
Falshback
Setelah acara pernikahan selesai,Reza meminta Dina untuk membicarakan sesuatu hal.
Reza teringat akan ucapan kakaknya. Bahwa dia harus belajar untuk melihat istrinya. Di sanalah Reza berfikir,bahwa dia mau sembuh dan bisa melihat indahnya dunia. Menikmati setiap pemandangan melalui matanya dengan istri tercinta. Dia bertekad pula akan mengikuti berbagai pelajaran yang belum Reza dapatkan sekarang. Karna kondisi yang tak melihat,membuat Reza susah untuk mendapatkan ilmu yang maksimal meskipun otaknya pintar. Walau terlambat,setidaknya Reza bisa perlahan lahan memantaskan dirinya.
Di ingatan Reza juga sempat terlintas...
12 tahun yang lalu,ketika Reza masih kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Dia selalu di bully sama teman sekelasnya. Dia sangat ingat,mereka mengatakan jika seorang anak buta ini tidak pantas untuk bersekolah di sekolah elit seperti mereka. Namun entah apa yang mendorong seorang gadis kecil melawan perlakuan teman sekelas Reza dengan kata kata tajam yang keluar dari mulut mungil nya.
" kalian selalu saja mengganggu kakak ini. Apa kalian tidak bosan mengganggu kakak ini? " tanya gadis kecil itu dengan lantang.
" kamu jangan ikut campur,dasar gadis kecil " kata anak lelaki yang bernama Niko.
" Kalian ini.... " gadis kecil itu berlari dan dengan cepat menggigit Niko. Niko yang mendapat serangan tiba tiba hanya bisa berteriak sambil manangis menahan sakit.
" Heh... gadis bodoh lepasin tangan aku...sakit " teriaknya.
" Kalau kamu masih mengganggunya,aku akan gigit kamu lagi " ancam gadis itu.
Bahkan yang melihat bekas gigitan gadis kecil itu, orang di sekitar menatap ngeri.
" Demi si buta dari gua Setan itu,berani beraninya gigit tanganku " ucapnya. " Awas kamu..." lanjutnya sambil pergi di ikuti bubar nya teman sekelas Reza.
Gadis itu menghampiri Reza.
" Apa kakak tidak apa apa? " tanyanya.
Reza yang menangis ketakutan sambil mencari tongkatnya di bantu oleh gadis itu.
" Kakak cari ini ? " tanya nya.
" Iya,kamu siapa? tanya Reza kecil.
" Aku Silvia kak... Silvia Kurnia Dewi " ucapnya sambil membantu Reza berdiri.
" makasih... btw kamu sedang apa di sini? " tanya Reza.
" Aku sedang menemani nenek. Dia ada urusan sama kepala sekolah di sini " ucapnya polos.
Belum sempat Reza memperkenalkan diri. Via kecil sudah di panggil neneknya.
__ADS_1
" Via... ayok pulang sayang " panggil nenek yang di yakini nenek Via.
" Iya bentar nek..." teriak Via . " kakak,jangan sedih lagi. Aku harus pulang.. Dan ini untuk kakak... dadah... " ucap Via sambil menyerahkan kertas berbentuk kapal terbang yang di bawanya tepat di telapak tangan Reza sebelum berlalu.
Reza tersenyum sebelum ada yang menyadarkan nya. Dia akan simpan pemberian Via kecil di suatu tempat.
Mulai saat itu,dia memerintahkan bodyguard nya untuk mencari informasi tentang Via dengan sepengetahuan William. Dia selalu merasa sakit ketika mendengar Via selalu di perlakukan layaknya anak tiri di keluarga Baron. Setiap informasi yang Reza dengar akan di ketahui juga oleh William.
Dan setelah dia mendapat kata kata dari kakaknya dia menjadi sadar,bahwa dia harus sembuh agar bisa melindungi Via dari kekejaman mertuanya suatu saat nanti.
Lamunan itu buyar di kala ibunya mengajak ia berbicara berdua di dalam kamar sebelum William datang.
" Ada apa,nak ? " tanya Dina pada Reza yang sedang tiduran di paha Dina.
" Mi,Eza minta saran mami " ucapnya.
" Apa bicaralah... "
" Eza ingin sembuh,Mi "
Deg!!!
Hati Dina menghangat. Rasa bahagia menyerang hati Dina. Dia menangis.
" Tapi Mi... "
" Kenapa? Mami yakin Papi akan menyetujui ini sayang.. Bahkan itulah yang kami inginkan " ucap Dina dengan tangis harunya.
" Eza akan ninggalin Via untuk sementara. Dan Eza ingin titip Via sama mami. Tolong jaga dan sayangi Via " ucapnya mengagetkan Dina. Dina lupa untuk sesaat bahwa putra bungsunya kini telah menjadi seorang suami.
