
Keesokan harinya...
Sesuai instruksi Calista ( Pemilik WO dan sahabat Kia ) kini persiapan Pesta Resepsi Pernikahan Silvia - Reza dan Pertunangan Zaskia - Lionel sudah hampir 70% mendekati sempurna.
Segala sesuatu yang menurut mereka harus ada,maka Calista akan mengabulkan nya. Kapan lagi,Calista melayani orang nomor satu se- Asia ini. Sungguh,suatu kehormatan tersendiri untuk Calista.
Di satu sisi,para wartawan yang akan memuat berita, mereka berjejer di depan pintu gerbang rumah keluarga William. Membuat William susah untuk sekedar keluar rumah.
" Bagaimana ini,Dion? Kenapa semakin lama semakin banyak wartawan yang berjejer di depan pintu? " bentak William.
" Maaf, Tuan. Kami sudah berusaha menyampaikan segala yang telah Tuan Muda dan Nona Kia perintahkan. Tapi, mereka tetap ingin mendengar sendiri dari pihak keluarga inti tentang kebenaran acara Resepsi serta pertunangan yang menggemparkan tanah air ini " jelas Dion.
Hmmptt...
William hanya menghela napas berat,di pijatnya pangkal hidungnya sendiri.Sungguh lelah bagi dirinya atas pemberitaan ini. Namun mau bagaimana lagi,demi kedua anak dan menantunya, William mencoba lebih bersabar lagi.
" Resiko yang harus ku tanggung ternyata lebih berat dari perkiraanku sendiri " batin William.
◇◇◇◇
Sedangkan Via dan Kia sedang asyik memilih gaun di suatu butik ternama untuk mempersiapkan acara hari esok. Mereka berangkat berempat bersama Reza dan Dina.
" Selamat datang di butik kami,Nyonya Dina " ucap manager butik tersebut. " Apa ada yang bisa kami bantu " ucapnya lagi dengan ramah.
" Kami membutuhkan satu gaun dan tuxedo untuk Resepsi Pernikahan dan satu gaun untuk acara Pertunangan " ucap Dina.
" Baik. Mari ikut saya Nyonya. Sebelah sini " ucap manager tersebut yang bernama Susi.
Dina,Kia,Via dan Reza mengikuti langkah Dina dan Susi.
" Kayaknya ini cocok untuk istri kamu deh,Za " ucap Kia memperlihatkan satu gaun mewah di tangan nya.
" Coba lihat,Kak " pinta Reza.
" Suruh Via cobain aja dulu " ucap Kia di saat menyerahkan gaun tersebut pada Reza.
" Ini bagus,Kak. Sempurna " Ucap Reza " Baby,.. " panggil Reza
" Iya,Mas " jawab Via sambil menoleh,di saat dia sedang melihat beberapa gaun rekomendasi dari ibu mertuanya.
Dina pun ikut menoleh dan mendekati anak dan menantunya, di ikuti Susi yang sedang menemani Dina. Setelah menyimpan kembali gaun yang telah di lihat bersama Via.
" Coba kamu cobain dulu gaun ini " pinta Reza.
Tanpa menjawab,Via membawa gaun berwarna peach itu untuk segera ia coba di ruang ganti pakaian. Setelah gaun tersebut terpasang, dengan langkah ragu,Via membuka kembali pintu ruang ganti tersebut.
tak..tak...tak...
Suara langkah kaki Via terdengar nyaring. Dina,Kia, Susi dan Reza pun segera membalik badan mereka menatap seseorang yang datang dengan penuh kekaguman.
" Wow....Amazing..." Ucap Kia melongo.
__ADS_1
" Aku padamu,sayang... " Ucap Reza yang sedang mengagumi istri mungilnya ini.
" Kamu cantik,Nak " ucap Dina menimpali.
" Itu sangat cocok untuk Nona Muda " kali ini Susi yang berbicara.
Via yang mendengar godaan mereka hanya tertunduk malu. Reza yang menyadari istrinya itu sedang malu,dengan cepat berjalan dan memeluk Via.
" Gantilah pakaianmu " bisik Reza di saat ia memeluk Via. Dengan cepat Reza melepas pelukannya kembali.
" Baiklah " pasrah Via.
Dina dan Kia hanya tersenyum melihat sikap posesif Reza yang tak mengenal tempat. Berbeda dengan Susi yang menganga melihat tingkah pasangan di depannya.
" Romantis sekali " puji Susi di dalam hatinya.
