Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Rencana Reza


__ADS_3

Ke esokan paginya...


Silvia menggeliat sampai tangannya menyentuh seseorang.


" Akh " Silvia tersentak kaget.


Di bukanya mata Via pelan pelan. Via kembali terkejut melihat seorang lelaki yang sedang tersenyum.


" Sudah bangun,baby ? " tanya nya.


" Iya,Mas " balas Via " Apa mas membutuhkan sesuatu? " tanya Via.


" Tidak,aku cuma ingin minta izin sesuatu sama kamu boleh ? " pinta Reza.


Deg...


Apa dia akan minta hak nya sekarang?


" Kamu gak usah mikir yang aneh - aneh. Aku cuma minta izin buat mencium kamu dan izin meraba wajahmu." kata Reza.


Cium?


Aduh gimana ini?


" Bo..bo..boleh,Mas " gugup Via.


Reza tersenyum,tangan lembutnya terulur meraba wajah Silvia. Bahkan kini Silvia dan Reza pun memejamkan matanya. Membiarkan rasa kehangatan saat Reza meraba wajahnya. Air mata silvia mengalir merasakan sentuhan penuh kasih sayang dari suaminya. Dengan segera ia usap air mata itu dengan kasar.


" Terima kasih,baby. Kamu sudah menerimaku yang kekurangan ini " bisik Reza tepat di telinga Via.


Cup...


Kecupan mendarat di pipi Via. Membuat tubuh Via menegang. Rasanya seperti kesetrum listrik kala Reza mendaratkan kecupannya.


Kini tangan Reza terulur lagi,mengusap bibir Via. Dengan cepat via menghindar.


Reza hanya tersenyum merasakan kegugupan Via.


" Ya sudah,tolong bantu mas ambilkan tongkat " pintanya


Dengan cepat Via turun dari ranjang mengambil tongkat Reza setelah itu menyerahkannya pada Reza.


" Mas,mau via bantu " tanya Via hati hati


Namun Reza hanya tersenyum mengambil tongkatnya setelah ia duduk. Lalu turun dan berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Via hanya menatap suaminya dengan tatapan sendu. Sungguh hati Via terenyuh melihat perjuangan Reza selama hidupnya. Walaupun dia tidak dapat melihat,akan tetapi dia tak pernah mengeluh dan tak ingin merepotkan orang lain.


Kemudian Via tersenyum di kala mengingat sikap sopan Reza yang meminta izin padanya hanya karna ingin meraba wajahnya.


Krieet...


pintu kamar mandi terbuka mengembalikan nyawa Via yang sedang terbenam dengan kebahagiaan.


Setelah itu Reza mendekati ranjang lalu duduk.Tak da percakapan di antara ke duanya. Mereka masih canggung dengan situasi ini. Sampai Via membuka percakapan.


" Mas, apa Via boleh bertanya? " tanya Via hati hati.


" Bicaralah "


" Apa Via boleh melanjutkan sekolah? "


" Tentu,karna pernikahan ini bukan mau mengekang mu,Baby " jawab Reza


Via baru sadar bahwa suaminya seromantis itu. Hati Via mulai menghangat. Bahkan debaran di jantung nya kian berdetak.


Mungkinkah Via sudah membalas cinta Reza.


Hati dan fikiran Via masih bertanya.


" Terimakasih mas " ucap Via dengan mata berbinar. Dia tak berani bertindak yang tidak tidak karena dia masih merasa canggung.


Setelah percakapan pasutri muda yang baru semalam bersama. Mereka bergantian membersihkan diri. Baru selesai,mereka di panggil oleh Dina untuk sarapan pagi.


" Eza,Via... sarapan dulu sayang " teriak Dina.


" Iya,Mami. Kami segera turun " balas Reza.


Mereka berdua pun turun bersama. Reza di bantu oleh Via,dengan sabar Via menuntun suaminya. Walau Reza sudah menolak,tetapi Via kekeh ingin melakukannya. Karena Via telah berjanji akan menjalankan sebagaimana seorang istri,kecuali itu. Dia belum siap untuk menyerahkannya.


" Sini sayang... Kita makan bareng " ucap Dina yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.


" Maafkan Via,Mami " ucap Via menghentikan Dina


" Maaf untuk apa,nak ? " tanya Dina yang merasa heran pada menantunya itu.


