
Reza terbangun dari tidurnya. Dia merasa tidak nyaman tidur tanpa memeluk tubuh mungil istrinya itu. Apa lagi kini ada kegiatan baru yang akan Reza lakukan sebelum dirinya tertidur. Mengelus dan mencium perut istrinya yang sedang mengandung buah cinta mereka.
Apa aku kembali ke kamar saja? pikirnya.
Sedangkan di tempat lain,Via pun terbangun dari tidurnya karena suara ponsel yang mengejutkannya.
Tanpa melihat siapa yang kini menelpon,Via menggeser tombol hijau di ponselnya hingga terdengar teriakan seseorang.
" Vi...tolong aku.. " teriaknya,Via terperanjat dari tidurnya karena terkejut.
" Susan...kenapa san? " tanya Via khawatir.
" Tolong aku Vi,kak Miko datang ke rumah dan mau memperkosaku " bisiknya lewat telpon.
Terdengar suara penuh ketakutan di balik ponsel Via. Tanpa menunggu lama Via bangun dan berlari mengetuk pintu kamar tamu yang Reza tempati.
" Kamu di mana sekarang,San. Kamu ngumpet dulu. Sekarang aku dan suamiku ke sana ya... " Ucap Via.
Reza terkejut mendengar suara ketukan yang berulang ulang di balik pintu kamarnya. Bahkan ketukan itu pun membangunkan Dina dan William yang sedang tertidur pulas.
" Ada apa? " tanya mereka serempak.
Dengan cepat Via memeluk tubuh Reza.
Sungguh,mereka takut sesuatu yang buruk sedang terjadi pada Via. Bahkan Reza sudah gemetar ketakutan dengan wajah yang terlihat sangat pucat. Namun dia berusaha menenangkan istrinya dengan membalas dekapan sang istri.
" Mas.. bantu Via,Mas. Susan..di...Dia mau di perkosa kak Miko,Mas. Tolong bantu dia " racau Via dalam pelukan Reza.
" Baiklah.. tapi kamu tenang dulu sayang. Mas akan bantu teman kamu. Di mana dia sekarang? " tanya Reza pelan.
Reza mencoba menormalkan kembali detak jantungnya yang sempat khawatir. Begitu pun dengan William dan Dina. Kini mereka dapat bernapas lega di saat menantu mereka tidak kenapa napa.
" Dia di rumahnya. Dan lelaki brengsek itu ingin menodainya. Tolong bantu dia... " pinta Via.
" Ya Sudah,Mas ke sana sekarang. Berikan alamatnya pada,Mas "
" Tidak. Aku akan ikut " ucap Via
__ADS_1
" Mami tidak setuju kalau sampai kamu harus ikut,biar Papi,Dion dan Bagas yang membantu Reza menyelamatkan temanmu itu " kata Dina yang di benarkan William.
" Iya,Nak. Apa lagi kamu ini sedang hamil muda. Tidak baik untuk kesehatan mu dan cucu Papi yang ada dalam perutmu " timpal William.
" Iya Sayang,Mas setuju dengan Mami dan Papi,bagaimana pun kamu itu sedang hamil anak kita,pikirkan juga dia " ucap Reza penuh hati hati.
Akhirnya Via pun mengangguk pasrah dan menuruti perkataan suami serta mertuanya. Dia juga tidak ingin egois,karena sekarang ada nyawa lain dalam tubuhnya.
" Baiklah. Mas hati hati ya.. Kabari aku terus " pinta Via sebelum melepas pelukan suaminya tersebut.
William dan Reza segera menghubungi Dion dan Bagas,tak lupa Reza juga meminta batuan Bimo dan Lucy untuk sekedar berjaga jaga.
Setelah perjalanan 20 menit,akhirnya mereka tiba di sebuah rumah bercat gray dengan pintu terbuka.
Dengan cepat mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah tersebut. Betapa terkejutnya mereka di saat melihat keadaan rumah yang begitu berantakan dan suara seorang lelaki yang sedang memanggil satu nama dari mulutnya.
" Sayang...keluarlah. Aku akan membuat kau menjadi milikku. Karena memang kau milikku " ucapnya,setelah itu lelaki itu tertawa lalu menangis.
Mereka sempat terkejut mendengar pernyataan itu. Lelaki yang mencintai seorang wanita,namun caranya yang salah. Membuat dia seperti orang gila.