◇◇◇◇
Tepat pukul dua siang...
Rombongan Dina baru kembali.
Di lihatnya,para wartawan masih mengantri untuk mendapatkan informasi.Dengan cepat Reza mengambil ponselnya dan menghubungi Bagas.
" Gas,tolong kamu urus semua wartawan yang ada di depan rumahku " perintah Reza.
" Baik,Tuan "
" Wartawan di sini serem serem " ucap Kia tiba tiba.
" Lebih serem ketemu mantan,Kak " kata Reza asal.
" Punya mantan aja,nggak. So tahu banget " ketus Kia.
Via terkikik geli mendengar pertengkaran antara Kia dan Reza. Ada rasa hangat yang Via rasakan. Berbeda di saat dirinya dan Agnes dulu. Bahkan pertengkaran versi Via dan Agnes adalah penganiayaan untuk Via.
Dina hanya tersenyum. Mencoba menikmati tingkah konyol kedua anaknya.
Beberapa saat kemudian,mereka tiba tepat di depan pintu rumah megah kediaman William Simone.
" Ayok,Baby...kita turun " ajak Reza pada Via.
" ekhm..Kakak sama Mami gak di ajak turun sekalian nih? " ucap Kia di saat mereka turun dengan tersenyum menggoda.
" Ayo lah " ucap malas Reza sambil melingkarkan tangan kanannya di pinggang Via.
Sebenarnya Via merasa malu,namun sikap Reza seakan tak menghiraukan perasaan Via. Sehingga Via hanya bisa tertunduk malu.
◇◇◇
Sementara di kediaman Baron...
__ADS_1
" Mengapa jadi seperti ini " teriak Agnes. sambil melempar segala barang yang ada di depannya.
Karier yang di banggakan Agnes,melonjak turun. Bahkan sampai ke titik terendah. Agnes dengan tidak hormat di depak dari management yang menaungi nya.
" Hentikan Agnes!!!. Kamu melakukan apa hingga mereka mengeluarkanmu dengan tidak hormat? " bentak Lita di saat dia melihat Agnes menghancurkan beberapa barang kesayangan nya.
" Aku..Mereka menyebarkan fitnah tentangku,Bun " suara Agnes kian melemah. Terlihat guratan ketakutan dari wajah cantiknya.
" Ceritakan " pinta Lita
" Mereka menyebarkan berita bahwa aku telah bermalam dengan beberapa produser di salah satu hotel " ucap Agnes.
" Kenapa bisa kecolongan begini,Agnes? " geram Lita. Karena sejujurnya Lita sangat tahu sikap putri yang di banggakannya itu.
Flashback
Sebelum kepulangan Reza ke tanah air. Dia dengan Bagas mencari informasi tentang masa lalu Agnes sebelum terkenal menjadi seorang modeling ternama tanah air.
Betapa terkejutnya Reza saat mengetahui,bahwa Agnes pernah melakukan prostitusi dengan beberapa produser yang menaungi nya.
Merasa ada kesempatan untuk membalas rasa sakit Via,dengan bantuan Bagas,Reza menyebarkan fakta mengejutkan tersebut.
Hari pertama,berita itu seakan sia sia. Hari kedua berita itu mulai menyeruak,namun di hari ke tiga berita itu seakan mereda karena pemberitaan Acara Resepsi Reza esok hari.
Karena merasa belum ada perkembangan. Reza menyuruh Bagas untuk menambah kadar garam pada berita tersebut.
Sampai akhirnya berita tersebut mampu menyaingi berita Acara Resepsi Reza.
Flashback of..
" Kali ini kita benar benar hancur,Bun " teriak Agnes.
Plakk...
Satu tamparan tepat di wajah Agnes. Baron yang sedari tadi mendengar pembicaraan antara Agnes dan Lita merasa geram sendiri. Tanpa sadar kakinya melangkah dan tangan nya bergerak menampar wajah Agnes sampai sudut bibir Agnes berdarah.
Plak...
Plak...
Plak...
Tamparan Baron berkali kali di wajah Agnes.
" Dasar anak tidak tahu diri " teriak Baron.
" Sudah,Yah.. jangan teriak lagi. Jangan bentak dan pukul Agnes lagi. Kasihan dia " bela Lita.
" Urus wanita murahan ini,Lita. Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi " ucap Baron penuh amarah, meninggalkan Lita dan Agnes yang sedang menangis ketakutan.
◇◇◇◇
__ADS_1
Happy Reading...