" Via tidak membantu Mami masak " ucapnya tertunduk. Dengan cepat Dina menghampiri Via lalu memeluknya. " Dengar sayang. Mami gak marah kok Via gak bantu mami masak,karna memang memasak sudah ada yang handle jadi jangan di fikirkan,mami juga paham kok,Kamu pasti capek " ucapnya melepas pelukan " ayok,sekarang waktunya kita makan " lanjutnya.


William dan Kia yang sudah lebih dahulu duduk di kursi sebelum Reza,mereka tersenyum melihat interaksi antara mantu dan mertua itu.


Suasana makan sangatlah sunyi,keluarga William selalu mengutamakan tatak rama ketika mereka makan. Sehingga hanya sendok dan piring yang bersautan yang terdengar.

__ADS_1


Via yang baru pertama merasakan kehangatan keluarga,tanpa terasa air matanya jatuh. Dia tak pernah mengira,bahwa di keluarga mertuanya ia mendapatkan kedudukan layaknya seorang putri.


Sikap via tak luput dari tatapan William.


" Papi,boleh Eza bicara ? " tanya Reza setelah selesai makan.


" Bicaralah "


" Reza,akan pergi ke Los Angeles tanpa Via,bersama kak Kia " ucapnya mengagetkan semua orang.


Bahkan kebahagiaan Via yang baru di rasakan nya serasa bagai mimpi.


" Apa maksud kamu,Za ? " tanya William menahan emosinya " Jangan main main. Kamu baru saja kemarin menikahi Via. Sekarang kamu malah ingin meninggalkan nya? " lanjut William. Bahkan Via kini sudah menunduk menangis. Dina yang merasa iba pun kini bahkan sudah memeluk menantunya.


" Bukan Reza mau main main,tapi Reza ingin sembuh,Pi... Reza ingin melihat betapa cantiknya istri Reza. Reza juga ingin bekerja layaknya orang lain,menafkahi istri Reza. Maka dari itu,Reza akan berusaha pi..." katanya lirih " Via juga kan masih seorang pelajar,Reza juga gak ingin membuat istri Reza merasa terkekang dengan status pernikahan ini " lanjutnya,bahkan air mata Reza turun begitu deras.


" Baiklah. Jika itu keinginan dan niatmu " William menghela napas panjang " Papi akan urus semua keperluannya " jawab William.


" Apa kamu seris,Za ?" tanya Kia tak percaya.


" Eza yakin kak.. ,bantu Eza " ucapnya.


" Baiklah "


" Baby " panggil Reza " Kamu jangan merasa bahwa mas mempermainkan kamu. Mempermainkan pernikahan kita. Tunggu mas,biar mas tambah layak untukmu " tangan Reza mencari tangan Via.


Via sadar,dengan segera memegang tangan Reza.


" Mas, " ucapnya tensendu sendu masih dalam dekapan ibu mertua yang kini ikut menangis.


" Mas cuma minta,setia lah pada mas. Dan susul mas ketika nanti kamu sudah libur sekolah. Mas juga akan menjaga hati mas hanya untukmu" ucap Reza lalu mencium punggung tangan Via.


Melihat ketulusan yang di tunjukkan putranya,William merasa sedikit lega. Pasalnya Via pun seperti menerima pernikahan ini. Walau dirinya hanya sebagai alat jual beli oleh kedua orangtuanya.


Awalnya William merasa bersalah karena tlah menikahkan Via dengan anaknya yang tak bisa melihat. Tapi kini karena kehadiran Via,Reza bahkan berkeinginan untuk mlihat. Itu menambah kebahagian William bahkan istri dan anak sulungnya.


" Via janji Mas,Via akan selalu jaga hati Via " walau dadanya terasa sesak,tetapi Via tidak akan menghalangi niat baik suaminya.


Via juga ingin Reza bisa melihat dunia lagi. Menikmati hidupnya,walau seandainya suatu saat nanti Reza akan membungnya karena tidak sesuai dengan bayangan Reza.


Via sudah merasa begitu bersyukur bisa merasakan kebahagiaan yang entah akan ia rasakan seterusnya atau hanya sesaat.


***


Author sangat berterimakasih untuk reader semua,yang sudah meluangkan waktu untuk membaca imajinasi urakan Author😁😁

__ADS_1


jangan Lupa LIKE serta sarannya...


Terimakasih...


__ADS_2