
Zaky yang masih betah menyenderkan kepalanya di pundak sang istri mencoba untuk kembali menenangkan pikirannya yang tadi sempat kacau setelah Windu meminta untuk di antar pulang. Ada perasaan takut dan khawatir di dalam dirinya saat sang isteri kembali meminta pulang,
Dengan penyakit yang Zaky derita membuat ia tidak terlalu sensitif dengan perasaan seorang wanita, di tambah ia tumbuh dewasa tanpa ada kasih sayang dari seorang ibu sehingga membentuk karakter Zaky jauh dari sifat alami pria lainnya yang bisa tahu akan perasaan pasangannya.
Sehingga apabila perasaan nya merasa tersakiti oleh seorang wanita maka tanpa belas kasih ia akan memperlakukan seorang wanita sama seperti ia memperlakukan seorang pria pada umumnya. Namun sejak ia bertemu dengan Windu perasaan nya yang dulu mati rasa kembali hidup.
Dengan perlahan tingkat sensitivitas Zaky terhadap Windu mulai tumbuh, walau masih
25 % dari jumlah hitungan 100%, dia mulai tahu sedikit demi sedikit tentang Windu, bahkan reaksi alami Zaky sebagai seorang pria tentang S*X bisa ia rasakan saat pertama kali ia menjadi suami dari Windu.
"Kak Zaky pasti bisa sembuh! aku percaya suatu saat kakak bisa keluar dari penyakit ini!"
Windu terus memberikan kata-kata positif kepada suaminya itu sembari memeluk leher Zaky dengan lembut.
"Kamu tahu aku sakit Ndu! apa Beno sudah menceritakan semuanya sama kamu?"
Windu langsung menganggukan kepalanya. Namun Zaky tiba-tiba merasakan sesuatu yang berbeda dari istrinya itu, ia pun mulai mengangkat kepalanya, dan melihat ke arah sang istri,
"Ini kan baju aku? kamu pakai baju aku gak kok bilang-bilang!" terus tanpa ada rasa bersalah Zaky langsung kembali membentak Windu dengan perkataan yang lumayan kasar.
"Kamu memang gak pernah diajarin sopan santun! siapa yang ngizinin kamu pakai baju aku!"
Windu yang melihat perubahan drastis dari sang suami hanya mampu menelan ludahnya, sembari mengatur nafasnya yang nyesak di dada.
"Kak! siapa yang robek baju aku semalam? terus kamu bawa aku tinggal disini tapi kamu gak nyiapin baju untuk aku! terus aku harus pakai apa kak? kamu kata nya sayang dan cinta sama aku! tapi kenapa bawaan nya selalu marah sama aku sih?"
Windu langsung beranjak dari sofa yang tadi ia duduki, dan pergi keluar kamar meninggalkan Zaky sendiri di sana.
Zaky pun langsung termenung saat melihat sang istri pergi dari hadapannya,
"Emang aku salah ya?? bukannya yang aku katakan benar. Terus kenapa Windu yang marah! pakai ninggalin suami lagi"
"Ndu...Windu.... aku belum selesai ngomong..jangan pergi dulu Ndu!"
Zaky langsung menyusul sang istri yang sudah keluar kamar.
Windu yang saat ini sudah berada di ruang tangah hanya bisa menghirup nafas panjang dan langsung membuangnya kembali, beberapa kali ia terus mengulangi kegiatan itu untuk merilekskan pikirannya yang sedang gabut.
__ADS_1
Zaky yang tadi menyusul Windu pun telah sampai di ruang tengah. Di sana ia dapat melihat sang istri yang memakai baju milik nya sedang berdiri sambil meletakkan tangannya di pinggang.
Cukup lama Zaky melihat kegiatan sang istri yang tengah asik menarik turunkan tangannya sembari menarik nafas dan menghembuskan nya kembali.
Hingga sesuatu pun mulai mengganggu pikirannya saat ia melihat samar-samar di balik baju putih itu, dan seketika fantasi nya pun kembali menghampiri Zaky.
"Ternyata baju itu cocok di tubuhnya, dia terlihat sangat menggoda!"
Zaky langsung mendekati Windu yang tengah asik merilexsasikan pikirannya dan tak membuang waktu lama Sang beruang kutub itu langsung menggendong tubuh Windu dari belakang, tanpa ada kesan romantis ia menggendong tubuh kecil sang istri di pundaknya, persis seperti sedang membawa sekarung beras.
