Si Mungil Kesayangan

Si Mungil Kesayangan
Flashback ll


__ADS_3

Masih Flashback nii...


^


" Sungguh Nyonya,saya sangat menyayangi menantu saya. Namun menantu inilah, yang saya sayangi. Saya tidak pernah menganggap istri pertama anak saya sebagai menantu. Justru dialah menantuku,putriku " kata Sukma berderai air mata.


" Benarkah? Apa itu bukan hanya di mulut saja " tanya Dina penuh curiga.


Dina takut bila Sukma hanya mengatakan itu untuk berkilah dari mereka.


" Tentu,Nyonya " ujar Sukma mantap.


" Dengar, Bu Sukma... jika anda tidak bisa membuat menantu dan cucu yang ada dalam kandungannya itu merasa aman,biar saya bawa dia. Dan mengirimnya kembali pada keluarganya " kali ini William bicara tegas dengan aura yang sudah tidak bersahabat.


" Tolong jangan lakukan itu,Tuan. Saya akan merawat dia di kediaman saya. Saya sangat menyayangi dia " pinta Sukma.


Dia tidak akan membiarkan menantu tersayangnya meninggalkan Sukma sendiri.


" Tapi,Bu.. Aku takut...Dan aku gak sanggup jika harus bertemu kembali dengan kak Lita dan Mas Baron..Aku gak mau,anak dalam kandunganku ini kenapa napa" ucap Vera lirih,di sela sela tangisannya.


" Tidak,Nak. Ibu tidak akan mengajak kamu untuk pulang kembali ke rumah itu. Dan ibu pastikan kamu tidak akan bertemu lagi dengan mereka." Janji Sukma " Kamu akan tinggal di salah satu rumah Ibu, bersama Ibu berdua. Kita rawat anak dalam kandunganmu bersama sama" lanjutnya kata Sukma.


Mendengar itu William dan Dina sedikit merasa lega. Mereka tahu bahwa Sukma memang menyayangi Vera yang statusnya istri kedua Baron.


( Sebenarnya Sukma adalah pengurus Panti Asuhan Muara Bunda )


" Baiklah. Jika keputusannya begitu. Saya harap anda benar benar menyayangi menantu dan calon cucu anda " ucap Dina.


" Tentu,Nyonya. Terima kasih... " ucap Sukma tulus.


Setelah drama itu, William dan Dina melanjutkan maksud kedatangannya ke Panti Asuhan Muara Bunda.


Dan sejak pertemuan itu William dan Dina tidak pernah bertemu kembali dengan Vera maupun Sukma.


Namun tiga tahun kemudian,di saat William dan Dina kembali mendatangi panti asuhan Muara Bunda,di sanalah mereka bertemu kembali. Namun kali ini mereka tidak melihat keberadaan Vera.


Sukma,William dan Dina kini sedang duduk di sofa ruang tamu panti asuhan.


" Maaf,kalau boleh bertanya. Apa kabar Nyonya,Vera? " Tanya Dina membuat wajah Sukma seketika berubah sayu. Bahkan ada genangan air di ujung matanya.


William dan Dina pun di buat heran dengan tingkah Sukma. Apa yang terjadi sebenarnya? pikir Dina dan William.


" Apa anda baik baik saja? Dan Nyonya,Vera baik baik saja? " tanya Dina lagi.


" Saya baik,Nyonya...Tapi... " Ucap Sukma terhenti,dia tidak tahu harus dari mana mulai bercerita. Dina dan William pun hanya terdiam menunggu kelanjutan ucapan Sukma.


" Vera...Dia telah tiada. Vera meninggal di saat melahirkan putri cantiknya. Dia mengalami pendarahan dan tidak dapat tertolong " ujar Sukma membuat William dan Dina terlonjak kaget.

__ADS_1


Bahkan air mata Dina ikut menetes tanpa permisi. William yang ikut merasakan rasa sakit ketika mendengar kabar buruk tersebut segera menarik Dina ke dalam pelukannya.


" Di mana putrinya sekarang?. Aku ingin bertemu dengannya " pinta Dina setelah melepas pelukan William.


" Kebetulan hari ini dia sedang di bawa jalan jalan oleh kakak dari mantuku,Vera " ucap Sukma.


Namun belum sempat mereka melanjutkan obrolan mereka,seorang anak kecil berteriak sambil mendekat.


" Nenek... " teriak anak berumur tiga tahun yang sedang berlari dan dengan cepat memeluk Sukma. Setelah itu dia duduk di pangkuan Sukma.


William dan Dina menatap anak itu dengan pandangan menghangat. Wajah yang imut,cantik dan tubuh mungil itu sama persis dengan seorang perempuan yang mereka kenal.


" Apa dia putrinya? " tanya Dina lirih, kembali meneteskan air matanya.


" Benar Nyonya... " jawab Sukma. Sedangkan anak itu menatap William dan Dina secara bersamaan.


" Siapa namamu,Nak? " tanya William.


" Aku Via.. " katanya polos.


