" Zaky kembali memeluk tubuh sang dokter, terlihat jelas kegembiraan yang ia rasakan pada saat ini.
"Sudah menjadi kewajiban saya untuk memeriksa Windu, namun kehamilannya adalah rezeki yang Tuhan berikan untuk keluarga anda. Namun saat ini Windu harus mendapatkan perawatan lebih, untuk mengembalikan energinya yang tampak terkuras. Jadi saat ini Windu harus mendapatkan guyuran infus untuk memulihkan tenaganya kembali"
"Silakan dok, tolong lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anak saya dok"
Salah seorang mahasiswa yang sudah membawa cairan infus ditangannya, langsung mendekat ke ranjang tempat Windu berbaring dan dengan fokus ia pun mulai menusuk jarum infus kepermukaan kulit tangan Windu,
Dan tak berapa lama setelah cairan infus mulai terpasang di lengan Windu, akhirnya mata wanita muda itu mulai terbuka perlahan.
"Pusing"
"Sayang kamu sudah sadar?"
"Kak Zaky?" Sambil mengucek-ngucek matanya Windu mulai menatap wajah Zaky lumayan lama.
"Iya sayang ini aku"
Ia pun langsung memeluk erat tubuh Zaky yang tengah duduk di sampingnya, namun tiba-tiba ia langsung merasakan nyeri pada bagian pergelangan tangannya yang masih terpasang infus, dan darah segar pun mulai mengucur naik ke atas selang nya.
__ADS_1
"Darah?...."
Bersambung....🤗🤗