
Ekhmz...
Suara batuk Kia membuat Reza dan Via tersadar. Mereka merasa malu dengan kelakuan mereka sendiri. Segera di lepasnya pelukan erat itu. Merasa tak ingin kehilangan,Reza dengan cepat memeluk pinggang Via posesif dan mengajak Via duduk di hadapan Pak Kepsek.
Kia yang melihat tingkah Reza merasa gemas sendiri. Dia terkekeh di ikuti Bagas yang ikut tersenyum.Pak kepala sekolah yang bernama Kirom pun ikut tersenyum.
Untuk urusan Via yang sudah menikah di saat dirinya masih berstatus pelajar sama sekali tidak di permasalahkan. Karena Via sendiri sudah kelas tiga akhir semester. Dan sekarang UAS pun telah selesai tepat hari ini. Dan tinggal menunggu saat wisuda tiba.
" Terimakasih atas semuanya pak " ucap Reza tersenyum tulus.
" Sama sama Pak Reza. Dan sekali lagi maaf atas kenakalan murid murid kami "
" Pak Kirom,tak perlu minta maaf. Namun untuk memaafkan murid bapak yang sangat keterlaluan itu,maaf aku tak bisa " ucap Reza tegas. " Mereka sudah sangat sangatlah keterlaluan,Pak. Istri saya sampai di lempar telur busuk,dan di fitnah sebagai wanita murahan simpanan Om kaya yang mesum. Asal bapak tahu,Om mesum yang mereka bicarakan itu adalah Papi saya sendiri. Kalau sampai kemarin beliau yang datang ke sini,sekolah ini gak akan berdiri sampai sekarang. Saya jamin itu " lanjut Reza dengan penuh amarah di setiap kata katanya.
Sedangkan Via,dia menangis tersendu sendu dalam pelukan Reza. Bahkan semakin lama napas Via mulai teratur. Via tertidur dalam dekapan hangat Reza karena lelah. Lelah dengan hinaan dan kejutan secara bersamaan.
Kia dan Bagas sangat terkejut. Mereka baru tahu bahwa Via di perlakukan sangat tidak manusiawi di sekolahnya ini. Bahkan orang ternama nomor satu pun menjadi bahan hinaan mereka.
Cari mati. Ucap Bagas dalam hatinya.
Memanglah,William sendiri sangat low profile. Bahkan perusahaan RBW Grup yang terkenal sebagai perusahaan nomor satu di Asia milik William Simone hanya di pegang oleh Dion (kepercayaan William )sebagai Direktur perusahaan itu.
Sementara itu Pak Kirom menatap Reza dengan tatapan menyelidik. Siapa sebenarnya Reza dan orang tuanya itu? Bahkan mereka mengatakan, mampu menghancurkan sekolah ini. Apakah mereka ketua Mafia yang tersembunyi,tapi apa iya? pikir Pak Kirom.
" Bapak jangan banyak berfikir. Kami tidak akan melakukan tindak kriminalitas kok. Mungkin hanya sedikit menanam luka,untuk membalas rasa sakit adik ipar saya. Kalau bapak menolak,saya bisa menyuruh Tuan Dion untuk menghancurkan karir Bapak sekalian " kata Kia menimpali.
Merasa sudah tak bisa di perbaiki dengan jalur kekeluargaan,Pak Kirom akhirnya pasrah dengan keputusan mereka. Apalagi nama Dion Martadinata sampai mengabulkan permintaan tamu di depannya.
" Bagas " panggil Reza.
" Iya, Tuan Muda "
" Sebar undangan sebagian yang ada di bagasi mobil pada murid murid tak berguna itu. Biarkan mereka tahu siapa Istriku sebenarnya " ucap Reza dengan sorot mata tajam mengarah menatap Pak Kirom.
" Baik Tuan "
" Dan iya,Pak Kirom. Sebelum saya undur diri,saya sangat berharap kehadiran bapak dan guru guru Via lainnya untuk menghadiri acara yang tertera dalam undangan itu "
" Baik,Pak Reza. Akan saya usahakan "
" Satu lagi,Bagas. Berikan juga kartu undangan itu pada keluarga Baron. Karena semua rasa sakit istriku akan ku pastikan mereka membayarnya satu per satu " ucap Reza penuh penekanan.
" Baik "
Pak Kirom sendiri merasa takut dengan sikap Reza yang menurut dia sangatlah menyeramkan. Setelah perkataan Reza yang terakhir,Reza mengajak Kia untuk pulang bersama menuju kediaman William.
__ADS_1
Via yang masih tertidur, di gendong Reza ala ala bridal style. Di saat mereka keluar dari Ruangan Kepsek,Reza,Kia dan Bagas menjadi pusat perhatian seluruh murid di sekolah tersebut.
Ada yang berteriak meminta berkenalan,bahkan ada juga yang berteriak meminta di nikahi.