Windu yang merasa kaget saat Zaky mengangkat tubuhnya di pundak, dengan histeris Windu langsung melakukan perlawanan terhadap Zaky dengan cara memukul dan menendang nya,
"Kak..kamu apa-apaan? lepasin aku gak!"
Sepanjang perjalanan menuju kamar, tak hentinya Windu berteriak sembari memukul-mukul punggung Zaky dari belakang, namun hal itu sama sekali tidak mempengaruhi Zaky, saat Sampai di kamar mereka dengan sekali tarikan Zaky pun kembali menikmati makan siangnya di atas sebuah kasur yang empuk.
Dan akhirnya Windu pun memilih Kembali pasrah dengan perlakuan suami gilanya itu.
Di sisi lain saat ini Air sudah berada di depan pintu rumah Zaky, gadis itu sudah berdiri lama di depan kediaman keluarga Pratama. Dari tadi ia mencoba untuk mengetuk pintu rumah Zaky, namun ia sedikit khawatir apabila harus bertemu dengan Pak Tama, hal itu karena ia pernah tanpa sengaja menyakiti perasaan Zaky dan keluarganya yang mengakibatkan penyakit Zaky malah bertambah parah hingga saat ini.
Namun demi mengurangi rasa penasarannya terhadap keberadaan Zaky saat ini akhirnya Setelah kurang lebih 10 menit ia berdiri, dengan sedikit keberanian Air pun mulai mengetuk pintu rumah mantan kekasihnya itu.
Tak berapa lama pintu rumah Zaky pun terbuka,
" Ceklek..."
Dari belakang pintu, tampak Beno keluar sambil membawa jaket ditangan kanannya, ia pun mulai melihat wanita yang saat ini berada di depan pintu nya,
"Maaf mau cari siapa?"
"Eh..iya..hmmm..Zaky nya ada?"
Beno langsung menebak seseorang yang sedang berdiri di hadapannya pasti adalah Air sang mantan kekasih kakaknya. Karena seumur hidupnya tidak ada seorang wanita pun yang pernah mencari sang kakak di rumah mereka.
"Lo Air? maksud gue Kak Airin!"
Seketika Airin pun langsung mengangguk-anggukan kepalanya.
__ADS_1
"Kenalin aku..."
"Beno!! pasti kamu Beno kan? adik nya Zaky?"
"Ehem..gue Beno"
Tak di duga Air langsung mendekat ke arah Beno, ia pun tanpa ragu langsung menyentuh kedua pipi Beno, dan membuatnya seperti seorang anak kecil.
"Ya ampun Beno...kamu udah sangat besar sekarang, bahkan tampan"
"Hehe..."
"Asem...di kira gue masih orok apa? hadeww...untung fans gue gak ada yang lihat, kalau enggak mau di kemanain nih wajah harga diri gue!"
Sambil tersenyum terpaksa Beno membatin di dalam hati.
"Eh. maaf ya, aku tuh kepancing...soalnya waktu kamu kecil, aku tuh suka jawil pipi kamu yang chabby.. kaya bakapau"
"Hehehe..."
"Lah di kata pipi gue kue apa?? enggak jelas nih mantan kak Zaky."
Beno kembali membatin sembari mengusap pipinya yang sedari tadi di cubit oleh Air,
"Owh ya..Zaky nya ada?"
"Sorry kak, tapi kak Zaky lagi gak di rumah,"
"Owh..gitu ya? btw kamu tahu kapan Zaky balik? karena aku dari kemarin udah coba telpon nomor nya, tapi hp nya gak aktif."
"Hmmm...gue juga gak tahu kak, soalnya dari kemarin malam gue gak ada lihat dia, biasanya dia pergi ke apart nya dia kalau nggak balik ke rumah."
"Boleh minta alamatnya gak?"
Beno pun langsung memberikan alamat apartment milik Zaky kepada Air, dan Air pun langsung pergi menuju alamat yang Beno berikan.
"Kamu di mana sih Zak? kemarin kamu ngilang gitu aja tanpa kabar, sekarang kenapa hp kamu gak bisa di hubungi?"
__ADS_1
Sambil mengendarai mobilnya Air terus bertanya-tanya di dalam hati tentang keberadaan Zaky sang mantan kekasih yang diam-diam masih di cintai nya itu.
Bersambung...🤗🤗