" Dia Natavia Gloria Moto,atau lebih di kenal Silvia Kurnia Dewi " ujar seorang lelaki yang baru tiba di ikuti wanita cantik di belakangnya.


William dan Dina merasa tidak mengerti,mereka menatap pria itu seolah bertanya ' kenapa anak ini mempunyai dua nama yang berbeda? '


" Dia adalah anak dari adikku,anak Veranika,dan ini atas permintaan dia " jelasnya.


" Panggil aku Robert,Yonathan Robert Moto. Dan ini Istriku,Made Cerrie Indira " jawab Robert.


" Akh iya, Aku William Simone,dan dia istriku Dina Simone " kata William,setelah William berdiri di ikuti Dina,mereka saling berjabat tangan.


Karena penasaran William bertanya kembali.


" Akh iya,Tuan Robert. Kenapa Via memakai dua nama berbeda? " tanya William lagi ketika mereka sudah duduk di sofa mengikuti Sukma yang masih memeluk Via kecil yang mulai menajamkan matanya.


" Pertama,karena ayah kandungnya. Dia memberi nama Silvia Kurnia Dewi itu untuk masuk ke dalam kediaman Kurnia. Tetapi,nama yang sebenarnya adalah Natavia Gloria Moto. Cucu pertama pemilik J.K Moto Chase " beber Robert mengejutkan William.


' J.K Moto Chase? '


Kalimat itu berulang ulang di kepala William. Sungguh William sangat terkejut ketika satu kalimat itu melintas di otaknya.


" Apakah,Anda... ? " tanya William tak mampu melanjutkan pertanyaannya.


" Ya " jawab Robert seolah tahu pertanyaan di kepala William.


Dia tidak mengira,bahwa orang di depannya ini adalah anak dari pemilik perusahaan terbesar ke dua sedunia. Dan Via kecil itu adalah cucu dari pemilik Perusahaan paling di takuti tersebut.


Robert hanya tersenyum penuh arti ketika melihat keterkejutan William.

__ADS_1


Dan dari situlah keluarga mereka menjadi sangat akrab. Sampai akhirnya mereka tidak saling bertemu kembali selama beberapa tahun. Bahkan mereka sempat lost contact sekitar dua tahun lamanya.


Tepat saat Reza sekolah, di sekolah milik keluarga Moto yang di kelola sendiri oleh kepercayaan Sukma, di saat itu pertemuan antara Reza dan Via terjadi.


William yang mengetahui rasa ingin tahu putranya dari Bagas,segera ia mengumpulkan informasi sedetail mungkin.


Lagi lagi takdir mempermainkan mereka. William bertemu kembali dengan masa lalu, melalui Reza kecil. Untuk sesaat dia menghentikan pencariannya tentang anak yang di lindungi Reza. Anak yang William ketahui sejak dalam kandungan ibunya.


Namun melihat ke antusiasan Reza,William kembali menyuruh Dion untuk melindungi gadis kecil itu dan mencari cara supaya dapat terhubung kembali dengan keluarga Moto. Tepatnya pada Robert Moto.


Seminggu berlalu,tepat saat Reza keluar dari sekolahnya karena Reza tidak kuat dengan hinaan dan cacian dari teman sekelasnya. Hari itu pula,William mendapat informasi lengkap bagaimana keadaan Via dan kontak keluarga Moto.


" Apa kita bisa bertemu? " kata William setelah sambungan itu terhubung dan memperkenalkan diri pada Robert.


" Aku sedang berada di Amerika,kalau kamu tidak keberatan tunggulah seminggu lagi " katanya.


" Baiklah " ujar William.


*


Tepat seminggu kemudian William berjumpa dengan Robert di salah satu restoran ternama.


" Apa yang ingin kau bicarakan,Will? " tanya Robert.


" Aku hanya ingin mengatakan padamu,bahwa keponakanmu di sini selalu di siksa oleh ibu tiri serta kakaknya. Bahkan tak jarang ayahnya pun menyiksa keponakanmu " beber William mengejutkan Robert.


" Apa benar begitu? " tanya Robert tak percaya .


" Aku mengetahui informasi itu ketika anakku di tolong oleh keponakanmu.Karena kejadian itu aku menyuruh asistenku untuk menyelidiki semua. Awalnya aku terkejut dengan kenyataan yang mengagetkan ini. Tetapi,itulah kenyataannya " jelas William membuat Robert kembali mematung.


" Keterlaluan. Terus apa yang di lakukan mertua Vera? " ucap Robert menggebu gebu. Sungguh saat ini,Robert sangat kecewa dengan Sukma.


" Dia yang selalu menggantikan Via di saat anaknya menyiksa Via " kata William.


" Kita harus menemui dia ( Sukma ) " kata Robert


Setelah mengungkapkan kebenaran itu,William dan Robert melanjutkan pembicaraannya.


◇◇◇◇


Masih next Flashback ya.. 😊😊😊


Mungkin satu chapter lagi...


Di tunggu yaa say...


🥰🥰

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2