
Keesokan harinya...
William dan Robert menghubungi Sukma,mereka mengajak Sukma bertemu tanpa membawa Via.
" Ada apa,Nak? " tanya Sukma di seberang sana pada Robert.
Akibat pertemuan mereka yang berulang ulang,William maupun Robert sudah menganggap Sukma seperti Ibu kedua bagi mereka.
" Bisakah kita bertemu sekarang,Bu? " ucap Robert
" Baiklah,di mana? " tanya Sukma.
" Di restoan XX " jawab Robert.
Setelah memutus panggilan,Robert berangkat di ikuti William dengan mobil mereka masing masing.
Sepuluh menit pun berlalu,William dan Robert tiba di salah satu Restoran yang tlah mereka sepakati. Sambil menunggu kedatangan Sukma,mereka memesan makanan dan minuman.
Mereka berbincang tentang perusahaan masing masing. Di saat mereka tengah asyik berbincang,tibalah Sukma dengan sedikit tergesa karena telah membuat dua lelaki penting menunggu kedatangannya.
" Maaf,Ibu telat.. " kata Sukma sambil menggeser kursi lalu duduk bersama William dan Robert.
" Gak papa,Bu... " jawab keduanya.
" Sebenarnya ada apa,Nak? " tanya Sukma tidak sabar. Karena baru pertama kali kedua putra angkatnya meminta Sukma menemui mereka di luar rumah.
" Makanlah dulu " ucap William yang di angguki Robert.
" Baiklah " ujar Sukma.
Mereka tidak ingin membuat Sukma merasa tidak nyaman dengan pertanyaan mereka yang akan di pertanyakan pada Sukma.
Setelah makanan datang,mereka pun makan bertiga sambil sesekali membicarakan tentang Via.
" Sebenarnya ada apa,Nak? " tanya Sukma sekali lagi ketika mereka telah selesai menghabiskan makanannya.
" Begini,Bu. Apa benar Via sering di siksa sama Baron dan mantu ibu? " tanya Robert dengan nada tegas.
Sukma mematung,dengan susah payah dia menelan salivanya sendiri. Dia tidak pernah berfikir bahwa kakak dari menantu yang telah meninggalkannya akan menanyakan masalah Via. Ada sedikit rasa takut di hati Sukma. Dia tidak mau kalau sampai cucu tersayangnya sampai di bawa Robert dan menjauh darinya.
__ADS_1
" Maafkan ibu,Nak... " ujar Sukma sudah berderai air mata.
Dia sungguh tidak menginginkan semua ini terjadi. Sejak pertemuan mereka di panti dahulu,Robert memang tidak pernah menemui Via kembali. Bukan Robert tak ingin,hanya saja setiap melihat paras Via yang sama dengan sang adik,Vera. Hatinya seakan sesak bagai di hantam benda tajam.
" Maaf untuk apa,Bu? " tanya Robert. William hanya terdiam tidak ingin mencampuri urusan keluarga mereka.
" Maaf, karena ibu telah gagal melindungi cucu ibu,yang selalu di siksa oleh anak dan mantu ibu " kata Sukma berderai air mata.
Sungguh,Sukma tidak pernah ingin keburukan menimpa Via,tapi semenjak Baron mengancam akan menjual,bahkan membunuh Via jika Sukma menjauhkan nya,hati Sukma tidak mau. Dia memilih Via ikut dengan Baron dengan syarat Sukma harus ikut untuk melindungi Via.
" Aku kecewa dengan anak ibu. Sangat " ujar Robert. " Dia telah menghamili Vera,lalu menikahinya di saat dia sudah beistri dan mempunyai anak. Sejujurnya,sejak dahulu,aku sangat membenci anak ibu. Dia telah menghancurkan kehidupan dan masa depan adikku. Sampai adikku membantah perintah ibu dan ayah " kata Robert, dan terlihat jelas kemarahan dan kekecewaan Robert di mata William dan Sukma.
".... Dan sekarang... Mereka dengan teganya menyiksa anak mereka sendiri dengan begitu kejam. Maka dari itu,Bu... aku akan membawa Via bersamaku " lanjut Robert.
Untuk sesaat William diam mematung. Bagaimana dengan Reza kalau Via di bawa Robert ke Amerika dan tinggal dengan mereka?
William sangat tahu,kalau Reza tahu bahwa wanita yang dia anggap malaikat penolongnya pergi,dia tidak akan pernah seceria sekarang lagi.
" Tunggu " ucap William menghentikan amarah Robert. Sukma hanya tertunduk dam masih berderai air mata.