Sungguh pesona Reza mampu bersaing dengan model papan atas yang sering mondar mandir di layar kaca televisi. Namun teriakan itu hanya mampu bertahan beberapa detik saja. Karena mereka melihat seorang gadis yang tengah di gendong oleh pemuda tersebut.
Siapa gadis itu?...
Akh aku juga mah dong di gendong begitu...
Aku juga mau...
Sama aku juga,bahkan aku rela jika dia meminta menikahiku...
Bisik bisik itu terdengar tepat di telinga Reza. Namun ada satu siswi yang menatap Reza dengan tatapan melotot.
Itu Via kan ? Kenapa bisa di gendong lelaki tampan itu? Akh... apa itu suami Via? batin Susan bertanya tanya.
Kia yang mengetahui arti tatapan Susan dengan segera mendekatinya.
" Kamu teman Via? "
" Benar tante "
" Panggil Kakak,Okey.. aku tidak setua itu "
" Bisa tolong ambilkan tas Via? "
" Sebentar,Kak "
Setelah itu Susan berlalu mengambil tas Via. Sedangkan murid lain menatap heran Susan dan Kia.
" Ini kak " ucap Susan sambil menyerahkan tas milik Via.
" Makasih,Cantik. Dan ini untukmu " ucap Kia saat menyerahkan selembar kertas bertuliskan Resepsi Pernikahan Reza dan Silvia.
Di kartu yang sama pula,tertera pertunangan Kia dengan sang kekasih yang bernama Leonil Barack.
Setelah kepergian Reza,Kia dan Bagas murid murid kembali heboh dan merasa ketakutan. Apalagi Cleo and the geng. Hampir seluruh murid di sekolah tersebut menerima Undangan dari Reza. Di sana juga tertulis,bahwa mereka harus membawa serta orang tua mereka.
Bukan hanya di sekolah Via tetapi di kantor RBW Grup serta beberapa perusahan ternama di buat heboh dengan tersebarnya Undangan tersebut.
Sedangkan di keluarga Baron,siang ini mereka baru mendapat kiriman Undangan tersebut.
" Apa ini salah? Kenapa ada Undangan Resepsi Pernikahan sekaligus Pertunangan semewah ini untuk ukuran keluarga William yang biasa biasa saja " ucap Baron terheran.
__ADS_1
" Coba bunda lihat,Yah " pinta Lita.
Agnes mendekat dan ikut melihat kartu Undangan tersebut.
" Ini tidak mungkin... " Ucap Lita gak percaya.
Bukan hanya mereka,bahkan seluruh orang yang mendengar kabar dan mendapat Undangan tersebut,semua menganggap tak percaya.
Seorang William yang hanya mempunyai perusahaan biasa tetapi, mangapa mampu mengadakan acara paling mewah untuk tahun ini?
Ini sungguh hal yang di luar fikiran mereka.
♡♡♡
Sementara di kediaman William,tangis bahagia menyambut kedatangan Reza kembali.
Bahkan Dina tak segan mencium kening anaknya itu. Begitu pun dengan William, dia pun tak segan memeluk Reza sambil menangis haru. Mereka bahagia melihat anak lelakinya telah kembali dengan keadaan dan tampilan yang berbeda.
Sedangkan Via,terlebih dahulu di antar Reza ke kamar untuk di tidurkan. Dengan segera ia kembali menemui orang tuanya setelah mencium kening sang istri.
Kia sendiri hanya jadi penonton untuk ke dua orang tua dan adiknya yang saling melepas rindu. Tak di pungkiri,bahwa Kia juga bahagia. Dion dan Bagas yang sama sama berada di sana ikut merasakan kebahagiaan majikan mereka. Tak lupa orang orang yang sedang melakukan tugasnya untuk mempercantik rumah kediaman William pun ikut merasakan kebahagiaan.
" Akhirnya kamu pulang juga,Boy " ucap William.
" Tentu,Pi. Karena separuh hatiku tertinggal di sini bersama kalian "
" Mami bahagia,akhirnya keluarga kita dapat merasakan kebahagiaan yang sempurna "
" Aku juga bahagia,Mi. Akhirnya aku bisa melihat betapa gagahnya Papi,dan Anggun nya Mami yang sempurna " puji Reza.
Berbagai pertanyaan di lontarkan pada Reza,sampai akhirnya William bertanya sesuatu yang di pertanyakan semua orang.
" Boy, apa kamu ingin menyulap rumah utama keluarga kita menjadi tempat pernikahan? " canda William.
" Ini untuk Resepsi Pernikahan dan pertunangan Kak Zaskia. Dan ini sudah Esa siapkan dari dua bulan yang lalu " ucapan Reza mengejutkan Dina dan William.
" Apa kamu juga sengaja menyebar ribuan Undangan untuk membungkam mulut orang yang menyakiti istrimu? "
" Iya,Pi "
" Sekarang istirahatlah. Susul istri mungilmu itu " ucap William membuat Reza tersenyum.
" Akh,,, Aku terlupakan "....
▪︎▪︎▪︎¤
__ADS_1
Happy Reading,
Author up satu lagi..