" Berhenti " teriak Dion di saat lelaki yang mereka yakini bernama Miko itu akan membuka pintu kamar Susan dengan mendobraknya.
" Kanapa kalian mencampuri urusanku? " tanya Miko
Sungguh,Miko sangat kesal atas kehadiran mereka. kenapa mereka datang dan mengganggu kesenanganku 'batin Miko.
" Sebaiknya anda pergi dari sini,jangan mengganggu wanita yang ada di dalam kamar itu " teriak Dion.
" Hahahaha...kalian terlalu mencampuri urusanku, Aku tidak akan pergi sebelum dia menjadi milikku seutuhnya " kata Miko tersenyum sinis.
" Baiklah kalau begitu,maka bersiaplah untuk melawan kami " teriak Bagas.
Sementara William dan Reza masih terdiam tenang menyaksikan perdebatan tiga makhluk di depannya.
" Aku tidak takut,asalkan Susan menjadi milikku " ucapnya mantap.
Akhirnya mereka bertiga terlibat perkelahian. Miko sangat berusaha keras untuk mengalahkan Dion dan Bagas.
__ADS_1
Sementara Susan sendiri sudah sangat ketakutan di dalam kamarnya. Dia gemetar dengan tubuh yang penuh luka lebam serta baju yang sedikit robek di pundaknya akibat melawan Miko.
Di sisi lain,Via pun terus menghubungi Reza melalui ponselnya. Dia masih sangat takut dan khawatir mengenai keadaan sahabatnya. Bahkan sedari tadi,air mata Via terus mengalir di pipi cantiknya. Namun tak ada satu pun panggilan dari Via yang Reza angkat.
Dina yang melihat menantu kesayangannya menangis,hanya bisa menenangkannya.
" Jangan terlalu banyak berpikir,Nak. Kasihan baby yang ada di dalam kandunganmu. Dia akan ikut tertekan jika ibunya merasa tertekan " ucap Dina menghentikan tangisan Via.
Dengan cepat Via menghapus air matanya. Setelah itu dia memeluk tubuh Dina,mencoba meminta kekuatan dari pelukan ibu mertuanya itu.
Sedangkan di rumah Susan,Miko di bekuk oleh Dion dengan kondisi wajah dan tubuh yang babak belur.
" Bawa dia ke kantor polisi. Jebloskan dia atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Biarkan dia menerima hukuman yang setimpal untuk kelakuan nya " ucap William pada Dion.
Sedangkan Bagas di tugaskan untuk mengetuk dan memanggil Susan yang kini masih meringkuk di dalam lemari pakaiannya.
" Nona,Susan. Ini saya Bagas pengawal Nona Via.Sekarang Nona sudah bisa keluar dari dalam kamar " teriak Bagas membuat Susan membuka pintu lemari pakaiannya dan berjalan menuju pintu.
" Terimakasih pak " ucapnya pelan sambil tertunduk.
" Ikutlah dengan kami,karena saya rasa di sini tidak aman untuk seorang perempuan tinggal sendiri " pinta Reza.
" Benar,Nak. Apalagi menantuku sangat mengkhawatirkan keadaan kamu " kata William menimpali.
" Baiklah " ujar Susan pasrah yang sesekali menarik bagian baju di bahunya yang terlihat robek.
Melihat itu,Bagas mendekat ke arah Susan lalu memasangkan jaket yang sedari tadi membalut tubuhnya.Setelah itu mereka berempat pulang ke rumah kediaman William di antar Bagas yang selalu siap siaga.
Ponsel Reza berdering kembali,menandakan panggilan masuk di ponselnya. Dia tersenyum lembut ketika melihat layar ponsel yang kini menampilkan wajah khawatir istri mungilnya itu.
" Ke mana saja,Mas. Bagaimana keadaan Susan? tanya Via
Dia tidak mau menunggu lagi,kabar Susan saat ini sangat di nantikan oleh Via.
" Dia baik-baik saja sayang. Jangan khawatir. Dan istirahatlah. Ini masih malam,jangan siksa anak kita yang masih kecil itu " ucap Reza membuat Via menganggukkan kepalanya.
Setelah itu sambungan ponsel Reza terputus,dan melanjutkan kembali perjalanannya.
__ADS_1
◇◇◇◇
Bersambung...