
Setelah membuka perban dan mendapat izin keluar Rumah Sakit,Reza,Kia dan Bagas melanjutkan perjalanannya ke apartemen milik Kia.
Selama Reza tinggal,rencananya akan menyewa satu lagi apartemen di samping apartemen Kia. Sengaja memilih dua kamar untuknya dan Bagas.
" Apa kamu yakin,Za akan tinggal di sini sampai Via lulus sekolah? " tanya Kia ketika mereka di perjalanan menuju apartemen.
" Eza yakin kak,cuma tiga bulan ini. Di sini Eza juga akan belajar bagaimana cara berbisnis,supaya nanti ketika pulang ke tanah air,Eza mampu menapkahi istri Eza dengan hasil Eza sendiri " ucap Reza mantap.
" Baiklah. Kalau itu terbaik untuk kalian "
Kia tahu sifat Reza,jadi dia tidak akan membuat adiknya kesal. Karena kalau itu terjadi,dia bisa saja kehilangan Reza di kota yang padat penduduk ini.
" Bantu Eza, agar Eza menjadi seorang suami yang layak untuk Via kak "
" Baiklah " balas nya " Gas,carilah seorang dosen untuk mengajar Reza di Apartemen. Karena aku tidak akan mengijinkan nya keluar selain denganku " lanjutnya.
" Baik,Nona Muda "
Kalau sudah keluar sifat overprotektif milik Kia,Reza bisa apa? Dia hanya mengendus kesal mendapatkan kakak yang kelewat sayang padanya.
Mungkin karena masa lalu Reza,ada rasa takut di hati Kia. Dia tidak ingin sesuatu yang telah terjadi terulang lagi.
▪︎▪︎▪︎○
Setelah sampai di Apartemen Kia,Reza segera mengambil ponsel yang selalu ia simpan di saku celananya. Di lihat dan di amatinya benda pipih itu. Ternyata begini tampilan asli dari benda yang sering di gunakan untuk nelpon sehari hari ini ? batin Reza bergumam.
Di tekannya tombol untuk menghubungi " Mami " di ponsel Reza.
" Hallo,Nak? "
" Mami,apa kabar,Mi? "
" Baik sayang,bagaimana keadaanmu sekarang? "
" Eza udah bisa melihat semuanya,Mi. Ternyata begitu indah untuk di lewatkan "
Dina yang mendengar celotehan Reza menangis bahagia. Dia ikut bahagia atas kesembuhan anaknya,walau pun harus merelakan ketidak hadirannya dalam proses operasi.
" Mami bahagia,Za. Semoga kebahagiaan ini tetap kamu rasakan "
__ADS_1
" Ya makasih Mi.., Oh iya,Mi. Istriku mana? "
" Ada di kamar,mau ngobrol? "
" Iya "
Dina dengan segera memanggil menantunya yang kala itu sedang belajar. Mendengar panggilan sang mertua,Via dengan segera menghampirinya.
" Via turunlah, Reza ingin bicara denganmu,Nak "
" Iya,Mi "
Via merasa bahagia bahwa suami yang di rindukan beberapa hari terakhir itu menghubunginya.
" Ya,udah sayang.. Mami ke belakang dulu " ucap Dina setelah menyerahkan ponselnya pada Via.
" Terimakasih,Mi "
" Haii... " sapa Reza di ujung sana.
" Iya..." balas Via malu malu. Rasanya bagaikan mimpi untuk Via.
" Baik, Mas. Mas apa kabar? "
" Luar biasa baik sayang. Mas kangen "
" Sabar lah, lagian ini kemauan Mas "
" Benar juga " balas nya terkekeh " Maafin,Mas baby... Mas belum bisa menemani kamu dan menyempurnakan pernikahan kita " lanjutnya.
" Tak apa,Mas.. Maafin Via juga,belum bisa jadi istri yang baik "
" Maka belajarlah agar menjadi yang terbaik mulai sekarang "
Hati Via semakin menghangat,obrolan mereka membuat ke dua insan itu berlarut dalam kerinduan. Entah berapa lama waktu yang telah mereka habiskan hanya untuk sekedar melepas rasa rindu.
••••○○○
Waktu terus berjalan,tiga bulan tlah berlalu,Reza maupun Via selalu menyempatkan waktu untuk saling menghubungi.
__ADS_1
Di seberang sana setelah mendapatkan dosen pengajar untuk Reza, dia pun sudah mulai mempelajari setiap pelajaran yang di berikan. Bahkan saat ini,Reza sudah mulai memahami dan mempraktekannya.
Sementara Via di tanah air,sedang menanti UAS yang akan di lakukan seminggu lagi. Setiap hari tiada hari yang di lewatkan Via untuk belajar. Segala, keperluan nya pun selalu Dina berikan. Bahkan Dina pun melarang untuk sekedar membantu mengerjakan pekerjaan Rumah tangga yang sering Via lakukan.
••••○●○
Di kediaman Baron...
Agnes dan Lita sedang berbincang di ruang keluarga. Sudah tiga bulan berlalu,namun mereka tak pernah mendapatkan kabar Via. Seakan Via menghilang di telan bumi.
" Oh iya,Bun. Apa kabar Via? " tanya Agnes di saat dia menikmati cemilan sambil kepala bersandar di bahu Lita.
" Buat apa kamu mengingat anak itu ? " sinis Lita.
" Ayo lah,bun... Dia itu sumber uang kita. Bagaimana aku melupakannya "
" Akh,benar. Anak sialan itu ternyata sudah tak mengingat kita "
" Apa yang dia ucapkan waktu itu benar,Bun? . Kok aku merasa sedikit takut "
" Apa yang perlu kau takutkan,sayang. Keluarga yang menikahi Via itu bukan keluarga kaya. Jadi mana bisa dia membalas dendam " ucap Lita meremehkan.
Meski ragu tapi itu di benarkan oleh Agnes. Bisa apa Via kalau dirinya sendiri saja hidup kesusahan. Mereka tidak tahu bahwa semua bayangan mereka hanya angan angan saja.
" Sekarang fokuslah pada karirmu,sayang. Agar semua impian kita tercapai. Jangan mengingat orang yang selalu merugikan kita " ucap Lita mempengaruhi Agnes.
" Benar banget, Bunda. Mulai sekarang Agnes harus lebih terkenal lagi dari sekarang " jawab Agnes menggebu gebu.
" Baru anak,Bunda " balas Lita sambil mencium kening Agnes.
Agnes bertekad,apapun akan ia lakukan agar mendapatkan banyak uang. Selama uang itu mengalir,ambisi Agnes bisa terobati walau hanya sedikit.
•••••○
Author minta maaf kalau alurnya kurang memuaskan. Harap maklum. Ini karya pertama Author.
Terimakasih buat yang sudah menyempatkan waktu membaca karya urakan Author..
Happy Reading..
__ADS_1