Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Dunia Susan ll


__ADS_3

Waktu berputar begitu cepat. Sore ini Reza dan Via telah sampai di bandara. Mereka akan melakukan perjalanan ke kota B, yang besar kemungkinan membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam penerbangan.


" Apa kau takut? " tanya Reza.


Via menoleh sambil tersenyum. Sedari tadi,Via merasa takut karena ini pertama kalinya ia melakukan perjalanan jauh,apa lagi menggunakan pesawat terbang.


" Sedikit " balas Via.


Reza mendekat,lalu memeluk tubuh istrinya.


" Ada Mas,di sini " ucapnya.


" Kamu yang rileks aja,Mami juga dulu begitu di saat pertama kali akan menaiki pesawat,tapi setelah di nikmati terasa indah untuk di lewatkan " kata Dina menenangkan Via.


" Iya,lagian ada Reza yang akan menjaga kamu. Papi yakin,tidak akan terjadi apa pun pada kalian " timpal William.


" Makasih,Pi,Mi " ucap Via.


Mereka masih harus menunggu beberapa saat lagi,sampai pemberitahuan keberangkatan terdengar oleh mereka.


" Jaga mantu dan calon cucu Mami,Nak " ucap Dina pada Reza dan mendapat anggukan cepat dari Reza. Tak lupa Reza dan Via mencium tangan Dina dan William.


Setelah itu,Via dan Reza berbalik meninggalkan Dina dan William yang masih melihat keberangkatan anak dan menantunya.


^


Sementara di rumah Anton,Susan sangat terpukul di saat dia tahu bahwa kebaikannya hanya di manfaatkan oleh Anton. Bahkan dia merasa sangat kecewa pada Anton.


Dua puluh menit yang lalu,Anton mengurung dirinya kamar. Saat itu Susan ingin mengantar kopi hitam panas buatannya,dan akan ia berikan pada Anton. Namun langkah kaki Susan terhenti,di saat Susan mendengar Anton sedang berbicara pada seseorang yang Susan yakini bahwa mereka sedang melakukan pembicaraan yang sangat serius.


" Iya,Ayah janji akan berikan dia kepadamu " kalimat pertama yang Susan dengar dari mulut Anton.


Duaar...


Bagai tersambar petir ketika Susan mendengar perkataan Anton.


" Ayah? Anak?.Siapa? " gumam Susan.


" Iya,Ayah janji akan menikahkan kalian. Asal ayah dapat menikah dengan ibumu " ujar Anton yang masih belum menyadari kehadiran Susan.

__ADS_1


" Jangan khawatir Miko,Ayah akan buat Susan menyetujui permainan ini "lanjutnya.


Susan diam mematung tanpa bersuara. Hatinya sakit bagai di tusuk duri. Setelah dia bersedia meninggalkan orang yang sangat menyayanginya,bahkan orang yang di cintainya. Kini dia mendapat kenyataan yang sangat menyakitkan.


Kau mau mempermainkanku. Baiklah. Lihat saja,siapa yang akan merasa di permainkan di sini. batin Susan.


Susan pergi membawa nampan serta kopi itu kembali. Dia kembali menaruhnya di dapur. Setelah itu,dia pergi menaiki tangga menuju kamarnya dan segera mengemasi pakaian nya tanpa berkata sedikit pun.


Air mata yang mengalir dari ujung matanya,sesekali ia usap kasar. Bahkan dia juga tidak akan pernah ingin kembali ke rumah Anton lagi. Rumah di mana semua rasa sakit ia alami,bahkan pengkhianatan pun ia rasakan. Pantas saja,Vena memilih pergi meninggalkan Anton. Susan akhirnya tahu siapa yang sangat egois di sini.


Susan membawa sebagian pakaiannya di dalam koper. Dengan perlahan dia angkat koper itu agar tidak menimbulkan suara di saat dia membawanya. Setelah itu dia keluar dari kamar dan pergi meninggalkan kediaman Lesmana.


Sementara di dalam mobil,sepulang mengantar Dina dan William ke rumah. Bagas membelokkan mobilnya menuju rumah Susan. Hatinya merasa tidak tenang dan dia sangat takut jika sesuatu yang buruk sedang menimpa Susan.


" Kenapa perasaanku tidak enak " gumam Bagas.