" Astagfirullah... Tapi,apa tidak akan membuat istrimu sedih,nak ? "
" Itu sudah pasti. Dia pasti akan sedih,maka dari itu Eza minta tolong Mami. Eza juga gak ingin menyakiti Via,tapi dengan kondisi Eza yang seperti ini justru Eza kasihan sama Via dan akan merasa menyakiti Via." katanya sambil terisak. "Eza juga gak ingin membebani Via dengan kondisi Eza yang buta ini " lanjut Reza yang kini sudah mendapat pelukan dari ibunya.
" Kamu harus kuat nak,ini awal ujian rumah tangga kamu dan Via. Mami janji akan menjaga dan menyayangi Via " ucap Dina " Terus rencananya,kamu akan berobat di mana? " tanya Dina.
" Los Angeles,bersama kak Kia " ucapnya.
" Kenapa jauh sekali.. kenapa gak di sini aja? "
" Eza juga akan belajar di sana. Dan tolong,setelah istri Eza lulus dari sekolah. Bawa dia bersama Mami. Temui Eza. Tapi.. Sebelum itu,Mami dan Papi gak usah ikut Eza dan kak Kia " kata Reza membuat hati Dina sesak.
__ADS_1
" Kanapa? " bentak Dina " Mami juga ingin melihat kesembuhanmu sayang.. Papi juga pasti ingin " lirih Dina akhirnya.
" Maafin Eza,tetapi ini sudah keputusan Eza. Eza hanya minta ini untuk yang terakhir kalinya. Eza mohon... " ucapnya. " Boleh kok mami bilang Eza egois,tapi Eza hanya belum sanggup bila nanti operasinya tidak sesuai keinginan kalian " lanjutnya.
" Baiklah. Tapi apakah kamu sudah mendapatkan pendonor untuk calon matamu ? " tanya Dina.
" Kemarin kata Bagas ( bodyguard yang menjaga Reza sejak kecil ) sudah ada Mami, tinggal kesiapan Reza. " kata Reza.
" Doa Mami menyertaimu nak,semoga semua berjalan lancar dan kamu dapat melihat kembali " doa Dina tulus.
" Tentu,karena ada istri Eza yang menunggu Eza " ucapnya.
Setelah semua kesedihan di keluarga William karena ketidak inginan Reza untuk sembuh kini mereka mendapat pencerah. Semoga oprasi yang Reza hadapi nanti dapat menyembuhkan matanya dan dapat melihat kembali betapa indah dunia yang kini Reza pijak.
°°°°°°°°flashback on °°°°°°°°°
Setelah mendengarkan alasan demi alasan yang Reza kasih pada orang tua dan kakak nya. Kini dia beralih pada istri remajanya yang sejak tadi tak berhenti menangis. Reza harus menyakinkan Via lebih lagi. Walau Via sudah berjanji akan menjaga hatinya. Reza juga ingin memberikan waktu untuk Via,agar dia menerima pernikahan serta perasaan Reza.
Ketika di kamar duduk berdua di sofa yang ada di dalam.
" Baby, bicaralah " pinta Reza.
Dia sudah tak sanggup mendengar tangisan pilu istrinya. Reza memahami perasaan istrinya,mungkin Via akan berfikir bahwa Reza lelaki yang brengsek dan hanya mau main main dengan pernikahan dan rumah tangga mereka fikir Reza.Ataukah Via sudah menyadari perasaannya?,jatuh cinta pada pandangan pertama pada sikaf dan wajah rupawan suaminya.
" Mas minta maaf,ini memang terlalu cepat buat kita. Bahkan belum ada dua hari kita menikah " ucapan Reza terjeda,ia menarik nafas dalam dalam. " Mas juga mungkin akan kamu anggap pria brengsek yang hanya mengikatmu tanpa menemani harimu bahkan sampai meninggalkanmu. Tetapi mas punya alasan untuk itu,baby... Percayalah,di saat mas kembali,dan di saat kamu menemui mas kelak,kamu tidak akan mas lepaskan,sayang.. Ingatlah ini,walau pun mas sekarang tidak dapat melihat,tetapi mas sungguh mencintai kamu dari pertama kita bertemu. Bahkan sudah sangat lama baby...
...Mas akan tunggu kamu 4 bulan lagi. Bukankan setelah itu kamu sudah lulus?. Kamu nanti akan di antar Mami menemui Mas di L.A . Mas tunggu kamu,dan doakan mas agar mas bisa melihat betapa cantiknya istri mas... Berjanjilah untuk selalu setia,dan jaga hati kamu untuk mas. Kamu jangan khawatir,karna hati mas hanya milikmu "
Ucap Reza panjang lebar di saat Via nangis tersedu sendu.
Di usapnya pipi Via,dengan kedua ibu jari Reza. Di merasa sesak dengan diamnya Via. Sungguh dia tidak bermaksud untuk menyakiti gadisnya.. Ia hanya menginginkan yang terbaik buat Via,agar ke depannya mereka dapat hidup bahagia. Layaknya pasangan suami istri yang sempurna.
Bukankan setiap hubungan rumah tangga menginginkan kebahagiaan??
°°°°°
part ini melow dulu oke,buat kebaikan Reza dan Via ke depan.
Selamat membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian...
__ADS_1
Salam sayang dari Author..😘😘😘