" Apa kamu tega memisahkan cucu dari nenek yang menyayangi dan di sayangi?. Sedangkan Via sendiri tidak mengenalmu sama sekali? " tanya William.
" Terus aku harus membiarkan anakku menderita setiap saat,Will?. Aku tidak bisa. Bagaimana pun,anak adikku adalah anakku juga " jelas Robert.
" Begini saja,biarkan dia tinggal dengan,Ibu. Aku akan selalu mengawasi dia. Lagian aku juga bertanggung jawab dengan keselamatan Via " kata William membuat Robert mengerutkan keningnya.
" Maksudmu? " tanya Robert. Bahkan Sukma pun ikut terkejut dengan kata kata yang keluar dari mulut William.
" Sejujurnya...anak lelakiku selalu memantau keponakanmu Nat, dan cucu Ibu. Anakku itu memang buta,tapi tidak dengan hatinya. Dan dia mengatakan bahwa dia akan selalu melindungi Via sampai dia dewasa dan bisa bersamanya. Aku tahu itu semua dari orang yang selalu ikut dengannya " beber Wiliam.
" Benarkah itu,Nak? " tanya Sukma.
Kapan Via bertemu dengan anak William?.
Pertanyaan itu berputar di otak Sukma.
" Apa anakmu bercanda Will? . Bagaimana dia akan melindungi Via,dia sendiri pun harus kamu lindungi " ucap Robert sambil tersenyum sinis.
" Maka aku yang akan melindunginya " kata William mantap.
__ADS_1
" Baiklah.... Jika memang kamu bersikeras. Aku titip keponakanku. Tapi jangan pernah berpikir bahwa aku akan membiarkan siapa pun menyakitinya mulai sekarang. Karena aku juga akan melindungi Via. " Ucap Robert mantap.
Sukma sudah tidak mampu bicara lagi. Dia hanya menghela napas berat ketika mendengar perdebatan antara William dan Robert. Namun dalam hati yang paling dalam,Sukma bahagia. Karena dia masih bisa bersama dengan Via. Dia juga bahagia,karena banyak orang yang menyayangi Via.
" Tapi ada satu syarat.... " kata Robert tiba tiba membuat William dan Sukma menatap Robert .
" Setelah Via berumur 18 tahun. Sudah atau pun belum menikah. Dia harus ikut denganku ke Amerika. Bertemu dengan kakek dan neneknya yang ada di Islandia,juga menjalankan perusahaan yang kini Vera tinggalkan " kata Robert membuat mereka berdua diam tidak bicara.
" Baiklah. Persyaratan itu aku terima kalau Via benar menjadi menantuku. Bahkan aku juga akan membiarkan anakku ikut dengan Via walau dia menolak " janji William mantap.
Mulai saat itulah mereka ekstra melindungi Sukma dan Via. Saat di rumah,maka Sukma lah yang akan berperan melindungi Via. Namun ketika Via melangkahkan kakinya keluar maka anak buah William dan Robert lah yang akan memantau Via.
◇◇◇◇
William tersentak dari lamunannya di saat sebuah tangan memegang lembut bahu William. Terlihatlah wanita yang sudah tidak muda lagi tapi masih cantik memandang William sambil tersenyum.
" Kenapa Papi melamun?, Apa ada masalah? Ceritakan pada Mami " ucap Dina penuh kelembutan.
" Tidak ada,Mi...,Papi hanya kangen sama anak anak kita. Kenapa mereka pergi meninggalkan kita berdua di sini " keluh William membuat Dina semakin melebarkan senyumnya.
" Ternyata Papi hanya merindukan mereka? Kenapa tidak telpon Reza saja dan meminta dia ke sini bersama Via? " kata Dina membuat William tersenyum.
" Terus Kia bagaimana? " tanya William.
Untuk sesaat Dina terkekeh.
" Apa harus menyuruh anak gadis kita untuk terbang pulang kembali ke sini? " tanya William.
" Huh...kenapa dulu hanya punya anak dua. Mungkin kalau ada tiga atau empat,salah satu dari mereka mau serumah dengan kita. Sehingga ketika umurku tua begini masih ada yang menemani.
Dina akhirnya tertawa terbahak. Sungguh lucu melihat lelaki paruh baya merajuk. Ada kesan rasa nanonano yang tak bisa di jelaskan dalam benak Dina. Dan William hanya tersenyum bahagia melihat istri tercintanya tertawa karena kekonyolannya.
◇◇◇◇
Yang kangen sama Via dan Reza,next chapter yaa..
Terima kasih,untuk yang udah baca,Like and Komen serta Vote nya...
Bersambung...
__ADS_1