Setelah 30 menit perjalanan,Bagas tiba di depan gerbang rumah Lesmana. Terlihat,di ujung sana juga,ada sebuah mobil dan beberapa lelaki yang sedang memantau rumah Anton.


Sial. Pasti itu anak buah suruhan orang gila itu. pikir Bagas.


Sedangkan dari dalam rumah,Susan celingukan sambil berlari. Dan hal itu sangat Bagas sadari.


" Mau ke mana dia? " gumam Bagas.


" Nona di larang pergi dari sini. Karena Tuan Muda kami tidak akan membiarkan Nona pergi. Lebih baik Nona kembali " ucap salah satu dari mereka.


" Tidak. Lepaskan aku. Aku tidak akan pernah kembali lagi. Lepas Brengs*k " teriak Susan.


" Lepaskan " kata Bagas dingin.


Mendengar itu,mereka menoleh dan menatap Bagas.


" Siapa kamu? " tanya lelaki satunya lagi.


" Siapa pun aku,lepaskan dia " kata Bagas menekan perkataannya.


" Jangan dengarkan lelaki itu. Bawa masuk dia sekarang " ucap Anton tiba-tiba. Membuat Susan menoleh dan menatap tajam Anton.


Sedari tadi,Anton tidak menyadari kepergian Susan. Namun di saat ia mendengar suara gaduh di depan rumah akhirnya dia tahu,bahwa Susan mencoba pergi dari rumah kembali.

__ADS_1


" Mau kemana kamu,Nak?. Mau kabur bersama lelaki miskin itu? " tanya Anton sambil mendekati Susan dan tersenyum sinis ketika menatap Bagas.


Bagas mengepalkan kedua tangannya. Dia sangat tahu kalau Anton sedang mencoba memberi tahu bahwa Bagas bukan siapa - siapa yang dalam menjalin hubungan dengan Susan.


" Bawa dia masuk " ucap Anton dingin.


" Siap,bos "


" Lepaskan.. aku tidak mau kembali ke rumah ini. Lepaskan " teriak Susan.


Namun apakah daya Susan,dia hanya seorang gadis yang harus melawan empat orang lelaki. Jelas saja,tenaga yang Susan miliki tidak sebanding dengan tenaga ke empat pria tersebut.


Melihat hal tersebut,Bagas langsung berlari dan mendaratkan bogem mentah di pipi Anton hingga Anton tersungkur jatuh ke tanah. Dan dengan cepat dia membekuk Anton.


" Lepaskan dia,atau ku bunuh lelaki gila ini " ucap Bagas.


" Jangan dengarkan dia,kalian bawa masuk Susan,cepat " teriak Anton.


Melihat hal tersebut,dua orang di antara mereka mendekat dan hendak melawan. Tepat di saat itu,Bimo dan anak buahnya tiba. Terlihatlah perkelahian di antara mereka. Bahkan lelaki yang sedang memegang tangan Susan pun ia lepaskan. Berganti melawan Bimo dan anak buahnya.


" Beres kan dia " ucap Bagas menyerahkan Anton pada Lucy. Sementara Bagas sendiri mendekati Susan yang kini sedang menangis sambil menekan dadanya.


" Jangan nangis lagi. Ku mohon " kata Bagas.


" Kenapa kamu kesini?. Apa ini perintah Via? " tanya Susan dengan suara lemah serta tubuh yang gemetar.


" Tidak. Nona Muda tidak memerintahkan saya untuk menjagamu " jawab Bagas.


" Lalu?. Untuk apa kamu menolongku? " tanya Susan.


Bagas diam tak merespon ucapan Susan. Dia hanya membantu Susan berdiri dan memapahnya menuju mobil.


" Kita harus segera mencari tempat yang aman untukmu. Karena besar kemungkinan anak buah ayah serta Miko akan bertambah lagi " ujar Bagas tanpa sadar membuat Susan diam tak bergerak.


" Miko? " tanya Susan.


Bagas ikut terdiam untuk sesaat. " iya... mereka anak buah Miko. Cepatlah " katanya yang tidak mampu meneruskan percakapan di antara mereka.


Ternyata selama ini dialah dalangnya. batin Susan sambil meneruskan langkah kakinya.

__ADS_1


◇◇◇◇


Bersambung....


__ADS_2